Breaking News:

WAWANCARA EKSKLUSIF

Melihat Kekerasan Terhadap Anak Dalam Kacamata Wanita

Berikut petikan wawancara eksklusif News Webilog Tribun Batam soal Pedofilia Dalam Kacamata Wanita.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Istimewa
Wawancara eksklusif News Webilog Tribun Batam soal Pedofilia Dalam Kacamata Wanita, Rabu (8/9). 

Psikolog di Kepri, Dinuriza Lauzi juga sependapat dengan peningkatan kasus tersebut.

Ia mengatakan, harapan dengan pandemi Covid-19 dan sistem daring seharusnya bisa berkumpul dengan keluarga.

"Ternyata tidak, malah menjadi sumber malapetaka bagi anak, khususnya perempuan," ujar Dinuriza.

Baca juga: KPPAD Kepri Lama Vakum saat Maraknya Kasus Perempuan dan Anak

Baca juga: KPPAD Anambas Klaim Kasus Kekerasan Anak 2021 Menurun, Tak Seperti Tahun Lalu

Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suryani.
Kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Suryani. (ISTIMEWA)

Ia pun melihat ada sesuatu yang salah. Apakah dari pendidikan moralnya, atau sisi medianya.

"Saya juga tidak bilang ini salah pemerintah dan ini salah media atau salah pola asuh. Semua kita jadi turut andil," sebutnya

Dari kaca matanya sebagai seorang psikolog, saat kedua orang tua sibuk bekerja, dan membebaskan anak menggunakan handphone, juga menjadi faktor ancaman pengaruh ke anak.

"Kalau udah sibuk orang tua hanya taunya kerja saja.

Tentu anaknya bebas menggunakan handphone, dan si anak selama pembebasan itu mulai mencari kerumah-rumah yang wifi kencang buat main game online.

Kami tahu persis bahwa didalam game itu ada tontonan dengan busana/pakaian yang tidak sepantasnya anak-anak melihatnya, walaupun bentuknya animasi atau kartun," ujarnya.

Untuk itu, agar anak tidak terjerumus menjadi korban paling utama adalah luangkan waktu para orang tua untuk anak.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved