Breaking News:

LINGGA TERKINI

INI Beda Permainan Gasing di Lingga Dibanding Gasing Daerah Lain

Lingga menerima perhargaan berupa Pencatatan Inventarisasi Kekayaan Intelektual Komunal Ekspresi Budaya Tradisional, berupa Gasing Lingga.

Penulis: Febriyuanda | Editor: Tri Indaryani
TRIBUNBATAM.id/Febriyuanda
Anak-anak di Desa Mepar, Kecamatan Lingga, Kabupaten Lingga, Provinsi Kepri yang bermain gasing beberapa waktu lalu 

Di antaranya nilai kebersamaan, nilai kejujuran, nilai sportifitas, dan banyak lagi nilai positif yang dapat ditanamkan dalam permainan Gasing Lingga.

Untuk membuat gasing dibutuhkan beberapa buah alat, dilakukan secara tradisional tentunya dengan peralatan sederhana atau dengan alat yang sederhana.

Adapun alat atau bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan gasing, yakni parang, Kapak kecil, pisau, bubut atau larik, pahat, kikir, gergaji, kayu Tempinis atau kayu lainnya.

Terdapat tiga jenis dalam permainan Gasing Lingga, yakni Gasing pemangkah atau pemukul, gasing pemasang atau penahan, dan gasing uri atau beraje.

Setiap jenis pun memiliki fungsi tersendiri, yang tidak dapat dimainkan asal-asalan, sesuai dengan ketentuan permainan Gasing Lingga.

Permainan ini pun pada umumnya dimainkan oleh anak laki ataupun orang dewasa, baik itu secara perorangan maupun kelompok.

Pemerhati sejarah dari Staf Dinas Kebudayaan Lingga, Lazuardy menjelaskan, bahwa permainan gasing pada zaman Sultan terakhir merupakan permainan anak bangsawan.

Selain itu, beberapa gasing juga dimainkan oleh masyarakat kampung dari dulu.

"Cuma yang menjadi perbedaan, dulunya permainan di istana dipakai oleh anak-anak istana dengan pakaian baju kurung yang sering dipakai dulu.

Kalau masyarakat awam hanya memakai pakaian pada umumnya, ada yang memakai kain dan sebagainya," kata Lazuardy kepada TribunBatam.id.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved