Breaking News:

BATAM TERKINI

Apindo Batam Minta Penundaan Kenaikan Tarif UWT

Pengusaha berharap Kepala BP Batam memberikan relaksasi dan penundaan tarif UWT yang dipatok naik 4 persen tiap tahunnya.

Penulis: Roma Uly Sianturi | Editor: Tri Indaryani
tribunbatam.id/dewi haryati
Ketua Apindo Batam, Rafki Rasyid mengatakan, pengusaha berharap Kepala BP Batam memberikan relaksasi dan penundaan tarif UWT yang dipatok naik 4 persen tiap tahunnya. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pengusaha berharap Kepala BP Batam memberikan relaksasi dan peninjauan pemberlakuan Perka No. 1 Tahun 2018 tentang Jenis tarif dan layanan pada wilayah KPBPB Batam khususnya Pasal 4 ayat 1 dan ayat 3.

"Pada pasal 4 ayat 1 dan ayat 3 tersebut terdapat aturan adanya kenaikan UWT sebesar 4 persen setiap tahunnya dan apabila masyarakat ingin membayar lebih cepat daripada jadwal jatuh tempo pembayaran UWTnya tetap akan dikenakan tarif baru pada saat UWT habis. Bukan tarif di saat masyarakat melunasi pembayaran UWTnya," kata Rafki, Senin (27/9/2021).

Diakuinya, alasan pengusaha meminta Kepala BP Batam meninjau kembali pemberlakuan Perka 1 tahun 2018 ini karena saat ini situasi yang tidak normal akibat Pandemi Covid-19.

Sehingga kemampuan pelaku usaha dan masyarakat dalam membayar UWT mengalami penurunan.

"Kita berharap ini menjadi pertimbangan BP Batam mengabulkan permohonan kita," katanya.

Ia melanjutkan, Apindo Batam sudah berkirim surat terkait hal ini dan juga telah meminta waktu berdiskusi dengan BP Batam untuk mencari solusi terbaik.

Baca juga: MINTA Data TKI Kena Covid-19 tak Masuk Kasus Kepri, Ansar : PMI Bukan Warga Kita

Baca juga: Jika PPKM Kepri Sudah Level 2, Gubernur Minta Penerbangan ke Kepri Pakai Antigen

"Kita tidak minta relaksasi seterusnya tapi cukup dua atau tiga tahun saja selama Pandemi Covid-19 masih terjadi," ujar Rafki.

Relaksasi yang diberikan dampaknya juga akan mendorong masyarakat untuk melunasi tagihan UWT lahannya lebih cepat jika diberikan relaksasi menggunakan tarif sekarang.

Ditambah dengan penundaan kenaikan tahunan UWT 4 persen akan membuat cashflow yang diterima BP Batam akan lebih cepat dan bisa dipakai untuk mempercepat pembangunan Batam di masa Pandemi ini.

"Relaksasi dan penundaan kenaikan ini sama seperti insentif yang diberikan kepada pemilik kendaraan bermotor. Di mana dengan insentif yang diberikan akan membantu dunia usaha memperbaiki operasional perusahaannya dan juga sekaligus akan memperbaiki cashflownya BP Batam. Jadi mudah-mudahan permintaan kita ini dapat dikabulkan oleh BP Batam," katanya. (TRIBUNBATAM.id/Roma Uly Sianturi)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved