CORONA KEPRI
Kadinkes Batam Bantah Ada Pelajar Meninggal Dunia Akibat Vaksin Corona
Kadinkes Batam Didi Kusmarjadi bereaksi terkait kabar seorang pelajar yang meninggal dunia setelah mendapat vaksin corona atau Covid-19
"Dalam kartu kan juga ada kontak dokter dan penyelenggara vaksinasi yang diikuti Almarhum.
Tapi hingga lebih dari dua minggu, almarhum Faiz memang tidak menunjukkan gejala apapun," kata Didi.
KELUARGA Berusaha Ikhlas
Ibunda Muhammad Faiz, Delni Afriyusnita sebelumnya mengaku kaget mendengar adanya desas-desus sedemikian rupa yang juga beredar di kalangan kawan-kawan almarhum.
Wanita 43 tahun itu menjelaskan, putra sulungnya tersebut memang meninggal karena gejala sesak napas akibat penyakit asma yang dideritanya sejak kecil.
Akan tetapi, Delni meyakini penyakit sang anak semakin akut bukan dikarenakan vaksin.
"Anak saya vaksinnya udah lama, tanggal 29 Agustus 2021 lalu.
Vaksin keduanya dijadwalkan 26 September ini. Nggak mungkin lah karena vaksin," ujar Delni, Selasa (14/9/2021).
Sebelumnya, Faiz memang mengikuti vaksinasi yang diselenggarakan oleh Apindo Kepulauan Riau (Kepri).
Karena alasan kesehatan, yang bersangkutan menyertakan surat keterangan dokter terlebih dulu sebelum mengikuti vaksinasi.
Almarhum memiliki penyakit asma yang dideritanya sejak masih bayi.
Baca juga: Cara Mengganti Data yang Salah pada Sertifikat Vaksin Covid-19 PeduliLindungi
Baca juga: Vaksinasi Corona di Batam, Kapolresta Barelang Minta Warga Tertib dan Patuhi Prokes
Meski demikian, penyakit asma tersebut masih tergolong ringan.
Selama ini ia hanya menggunakan inhaler untuk meredakan penyakit asma yang kambuh.
"Saya periksakan anak ke rumah sakit.
Menurut keterangan dokter, dia boleh vaksin, ya sudah kami ikut vaksin yang Sinovac," jelas Delni.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/03052021kadinkes-batam-dr-didi-kusmajardi.jpg)