KENDALA Polisi Buru Pelaku Penembakan Ustaz di Tangerang
Penyidik Polda Metro Jaya bersama Polresta Tangerang Kota masih menyelidiki penembakan ustaz di Tangerang, Sabtu (18/9). Apa kendala yang dihadapi?
Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Bonar Pakpahan mengungkapkan, selain menjadi Dewan Kemakmuran Masjid, korban diketahui membuka jasa pengobatan alternatif.
Bahkan korban diketahui telah 20 tahun membuka praktiknya ini.
DUKA Keluarga
Suasana duka menyelimuti sebelumnya keluarga Ustaz Armand.
Pria 45 tahun itu ditembak Orang Tak Dikenal (OTK) sesudah menunaikan salat Maghrib di masjid dekat rumahnya yang terletak di Kunciran Tangerang, Sabtu (18/9).
Peristiwa tersebut berlangsung di rumah korban, Jalan Nean Saba RT 02/RW 05 Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.
Anak Ustaz Armand, Alif masih ingat betul perkataan ayahnya sebelum menghadap Sang Maha Pencipta.
Remaja 15 tahun kelas I SMK ini sempat dirangkul oleh Sang Ayah serta memberinya uang.
Kala itu, Alif sempat perebutan handphone dengan adiknya yang paling bungsu berusia 7 tahun.
"Kemarin saya mau pakai handphone ayah saya, tapi diambil sama adik.
"Saya dikasih uang Rp 50.000 sama ayah, biar saya yang mengalah," ujar Alif dikutip dari WartaKota dilansir Tribunnews.com, Minggu (19/9/2021).
Akhirnya Alif pun mengalah. Dan merelakan ponsel itu digunakan adiknya.
"Tapi saat saya dikasih uang itu, ayah pesan jangan bilang ke ibu," kata Alif sambil menangis sendu.
Polda Metro Jaya sebelumnya terus menyelidiki kasus penembakan terhadap Ustaz Alex di Kunciran, Kota Tangerang.
Baca juga: Ustaz di Batam Diserang Orang Tak Dikenal saat Isi Ceramah di Masjid, Begini Kondisinya
Baca juga: Penyerangan Ustaz Abu Syahid Chaniago, Emak-emak Emosi dan Pukuli Pelaku
Untuk mencari tahu penembakan itu, tim Labfor tengah meneliti jenis senjata apa yang digunakan pelaku OTK itu saat menembak ustaz bernama asli Armand itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/penyerangan-ustaz-di-tangerang-45.jpg)