Psikolog Sebut Faktor Utama Penyebab Kasus Asusila terhadap Anak di Bawah Umur
Psikolog anak dari UPTD P2TP2A Natuna, Sumarni menilai kurang kontrol dari keluarga menjadi faktor utama penyebab terjadinya kasus asusila pada anak
Penulis: agus tri | Editor: Dewi Haryati
Laporan Kontributor Tribun Batam di Natuna, Wina
NATUNA, TRIBUNBATAM.id - Kasus asusila terhadap anak di bawah umur kerap terjadi, termasuk di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepri.
Bahkan angkanya cenderung naik setiap tahun.
Dalam banyak kasus, pelaku asusila terhadap anak di bawah umur bisa dari orang luar.
Tetapi tak jarang berasal dari orang terdekat korban, seperti ayah, abang, paman dan kakek.
Seringnya korbannya berada di bawah ancaman fisik dan atau psikologi.
Baca juga: KPPAD Anambas Klaim Kasus Kekerasan Anak 2021 Menurun, Tak Seperti Tahun Lalu
Baca juga: Satreskrim Polresta Barelang Dapat Penghargaan Lagi, Sukses Ungkap Kasus Kekerasan Anak
Menanggapi hal ini, Psikolog anak dari UPTD P2TP2A Natuna, Sumarni menilai, penyebab utama terjadinya pelecehan seksual terhadap anak dikarenakan kurangnya kontrol dari pihak keluarga atau orang tua terhadap pergaulan anak.
"Faktor utama itu dari lingkungan keluarga. Bagaimana orang tua dalam mengontrol pergaulan anak, bagaimana ruang gerak anak, komunikasi terhadap anak, karena kadang orang tua juga kurang berkomunikasi dengan anak, sehingga anak tidak terbuka atau takut terbuka dengan orang tua," kata Sumarni, di Ranai, Sabtu (4/9/2021).
Faktor internal seperti kedekatan pelaku dengan korban, peran pelaku, dan posisi korban. Faktor eksternal, yaitu pengaruh lingkungan, seperti jauh dari keramaian, sepi, ataupun tempat tertutup yang memungkinkan pelaku melakukan tindak asusila.
Selain itu pergaulan juga dapat menjadi pemicu tindak asusila terhadap anak.
Sumarni mengatakan, terkadang anak salah dalam memilih teman bergaul, dan tidak jarang anak sebagai korban kerap mendapatkan intimidasi secara tidak langsung dari pelaku.
"Tanggung jawab orang tua untuk mengawasi pergaulan anak, mengetahui dengan siapa anak berteman. Itu sangat penting, agar mereka tidak salah bergaul dan memilih teman," tambah Sumarni.
Ia melanjutkan, dari beberapa kasus asusila terhadap anak di bawah umur yang kerap terjadi, akhirnya selalu diselesaikan secara kekeluargaan.
Orang tua korban terkadang kurang memperhatikan dampak psikologi anak sebagai korban atas tindakan asusila yang diterimanya.
Padahal tindak pidana pencabulan termasuk dalam tindak pidana aduan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0409psikolog-anak-di-natuna-sumarni.jpg)