Selasa, 21 April 2026

CORONA KEPRI

Sejumlah Anak Kabur dan Menolak Disuntik, Binda Kepri Gelar Vaksinasi di SLB Putrakami Batam

Beberapa anak berkebutuhan khusus ada yang menolak untuk disuntik dan memilih kabur ketika petugas vaksinator mendudukkannya di kursi vaksinasi.

TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami
Beberapa anak berkebutuhan khusus ada yang menolak untuk disuntik dan memilih kabur ketika petugas vaksinator mendudukkannya di kursi vaksinasi. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Keriuhan terdengar di salah satu pusat terapi anak dan sekolah terpadu Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) "Putrakami" yang berlokasi di Kompleks Anggrek Mas 1, Taman Baloi, Batam Kota, Batam, Selasa (31/8/2021).

Sekira pukul 09:00 WIB pagi, siswa-siswi pelajar SLB se-Kota Batam berbondong-bondong datang ke lokasi tersebut.

Ada sekitar seratus lebih siswa beserta orangtuanya hadir di SLB Putrakami untuk mengikuti kegiatan vaksinasi gratis.

Menjelang siang, sejumlah anak berusia 12-17 tahun berkebutuhan khusus sudah menunggu giliran vaksinasi dengan disertai nomor antrean.

Para peserta tersebut memenuhi bilik-bilik yang disediakan di sebuah rumah yang diperuntukkan sebagai lokasi vaksinasi.

Tidak ada satu pun murid yang hadir tanpa ditemani orangtuanya. Kendati ramai, namun jalannya antrean tetap kondusif dan tertib.

Kegaduhan justru terjadi di bilik tempat penyuntikan vaksin kala itu.

Beberapa anak berkebutuhan khusus ada yang menolak untuk disuntik dan memilih kabur ketika petugas vaksinator mendudukkannya di kursi vaksinasi.

Baca juga: Warga Batam, Bayar PBB-P2 Sekarang Ada Diskon hingga 50 Persen dan Penghapusan Denda

Alhasil, suasana di bilik vaksinasi tersebut pun gaduh karena orangtua murid dan petugas kesehatan harus mengejar murid yang kabur saat hendak disuntik vaksin.

"Memang perlu usaha ekstra setiap kali ada imunisasi kayak begini. Anak saya agak sensitif lihat keramaian, dan tadi sempat takut disuntik," ungkap salah seorang wali murid, Eva.

Bagi Eva, penyuntikan vaksin untuk anak perempuannya yang bersekolah di SLB ini merupakan kali pertama.

Ia mengetahui informasi seputar vaksinasi ini langsung dari pihak sekolah.

"Pengen disuntik supaya anak saya sehat, dan nggak terpapar Covid-19," ujar Eva.

Kegiatan vaksinasi kali ini difasilitasi oleh BIN Daerah (Binda) Kepulauan Riau yang berkomitmen terus mendukung pelaksanaan vaksinasi bagi seluruh pelajar usia 12-17 tahun agar terbentuk herd immunity di kalangan pelajar.

"Hari ini kami memfasilitasi pemberian vaksin Sinovac dosis pertama bagi 115 anak berkebutuhan khusus dan disabilitas.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved