WAWANCARA EKSKLUSIF
Melihat Geliat Pariwisata dan Ekonomi Batam saat Pandemi Covid-19
Pariwisata Batam sempat terpuruk dihantam pandemi Covid-19. Bagaimana kondisinya sekarang? Berikut petikan wawancara eksklusifnya.
SW: Kami dari Aspabri punya uang kas, dan dari situ kami membuat agenda "Aspabri Goes to Kepri", yaitu ada 17 frame trip.
Beberapa di antaranya di Lingga, Tanjungpinang, Bintan, dan Batam.
Di situ kami membuat dokumentasi objek-objek pariwisata untuk menginformasikan kepada masyarakat bahwa pariwisata sudah buka lagi. Itu semua menggunakan dana urunan.
Selain itu kami juga mencoba membuat wisata minat khusus.
Potensi wisata bahari di Kepri itu menjadi sebuah daya tarik, maka dari itu kami membuat wisata minat khusus, contohnya seperti paket diving murah yang hanya Rp 250 ribu saja.
Program-program seperti itu yang kami buat untuk menggairahkan kembali pariwisata bahari.
AR: Tempat wisata sudah buka.
Sekarang kita lebih fokus bagaimana menjaring wisatawan domestik, sembari kita mempersiapkan kedatangan wisman melalui travel bubble.
Pemko Batam juga telah memberikan insentif, seperti penundaan pembayaran pajak, penghapusan denda pajak, dan lain sebagainya, ini juga menjadi salah satu rangsangan.
TB: Apakah ada informasi perkembangan terkini tentang kemungkinan wisatawan mancanegara masuk kembali ke Batam?
AR: Covid 19 terhadap border.
Kami sudah dua kali mendapat spesial dari pemerintah pusat di awal-awal bulan Juni, orang-orang asing yang diizinkan untuk masuk ke Indonesia.
Beberapa waktu lalu pemerintah telah membuka lampu hijau bagi Batam untuk menerima wisman pemegang kitas.
Baca juga: Daniel Hutagalung Jabat Direktur Eksekutif BPPD Kepri, Berharap Pariwisata Kepri Lebih Baik
Maka itu, sampai sekarang kita masih menerima wisman, meski jumlahnya tidak banyak.
Nah, sekarang kita menunggu yang namanya travel bubble.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/news-webilog-tribun-batam-edisi-senin-692021.jpg)