Rabu, 22 April 2026

CORONA KEPRI

Kadinkes Batam Bantah Ada Pelajar Meninggal Dunia Akibat Vaksin Corona

Kadinkes Batam Didi Kusmarjadi bereaksi terkait kabar seorang pelajar yang meninggal dunia setelah mendapat vaksin corona atau Covid-19

TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi
Kepala Dinas Kesehatan Batam, dr Didi Kusmarjadi membantah adanya kabar yang menyebut pelajar meninggal dunia akibat mendapat vaksin corona. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Vaksinasi Corona di Batam kembali menjadi sorotan.

Setelah sebelumnya Warga Batam mengeluhkan sulitnya untuk mencari lokasi vaksinasi corona di Batam,

kini muncul kabar seorang pelajar di Batam yang dikabarkan meninggal dunia setelah menerima vaksin covid-19.

Pelajar SMAN 4 Batam bernama Muhammad Faiz tersebut diketahui mendapat vaksin corona bagi pelajar di salah satu lokasi di Batam Centre.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjadi bereaksi atas kabar tersebut.

Baca juga: Danrem 033/WP Beri Atensi Vaksinasi Corona di Batam untuk Pelajar

Baca juga: Tren Mix and Match Vaksin Covid-19 untuk Booster, Benarkan Ampun Lawan Corona, Ini Kata Ahli

Didi mengungkap kondisi remaja 17 tahun itu sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa Faiz sempat mengalami sesak nafas, akibat asma yang dideritanya.

"Intinya bukan karena vaksin yang diterima oleh Faiz.

Sebelum menerima vaksin, almarhum juga telah melampirkan surat keterangan tentang kondisinya," papar Didi.

Walau demikian, Didi juga tidak menampik bahwa adanya informasi ini didapatkanya bukan dari pihak Rumah Sakit.

Dimana saat mengalami gejala parah, almarhum juga diketahui tidak dibawa oleh keluarga, guna mendapat penanganan lebih lanjut oleh tim medis.

"Saat mulai mengalami gejala asma, memang dari informasi yang kita dapat, almarhum tidak langsung dibawa ke Rumah Sakit.

Jadi almarhum memang meninggal di kediaman nya," ungkap Didi.

Selain itu, salah satu faktor utama penyebab kematian Faiz bukan dikarenakan vaksinasi.

Melainkan rentang waktu yang cukup lama, dan tidak adanya laporan dari pihak keluarga kepada pihak penyelenggara.

Baca juga: Vaksinasi Corona di Batam, Wali Kota Minta Gubernur Kepri Beri Kuota Vaksin Lebih

Baca juga: Vaksinasi Corona di Batam, Polsek Bengkong Data Calon Penerima Vaksin lewat Kelurahan

"Dalam kartu kan juga ada kontak dokter dan penyelenggara vaksinasi yang diikuti Almarhum.

Tapi hingga lebih dari dua minggu, almarhum Faiz memang tidak menunjukkan gejala apapun," kata Didi.

KELUARGA Berusaha Ikhlas

Ibunda Muhammad Faiz, Delni Afriyusnita sebelumnya mengaku kaget mendengar adanya desas-desus sedemikian rupa yang juga beredar di kalangan kawan-kawan almarhum.

Wanita 43 tahun itu menjelaskan, putra sulungnya tersebut memang meninggal karena gejala sesak napas akibat penyakit asma yang dideritanya sejak kecil.

Akan tetapi, Delni meyakini penyakit sang anak semakin akut bukan dikarenakan vaksin.

"Anak saya vaksinnya udah lama, tanggal 29 Agustus 2021 lalu.

Vaksin keduanya dijadwalkan 26 September ini. Nggak mungkin lah karena vaksin," ujar Delni, Selasa (14/9/2021).

Sebelumnya, Faiz memang mengikuti vaksinasi yang diselenggarakan oleh Apindo Kepulauan Riau (Kepri).

Karena alasan kesehatan, yang bersangkutan menyertakan surat keterangan dokter terlebih dulu sebelum mengikuti vaksinasi.

Almarhum memiliki penyakit asma yang dideritanya sejak masih bayi.

Baca juga: Cara Mengganti Data yang Salah pada Sertifikat Vaksin Covid-19 PeduliLindungi

Baca juga: Vaksinasi Corona di Batam, Kapolresta Barelang Minta Warga Tertib dan Patuhi Prokes

Meski demikian, penyakit asma tersebut masih tergolong ringan.

Selama ini ia hanya menggunakan inhaler untuk meredakan penyakit asma yang kambuh.

"Saya periksakan anak ke rumah sakit.

Menurut keterangan dokter, dia boleh vaksin, ya sudah kami ikut vaksin yang Sinovac," jelas Delni.

Pada dini hari, Senin (13/9/2021), Faiz merasakan gejala asma yang akut.

Setelah memakai inhaler ia pun kembali beristirahat dan subuh hari sekitar pukul 04.00 WIB, Faiz diketemukan telah meninggal dunia.

Delni sangat menyayangkan adanya kabar yang beredar menyebutkan anaknya meninggal dunia karena divaksin.

Ia menegaskan kabar tersebut salah.

Karena kegiatan vaksinasi yang diikuti anaknya sudah berlangsung sejak lama.

"Saya mohon segera diluruskan kabar ini.

Saya sudah berusaha ikhlas, jangan lagi ada desas-desus yang aneh seperti ini," tambah Delni. (TribunBatam.id/Roma Uly Sianturi/Hening Sekar Utami)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Corona Kepri

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved