Kesabaran Tenaga Medis Diuji Saat Vaksin Anak Berkebutuhan Khusus yang Digelar Binda Kepri
Kegiatan tersebut berpusat di sekolah terpadu Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) "Putrakami" di Kompleks Anggrek Mas 1, Taman Baloi, Batam Kota, Batam, Se
Raut wajah mereka beragam, ulah mereka memang diluar kebiasaan orang normal.
Ada yang lari dari tempat vaksin ada juga yang tanpa ekspresi saat disuntik.
Namun hal itu memberi warna dan pengalaman baru bagi para tenaga medis disana.
Seorang tenaga medis yang ikut dalam giat vaksinasi ini cukup kelabakan menghadapi anak-anak tersebut.
Namun dirinya merasa enjoy dengan pekerjaannya ini.
Menurutnya ini adalah bentuk pengabdiannya kepada negara.
Tentunya dalam pekerjaan pasti ada tantangan yang harus dilewati.
"Kita harus ikuti bagaimana kemauan anak-anak itu, setelah dia merasa nyaman baru kita suntik," sebut seorang tenaga medis ketika ditemui Tribunbatam.id di lokasi vaksinasi.
Diapun memberi contoh, ketika hendak di suntik, anak-anak tersebut diminta untuk menghadap ke Camera.
Dia seolah-olah hendak di foto. Lengan kirinya di suntik sementara jempol kanannya diangkat ketika dia hendak di foto.
Kepala Binda (Kabinda) Kepri, Brigjen Pol Riza Celvian Gumay, melalui Kabag Ops Binda Kepri Kolonel CHB Komara Manurung, mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan untuk menggesa vaksinasi pelajar di Kepri.
“Para anak berkebutuhan khusus ini termasuk dalam 207.663 pelajar yang ada di Kepri. Saat ini, total anak berkebutuhan khusus di Kepri sebanyak 1340 anak. Hari ini kita gelar untuk 115 anak,” ungkap Komara.
Dijelaskan, untuk Kepri sendiri telah dilakukan vaksinasi sebanyak 131.259 orang atau sekitar 63,21 persen.
“Untuk Binda Kepri telah melakukan vaksinasi sebanyak 20452 pelajar. Target kita, seluruh pelajar telah divaksin,” jelasnya.(Koe)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/whatsapp-image-2021-08-31-at-183128.jpg)