Kamis, 9 April 2026

Begini Sistem Belajar Anak Berkebutuhan Khusus di Batam saat Pandemi Covid-19

SLB Putrakami Batam menerapkan pembelajaran tatap muka bagi anak berkebutuhan khusus dengan menerapkan prokes

Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Guru SLB Putrakami Batam sedang mengajari siswa belajar di tengah pandemi covid-19 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sistem belajar mengajar secara dalam jaringan (daring) atau online, yang saat ini masih diterapkan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam tidak bisa diterapkan untuk seluruh sekolah.

Terutama sekolah bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

Itu sebabnya sistem pembelajaran tatap muka (PTM), sudah mulai dilakukan oleh SLB Putrakami Batam. PTM ini juga sudah didasarkan izin dari Dinas Pendidikan Provinsi Kepri.

"Hal ini didasari permintaan kami dari pihak sekolah kepada Dinas Pendidikan Provinsi Kepri. Tahun lalu kami meminta agar anak-anak kami dapat diberikan kebijakan khusus, agar dapat bertemu dengan para gurunya," ujar Kepala Sekolah SLB Putrakami, Hefrina belum lama ini.

Diakuinya permintaan ini juga didasari kesepatakan, mengenai pentingnya menerapkan protokol kesehatan, saat proses belajar mengajar berlangsung.

Baca juga: Pasien Covid-19 Sembuh di Batam Tambah 59 Orang, Kasus Baru 40, Meninggal 4

Baca juga: SELAMA Pandemi Covid-19, Utang RSUD Embung Fatimah Batam Lunas Semua 

Salah satunya adalah pembatasan ketat yang dilakukan oleh pihak sekolah. Sehingga saat ini, para anak didik yang dapat mengikuti kelas maksimal hanya boleh berjumlah lima orang saja.

Namun terkadang dalam satu kelas, satu guru hanya boleh melakukan bimbingan belajar kepada satu anak, dengan waktu pembelajaran maksimal selama satu atau dua jam.

"Ini hanya diperuntukan bagi anak didik kami yang masih dalam kategori sedang menuju mandiri. Dalam hal ini maksud saya adalah, memang anak didik yang perlu bimbingan dari guru secara langsung," katanya.

Hefrina mengatakan, bagi siswa yang dianggap telah mandiri, disarankan agar tetap mengikuti pembelajaran secara daring atau online.

Di mana sistem daring yang diterapkan, adalah menggunakan video call grup dari aplikasi WhatsApp.

Untuk saat ini, dari total 58 siswa berkebutuhan khusus di sana, sebanyak 50 persen siswa mengikuti pembelajaran secara daring.

Sementara siswa lainnya masih tetap mengikuti pembelajaran tatap muka.

"Jadi saat pembelajaran di kelas dimulai, guru secara bersamaan juga memulai video call grup WhatsApp kelas, agar siswa di rumah bisa mengikuti pembelajaran sembari dibimbing oleh orangtuanya," katanya.

Walau demikian, dalam proses belajar mengajar tatap muka ini, para siswa berkebutuhan khusus, tetap diminta untuk mengenakan masker, mencuci tangan, dan juga menerapkan jaga jarak.

"Kami tetap mengajarkan mereka pelan-pelan, untuk tetap menggunakan masker di lingkungan sekolah, dan jaga jarak serta cuci tangan," ujarnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved