Tekan Penyebaran Kasus Covid-19, Dinkes Batam Perketat Testing, Tracing, Treatment
Contact tracing atau pelacakan kontak erat pasien Covid-19 adalah bagian dari 3T (testing, tracing, treatment) untuk memutus rantai penyebaran Covid-1
Penulis: Thom Limahekin | Editor: Thom Limahekin
Editor: Thomm Limahekin
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Di tengah Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), upaya menekan penyebaran Covid-19 terus dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemko) Batam.
Salah satunya dengan mengerahkan seluruh sumber daya kesehatan dalam hal meningkatkan tracing.
Contact tracing atau pelacakan kontak erat pasien Covid-19 adalah bagian dari 3T (testing, tracing, treatment) untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.
Tujuannya adalah melacak orang-orang yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19.
Dengan demikian, mereka yang berisiko tertular dan menularkan kembali pada orang lain bisa segera diisolasi. Upaya tracing di Kota Batam pun kian gencar dilakukan.
"Sesuai edaran Kemendagri untuk meningkatkan tracing menjadi 1:15 sudah kita laksanakan di seluruh Puskesmas di Kota Batam," ujar Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmardji, Selasa (28/9/2021).
Dalam hal ini, seluruh tenaga kesehatan di setiap puskemas diarahkan untuk meningkatkan tracing menjadi 15 orang pada satu kasus positif Covid-19.
Baca juga: Tekan Penyebaran Corona, Dinkes Batam Gencarkan Tracing di Setiap Kasus Covid-19
Menurut Didi, tracing yang dilakukan tidak hanya bagi kontak erat, namun semua jenis kontak.
"Karena kalau kontak erat saja, terkadang tidak tercapai," ungkap Didi.
Pemerintah setempat semisal camat dan lurah akan terlibat dalam setiap kegiatan tracing yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dari puskesmas.
Tidak hanya itu, pihak Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga akan turut serta demi keamanan serta ketertiban kegiatan tracing.
"Dari 15 orang kontak ini nantinya akan didata untuk selanjutnya di-tes PCR atau antigen. Jika hasilnya positif akan didata dan tracing juga dilakukan pada 15 orang yang memiliki kontak dengannya," tutur Didi.
Menurut Didi, peningkatan tracing di masyarakat ini bertujuan untuk menekan angka penyebaran Covid-19 di Kota Batam.
Penguatan tracing juga sekaligus merupakan bagian dari 3 T yakni testing, tracing dan treatment.
Upaya ini agaknya telah dilakukan di sejumlah puskesmas Kota Batam, satu di antaranya adalah Puskesmas Sekupang.
Kepala Puskesmas Sekupang, dr. Desi Atry mengatakan, peningkatan tracing pasien Covid-19 hingga 15 orang sudah berlangsung selama ini.
Umumnya mereka yang di-tracing ini pernah melakukan kontak langsung dan erat dengan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19
"Alhamdulilah kita sudah laksanakan," ujar Desi.
Menurut Desi, 15 orang yang terindikasi kontak erat dengan pasien positif Covid-19 akan menjalani Tes Antigen. Ini menjadi tahapan lanjutan yang dikenal dengan testing.
Adapun proses testing terhadap mereka yang pernah berkontak erat akan dilakukan sebanyak dua kali.
Testing pertama yakni entry test dan jika positif langsung diusulkan untuk isolasi mandiri baru dilanjutkan dengan swab PCR.
Jika hasilnya negatif, maka dianjurkan untuk melakukan karantina mandiri selama lima hari.
"Setelah lima hari kami ulang testing rapid antigen yang disebut sebagai exit test. Jika negatif maka dia dibebaskan dari karantina. Tapi jika positif maka dilanjutkan dengan swab PCR sambil diisolasi mandiri," ungkap dr. Desi.
Dari sekian banyak upaya penanganan Covid-19, tracing menjadi langkah penting yang harus dilakukan.
Dengan melacak orang-orang yang pernah melakukan kontak erat dengan pasien, maka penularan yang lebih luas bisa dicegah.
Baca juga: Dinkes Batam Tingkatkan Tracing, Satu Kasus Covid-19 Target 15 Orang
Adapun 3 manfaat tracing yang paling utama untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, yakni:
Identifikasi
Mengidentifikasi waktu dan tempat terjadinya kontak erat dengan pasien Covid-19.
Informasi
Menginformasikan orang-orang yang telah berkontak erat dan mempunyai risiko tertular Covid-19
Isolasi
Mengisolasi orang-orang yang positif Covid-19 untuk menghindari penularan lanjutan lebih luas.
Bila tracing tidak dilakukan, maka orang-orang yang terindikasi tertular Covid-19 bisa bebas beraktivitas.
Akibatnya, mereka yang tidak tahu jika dirinya positif Covid-19 tanpa sadar bisa menularkan pada orang lain. (TRIBUNBATAM.id/Thomas Tonek Thomlimah Limahekin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1108tes-antigen.jpg)