BATAM TERKINI
UPDATE Remaja Hanyut di Saluran Air Batam, Polsek Lubuk Baja Datangi Rumah Dimas Andrean
Polsek Lubuk Baja mendatangi kediaman remaja hanyut hingga ditemukan tewas di saluran air Baloi Batam, Dimas Andrean.
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Septyan Mulia Rohman
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kapolsek Lubuk Baja AKP Budi Hartono mengunjungi rumah Dimas Andrean di kawasan Baloi Persero RT 05, RW 01, Kelurahan Baloi Indah, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Minggu (5/9).
Pelajar SMP di Batam ini sebelumnya hanyut saat berenang bersama teman-temannya di saluran air kawasan Baloi ketika hujan deras, Jumat (3/9).
Dimas Andrean sempat hilang satu hari hingga ditemukan satu hari setelahnya dalam kondisi meninggal dunia.
Kunjungan AKP Budi Hartono yang sebelumnya menjabat Kapolsek KKP Batam ini merupakan kunjungan silaturahmi sekaligus memberikan semangat kepada orang tua Dimas.
Dalam pertemuan itu, AKP Budi Hartono mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas diperkenankannya bersilaturahmi kepada keluarga Dimas Andrean, khususnya ayah Dimas, Gusti Hardianto.
"Kami dari pihak Polsek Lubuk Baja mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya Dimas Andrean.
Kami mohon pihak keluarga dapat bersabar dan diberikan ketabahan dalam menghadapi cobaan ini dan semoga Almarhum diterima di sisi Tuhan," ujar Budi kepada TribunBatam.id, Senin, (6/9/2021) pagi.
Pihaknya juga mengucapkan banyak terimakasih kepada warga masyarakat yang turut membantu dalam proses pencarian jasad Dimas Andrean.
Pada kesempatan tersebut juga Budi memberikan sedikit bantuan berupa uang kepada keluarga korban.
"Ini sedikit bantuan dari kepolisian tapi jangan dilihat nominalnya namun, ini sebagai rasa empati kami terhadap kejadian tersebut," sebutnya.
Turut hadir dalam kunjungan tersebut Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Fajar Bitikaka, Kanit Intelkam Iptu Rosyid dan beberapa jajaran lainnya.
Seperti yang diketahui bahwa Dimas merupakan korban terseret arus sungai di Baloi Mas pada Jumat, (3/9/2021) yang lalu, sekira pukul 13.10 WIB.
Pada saat itu Dimas beserta 3 orang temannya sedang mandi di kali tidak jauh dari rumah.
Saat asyik mandi, tiba-tiba air sungai menyeret keempat remaja tersebut ke arah laut.
Baca juga: Remaja Hanyut di Saluran Air Baloi Batam Akhirnya Ditemukan 1 Mil dari Lokasi Kejadian
Baca juga: Kronologi Penemuan Mayat Fauzi, Bocah Hanyut Terseret Arus Drainase di Batam
Ketiga remaja tersebut berhasil menyelamatkan diri sedangkan Dimas Andrean dinyatakan hilang dan ditemukan mengapung dengan posisi telungkup 3 mil dari lokasi kejadian oleh tim gabungan pada Sabtu, (4/9/2021) lalu.
SEMPAT Dua Kali Pulang ke Rumah
Jasad Dimas (16), remaja terseret arus di saluran air di kawasan Baloi Mas, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepri telah ditemukan, Sabtu (4/9/2021).
Sebelumnya, pelajar SMP di Batam ini hanyut saat berenang bersama teman-temannya di saluran air itu ketika hujan deras, Jumat (3/2/2021).
Dimas sempat hilang satu hari hingga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Dari informasi yang dihimpun Tribunbatam.id, mendiang Dimas termasuk anak rumahan.
Anak dari pasangan Gusti Hardianto (45) dan Rini (40) ini anak ke 2 dari 4 bersaudara.
Dimas kini duduk di kelas 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al Azhar, Batam.
Ibunda Dimas, Rini saat ditemui awak media di kediamannya mengatakan, selama ini Dimas jarang keluar rumah.
Kecuali dijemput kawannya, dia baru keluar rumah. Itu pun keluar sore main bola saja.
"Selama ini anak saya (Dimas) belum pernah berenang di kali itu," ujar Rini dengan wajah sedih.
Baca juga: Remaja SMP di Batam Hanyut di Saluran Air Kawasan Baloi, Tiga Orang Selamat, 1 Hilang
Baca juga: Bocah Hanyut Terseret Arus Drainase di Bengkong Belum Ketemu, Warga Galang Dana Bantuan
Ia teringat, sebelum kejadian itu pada Jumat pagi, Dimas masih belajar secara daring di rumah.
Setelah itu Dimas sempat minta disiapkan baju untuk shalat Jumat kepada ibunya.
Selanjutnya, setelah Jumatan bersama temannya, Dimas sempat pulang ke rumah.
"Mereka sempat 2 kali pulang ke rumah dan pergi lagi. Terakhir saya dengar kabar jika anak saya hanyut.
Saat itu saya langsung panik dan langsung menuju ke lokasi kejadian untuk memastikan hal tersebut," ungkapnya.
Rini juga menceritakan, malam sebelum kejadian Dimas mengalami sakit perut dan tidak bisa tidur satu malam.
"Malam sebelum kejadian dia sakit perut dan tidak bisa tidur satu malaman. Dia juga tidak bisa BAB.
Karena kasihan saya keluar beli obat untuknya pada pukul 03.00 subuh di apotek saat dia tidur," cerita Rini.
Lanjut Rini, setelah minum obat tersebut, keesokan harinya pukul 08.00 WIB, Dimas kembali sehat dan langsung BAB.
"Saat anak saya hilang sejak siang, kami terus berusaha mencarinya hingga sampai puku 05.00 WIB, ditemani Pak Ustad, dan beberapa petugas gabungan dan warga setempat," ujarnya.
Sebelumnya diberitakan, saluran air di Jalan Baloi Mas, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepri memakan korban.
Baca juga: Sebelum Hilang Terseret Arus Drainase di Batam, Dimas Sempat 2 Kali Pulang ke Rumah
Baca juga: Petaka Main Hujan Fauzi Siswa Kelas 2 SD, Terpeleset Masuk Drainase Hanyut Mengarah ke Laut
Remaja 16 tahun, Dimas ditemukan tewas dalam kondisi telungkup, Sabtu (4/9) sekira pukul 10.30 WIB.
Ia sebelumnya dinyatakan hilang, Jumat (3/9) siang.
Tim SAR gabungan yang mendapat laporan remaja hilang itu langsung bergerak melakukan pencarian.
Ini merupakan hari kedua pencarian Dimas.
Jasad Dimas ditemukan tak jauh di sekitar saluran air Taman Baloi yang mengarah ke laut.
Koordinator Lapangan Basarnas Tanjungpinang, Wawan membenarkan penemuan jenazah Dimas.
"Korban ditemukan tak jauh dari lokasi kejadian.
Kurang lebih 1 mil dari titik pencarian kedua atau sekitar 3 sampai 4 mil dari tempat kejadian," ungkap Wawan kepada TribunBatam.id.
Saat ditemukan oleh tim gabungan korban dalam posisi mengapung dan telungkup serta sudah meninggal dunia.
Saat ini korban sudah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Kepri.
Untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut.
Seorang anak remaja bernama Dimas (16) sebelumnya dinyatakan hilang dan hanyut terseret derasnya arus drainase besar di Jalan Baloi Mas, Kota Batam, Kepri. Jumat, (3/9/2021).
Hal tersebut dibenarkan oleh Plh Kepala Basarnas Tanjungpinang sekaligus kepala Ops dan Siaga, Miswadi.
Ia mengatakan, pihaknya mendapatkan laporan dari pihak Damkar Batam.
"Iya kami terima laporan dari bapak Asman," ujarnya.
Kejadian berawal saat korban mengajak beberapa teman-temannya berenang di drainase besar tersebut dengan kondisi hujan lebat.
"Kejadiannya sekira pukul 13.10 WIB tadi," sebutnya.
Untuk itu timnya mengerahkan 5 orang petugas yang dibantu oleh sejumlah Tim SAR lainnya dan masyarakat setempat untuk menelusuri keberadaan korban.
Hingga saat ini keberadaan korban yang masih duduk di kelas 9 disalah satu SMP di Batam tersebut masih belum ditemukan dan masih dalam pencarian Tim SAR dan Warga.
Sinar matahari telah susut, namun Dimas belum kunjung ditemukan oleh Tim SAR.
Sebelumnya, Dimas, seorang remaja SMP, dilaporkan hanyut terseret arus selokan air di sekitar kawasan Baloi, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Jumat (3/9/2021).
Menghilang terseret arus sejak siang, Tim SAR beserta pihak kepolisian dan warga sekitar mulai melakukan pencarian korban sejak pukul 14.00 WIB.
Ada sekitar 56 lebih orang yang ikut menyusuri arus dalam upaya pencarian, menggunakan sebuah perahu karet.
"Pencariannya dari jam 2 siang tadi, dari titik awal di dekat Indomobil, menyusuri sampai muara.
Kalau sudah gelap, pencarian dilanjutkan besok," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Batam, Azman.
Sementara itu, Kepala Polsek Lubuk Baja, AKP Budi Hartono, mengungkapkan kendala pencarian dikarenakan kondisi air keruh, serta arus yang deras.
Selain itu, pencarian dilakukan secara manual dengan penerangan yang kurang memadai.
"Ini sudah tiga kali terjadi di lokasi yang sama, di kawasan Baloi ini.
Kalau hujan, debit air memang tinggi, jadi sulit mencarinya," ujar Budi Hartono.
Pihaknya pun mengimbau kepada masyarakat, agar tidak bermain-main di sekitar bibir sungai atau saluran air, terutama dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat seperti sekarang ini.
Budi mengingatkan kepada para orangtua untuk selalu mengawasi anak-anaknya agar tidak mencoba melompati saluran air yang kondisinya masih cukup dalam.
"Kami mengingatkan, para orangtua agar selalu mengawasi anaknya.
Meskipun kali ini korbannya adalah remaja, tapi potensi hanyut masih tetap ada.
Ingat, dalam cuaca yang kerap hujan seperti ini, debit air semakin meninggi," imbau Budi.(TRIBUNBATAM.id/ Ronnye Lodo Laleng/Hening Sekar Utami)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kapolsek-lubuk-baja-di-kediaman-dimas-andrean.jpg)