Kamis, 28 Mei 2026

BATAM TERKINI

Rp 200 Miliar Terancam Hangus, Ini 2 Opsi Merugikan dari Pengembang Baru ke 500 Konsumen Oxley Batam

Konsumen Oxley Batam mengaku mendapat 2 opsi yang sama-sama merugikan dari pengembang pengganti Oxley. Rp 200 miliar terancam hangus jika tak sepakat.

Tayang:
TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi
Sejumlah konsumen Oxley Convention City mengadu ke Komisi I DPRD Batam lantaran apartemen yang telah mereka beli tak kunjung dibangun. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Komisi I DPRD Kota Batam akan meneruskan kasus Oxley Apartemen ke Konjen Singapura dan Dubes Singapura untuk Indonesia yang berada di Kota Batam.

Pasalnya ada sebanyak 500 konsumen yang membeli apartemen di Oxley.

"Uang yang sudah masuk ke Oxley sekitar Rp 200 Miliar," ujar Sekretaris Komisi 1 DPRD Kota Batam, Lik Khai saat berada di ruangannya, Rabu (1/9/2021).

Tak hanya itu, Lik Khai juga tampak menyayangkan ketika PT Wiwoa Miti Karya Batam ingin mengambil alih proyek ini, tidak disertai denga Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Bahkan tidak menyelesaikan tanggungjawabnya kepada konsumen yang telah membayar.

Ironisnya lagi, PT Wiwoa Miti Karya Batam memberikan 2 pilihan yang merugikan kepada konsumen.

Apabila konsumen ingin dipulangkan uangnya, dicicil 36 kali.

Kedua, jika ingin dilanjutkan lagi pembangunannya maka biaya apartemen akan mengalami kenaikan sekitar 30 persen dari harga sebelumnya.

Kalau konsumen tidak setuju dengan opsi keduanya, maka uang konsumen akan hangus.

"PT Oxley menyatakan dia failed. Ini kan lucu. Ketika PT Wiwoa Miti Karya Batam mengambil alih harusnya menyelesaikan kewajiban PT Oxley," kata Lik Khai.

Baca juga: PPKM Level 3 di Batam Berakhir 6 September, Amsakar Optimis Level Bakal Turun

Komisi I sudah meminta kepada DPM PTSP agar tidak menerbitkan surat IMB yang baru. Bahkan ia mendukung BP Batam harus mencabut perizinan lahan ini.

"Kita menganjurkan jangan ada lagi transaksi jual beli di lahan itu. Kita akan RDP ulang, panggil Ombudsman, DPM PTSP, LHKPN, Imigrasi untuk menyelesaikan masalah ini. Kita mengharapkan masalah ini bisa tuntas dan jangan rakyat kita dibodoh-bodohi orang Singapura," katanya.

Ia menambahkan Komisi I sebenarnya mendukung PT Wiwoa Miti Karya Batam mengambil alih asalkan hak konsumen harus dikembalikan.

Kewajiban PT Oxley diselesaikan.

"Lucunya kita panggil kemarin Marketing Oxley, dia tak tau mau dibangun berapa tower dan berapa lantai. Kan aneh ditanya malah tak tau," sesal Lik Khai lagi.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved