PEMBUNUHAN SADIS DI BINTAN
Pembunuhan Bos Besi Tua di Bintan, Pelaku Curiga Korban Punya Hati ke Istrinya
Kepada Polisi, Zulkifli mengaku nekat membunuh bosnya karena dendam lantaran korban selalu menyuruhnya menceraikan istrinya.
Penulis: Eko Setiawan |
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Direskrimmum Polda Kepri mengungkap kasus pembunuhan Bos Besi Tua bernama Zainuddin.
Pelaku merupakan warga Tanjungpinang yakni Zulkifli dan Dedi.
Dari keterangan pihak kepolisian, ini merupakan kasus pembunuhan berencana.
Sebab Zulkifli menaruh dendam dengan korban lantaran korban selalu menyuruh tersangka untuk menceraikan istrinya.
"Kalau kau nggak mampu bahagiakan istrimu kau ceraikan saja," ucap Zulkifli memberikan keterangan saat konfrensi pers di Polda Kepri, Rabu (29/9/2021) siang.
Zulkifli menaruh curiga kalau bosnya ini menaruh hati kepada istrinya.
Sebab omongan bosnya semasa hidup selalu membuat dia sakit hati.
Bahkan dia merasa tidak dihargai sebagai seorang lelaki yang juga kepala rumah tangga.
Akhirnya ia mengajak Dedi untuk menghabisi Zainuddin.
Baca juga: GASAK Uang Ratusan Juta Rupiah, 2 Pembunuh Bos Besi Tua di Bintan Terancam Hukuman Mati
Baca juga: Batam Terima 60.000 Dosis Vaksin AstraZeneca Bantuan Singapura
Tidak hanya itu ia juga menjanjikan akan memberikan uang banyak kepada Dedi.
Zulkifli tahu kalau Zainuddin baru saja mendapatkan uang banyak. Dan dia hendak membeli sebuah mobil baru.
Bahkan Zulkifli mengatakan akan memberikan kode kepada Dedi jika saat eksekusi di dalam mobil.
Berbagai rencana dia lakukan untuk menghabisi nyawa Zulkifli.
Bahkan persiapan sudah dilakukan secara matang termasuk menyiapkan tali untuk menjerat leher korban di dalam mobil.
Waktu pengeksekusian pun tiba.
Pada tanggal 5 September 2021 kedua pelaku yakni Zulkifli dan Dedi tiba di rumah korban.
Saat itu kedua tersangka diajak untuk membeli mobil baru.
Sementara uang senilai ratusan juta sudah ada di tangan korban.
Mereka pergi dengan menggunakan mobil milik korban. Korban duduk disamping kanan sementara Zulkifli membawa mobil.
Sedangkan Dedi duduk dibangku bagian belakang Zainuddin.
Sesampai di TKP pembunuhan, pelaku memberhentikan kendaraanya dan memberikan kode kepada Dedi dengan cara mengangkat dagunya.
Di sana Dedi langsung paham dan mengangguk sebanyak dua kali.
Dengan sigap, Dedi mengambil tali dan menjerat pelaku dari belakang.
Bahkan Zulkifli langsung membantu rekannya untuk menghabisi Zainuddin secara sadis.
Yakin bosnya sudah tidak bernyawa, kedua pelaku ini memindahkan korban ke bagian belakang mobil.
Kemudian mereka menuju kawasan batu 58.
Sebelum sampai di kawasan tersebut, kedua orang ini singgah kesebuah rumah untuk mengambil cangkul.
Cangkul itu digunakan untuk mengubur Zainuddin di kawasan Sutet tetpatnya di Batu 58 Kab Bintan.
Usai menguburkan korbannya, kedua pelaku menuju danau biru di KM 20 Bintan tak jauh dari Kawasan Ekonomi Khusu (KEK) Galang Batang.
Mereka memarkirkan mobil dengan arah bagian depan mobil menghadap danau biru.
Mereka tidak langsung membuang mobil itu. Dia memastikan suasana mulai gelap dan baru menurunkan semua kaca mobil.
Selanjutnya kedua orang ini mendorong mobil kedalam danau biru.
Kedua pelaku memang sangat hati-hati saat beraksi.
Mereka bahkan masuk ke danau karena mobil yang mereka buang tidak kunjung tenggelam.
Setelah mobil tenggelam mereka baru pergi meninggalkan lokasi dan jalan kaki menuju kawasan KEK Galang Batang.
Untuk pulang ke Tanjungpinang, mereka meminta temannya untuk merental mobil dan menjemputnya di kawasan tersebut.
Pembagian tak sesuai Janji.
Kedua pelaku pembunuhan sempat saling menyalahkan lantaran Zulkifli tidak menepti janjinya kepada Dedi usai mengeksekusi Zainuddin.
Dari keterangan pelaku kepada penyidik, sebelumnya Zulkifli menjanjikan akan membagi dua hasil rampokan tersebut.
Namun sayang, Zulkifli hanya memberi Dedi uang Rp 3,5 juta saja.
Sementara uang Rp 200 juta dipegang oleh Zulkifli.
Keesokan harinya, Zulkifli meminta ATM dan HP milik korban yang dipegang oleh Dedi.
Zulkifli berjanji akan memberikan uang tambahan kepda Dedi.
Namun sayang, sejak saat itu, Zulkifli menghilang dan membawa uang ratusan juta beserta HP dan ATM milik Korban.
"Semenjak hari itu memang Zulkifli menghilang dan melarikan diri ke Riau. Mereka kita bekuk di sana," ujar Kabid Humas Polda Kepri Kombes Pol Harry Goldenhart.
Walau hanya mendapat bagian sedikit, Dedi juga melarikan diri dari pihak kepolisian sehingga dia pun dibekuk di kawasan Riau.
Pelaku Kuras ATM Korban
Selain membawa kabur uang ratusan juta, Zulkifli ternyata menguras uang milik Zainuddin.
Diketahui uang didalam Rekening milik Zainuddin senilai Rp 60 juta.
Zulkifli mempunyai Pin ATM korban karena di dalam HP milik korban ada pin ATM miliknya.
Uang itu kemudian dikuras hingga habis. Zulkifli lalu memboyong keluarganya ke Indra Giri Hulu Provinsi Riau.
Akhir pelarian Zulkifli berhenti sampai disana. Sempat terjadi upaya pelarian dilakukan oleh Zulkifli saat tim Jatanras Polda Kepri melakukan penangkapan.
Sementara itu, Dedi ditangkap oleh tim Jatanras Polda Kepri di kawasan tembilahan.
Di sana mereka akhirnya mengakui perbuatannya melakukan pembunuhan sadis terhadap pelaku di kawasan Bintan. (TRIBUNBATAM.id/Koe)
*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google