Sebelum Hilang Terseret Arus Drainase di Batam, Dimas Sempat 2 Kali Pulang ke Rumah
Rini, Ibunda Dimas terkenang Dimas. Sebelum kejadian Dimas hanyut terseret arus drainase di Batam, dia sempat pulang ke rumah usai salat Jumat
Penulis: ronnye lodo laleng | Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Jasad Dimas (16), remaja terseret arus di saluran air di kawasan Baloi Mas, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam, Provinsi Kepri telah ditemukan, Sabtu (4/9/2021).
Sebelumnya, pelajar SMP di Batam ini hanyut saat berenang bersama teman-temannya di saluran air itu ketika hujan deras, Jumat (3/9/2021)..
Dimas sempat hilang satu hari hingga ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Dari informasi yang dihimpun Tribunbatam.id, mendiang Dimas termasuk anak rumahan.
Anak dari pasangan Gusti Hardianto (45) dan Rini (40) ini anak ke 2 dari 4 bersaudara.
Dimas kini duduk di kelas 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Al Azhar, Batam.
Ibunda Dimas, Rini saat ditemui awak media di kediamannya mengatakan, selama ini Dimas jarang keluar rumah.
Kecuali dijemput kawannya, dia baru keluar rumah. Itu pun keluar sore main bola saja.
"Selama ini anak saya (Dimas) belum pernah berenang di kali itu," ujar Rini dengan wajah sedih.
Ia teringat, sebelum kejadian itu pada Jumat pagi, Dimas masih belajar secara daring di rumah.
Setelah itu Dimas sempat minta disiapkan baju untuk shalat Jumat kepada ibunya.
Selanjutnya, setelah Jumatan bersama temannya, Dimas sempat pulang ke rumah.
"Mereka sempat 2 kali pulang ke rumah dan pergi lagi. Terakhir saya dengar kabar jika anak saya hanyut.
Saat itu saya langsung panik dan langsung menuju ke lokasi kejadian untuk memastikan hal tersebut," ungkapnya.
Rini juga menceritakan, malam sebelum kejadian Dimas mengalami sakit perut dan tidak bisa tidur satu malam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/evakuasi-jasad-dimas-remaja-hanyut-di-saluran-air-batam-1.jpg)