Kamis, 28 Mei 2026

BATAM TERKINI

Rp 200 Miliar Terancam Hangus, Ini 2 Opsi Merugikan dari Pengembang Baru ke 500 Konsumen Oxley Batam

Konsumen Oxley Batam mengaku mendapat 2 opsi yang sama-sama merugikan dari pengembang pengganti Oxley. Rp 200 miliar terancam hangus jika tak sepakat.

Tayang:
TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi
Sejumlah konsumen Oxley Convention City mengadu ke Komisi I DPRD Batam lantaran apartemen yang telah mereka beli tak kunjung dibangun. 

Sebelumnya diberitakan konsumen Oxley Apartemen yang berlokasi di persimpangan Gelael, Batam Center mendatangi DPRD Kota Batam, Selasa (31/8/2021).

Kedatangan konsumen yang diketahui bernama Purwandhani Prananingrum ini, diketahui guna mengadukan PT. Oxley Karya Indo Batam (KIB) selaku pengembang, yang dinilai gagal dalam melakukan pembanguna proyek yang dimulai sejak tahun 2017 lalu.

"Awalnya saya berinvestasi disana karena memang lokasi apartement yang sangat strategis. Dan berada tepat di tengah kota. Tapi sampai saat ini tidak ada satupun tanda-tanda pembangunan proyek, hanya ada lahan kosong saja," ujarnya.

Didampingi Marketing dari Oxley Apartemen, Purwandhani juga menuturkan bahwa keputusan melaporkan hal ini ke DPRD Kota Batam, juga didukung oleh pihak marketing yang awalnya menawarkan unit apartemen. Sebagai salah satu konsumen pertama, ia mengaku telah melakukan perjanjian pembelian apartemen Oxley Convertion City di tower B unit 12-27.

Purwadhani menerangkan, unit apartemen yang dipesan olehnya dijual dengan harga lebih dari Rp 700 juta, sementara untuk uang yang telah dikeluarkan nya, diakuinya telah mencapai Rp 400 juta.

"Sudah 60 persen uang saya masuk ke pengembangan. Tapi sampai tidak ada yang saya dapat sampai saat ini," katanya.

Ironisnya, saat ini PT. Oxley Karya Indo Batam (KIB) sebagai pengembang Oxley Apartemen, berencana mengganti nama menjadi One Avenue yang akan dikembangkan oleh PT. Wiwoa Miti Karya Batam.

Hal ini sendiri, langsung diumumkan oleh pengembang kepada para konsumen, yang masih menanti pembangunan apartemen tersebut.

Mengaku sudah bosan menunggu realisasi janji dari pengembang, hal inilah yang menjadi alasan bagi dirinya dan beberapa konsumen lain untuk meminta kembali uang yang telah disetorkan kepada pengembang.

"Kedatangan saya kesini juga mewakili beberapa konsumen lain. Intinya kami sudah tidak peduli akan berubah kemana, namun kami hanya meminta agar uang kami dikembalikan," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved