BATAM TERKINI
Gunakan Skema SBSN, Asrama Haji Batam Berpeluang Jadi Pusat Pengembangan Keagamaan
Komisi VIII DPR RI menawarkan beberapa skema keuangan yang ditawarkan untuk dapat merealisasikan pengembangan Asrama Haji Batam. Apa saja?
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Komisi VIII DPR RI mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kota (Pemko) Batam serta Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam menyediakan Asrama Haji Batam sebagai sarana tempat karantina pasien Covid-19 di Batam.
Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ace Hasan Syadzily mengatakan, peluang Asrama Haji Batam untuk lebih dikembangkan masih terbilang cukup besar.
Apabila memungkinkan, lokasi Asrama Haji Batam ini juga akan dijadikan pusat pengembangan kegiatan keagamaan.
"Gedung Asrama Haji ini kan sudah lama berdiri. Kami Komisi VIII memiliki perhatian yang serius terhadap potensi pengembangan Asrama Haji Batam ini menuju kualitas yang lebih baik lagi," ujar Hasan, ketika berkunjung ke Gedung Marketing Center BP Batam, Jumat (3/9/2021).
Ditargetkan, gedung Asrama Haji Batam dapat dibentuk menjadi pusat pengembangan keagamaan, pusat manasik haji, dan juga akan dibangun beberapa spot-spot pariwisata seperti museum haji dan sebagainya.
Komisi VIII DPR RI pun menawarkan beberapa skema keuangan yang ditawarkan untuk dapat merealisasikan pengembangan Asrama Haji tersebut, yakni salah satunya melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Baca juga: Sempat Turun, Jumlah Pasien RSKI Galang Batam Kembali Tambah 38 Orang
"Akan lebih baik jika Kementerian Agama (Kemenag) RI bisa membantu. Untuk memperoleh SBSN ini, maka lahan yang semula dikelola BP Batam ini harus dialihkan kepada Kemenag," ungkap Ace Hasan.
Ia menambahkan, skema keuangan ini masih harus dibahas lebih lanjut dengan pihak-pihak terkait.
Rencana pengembangan Asrama Haji Batam tersebut nantinya akan diteruskan kepada Kemenag RI.
Sementara itu, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, turut melihat potensi pengembangan Asrama Haji sebagai pusat pengembangan keagamaan di Batam.
Ia menjelaskan, Asrama Haji juga telah berjasa dalam berkontribusi mengendalikan kasus Covid-19 di Batam.
"Memang pada saat pandemi seperti sekarang ini, sebagian ruang Asrama Haji Batam diperuntukkan sebagai tempat karantina terpusat pasien Covid-19 tanpa gejala," ujar Rudi.
Lebih lanjut, ia menyampaikan ke depannya BP Batam juga memiliki rencana untuk mengembangkan fasilitas Asrama Haji menjadi semakin baik lagi.
Seperti diketahui, Asrama Haji Batam dibangun pada tahun 1999-2000, dan beroperasi dengan fungsi utama sebagai Embarkasi Haji Batam mulai tahun 2001.
Asrama ini diresmikan oleh Menteri Agama RI, Muhammad Tolchan Hasan, pada 4 September 2001.
Asrama Haji Batam berdiri di atas lahan seluas 45.538 m², dan juga dapat difungsikan untuk memfasilitasi kegiatan seminar, resepsi pernikahan, manasik haji, dan penginapan. Saat ini pengelolaan Asrama Haji masih dipegang oleh BP Batam. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/19082021asrama-haji.jpg)