PEMBUNUHAN SADIS DI BINTAN

Zainuddin Ternyata Dibunuh Pekerjanya, Dicekik dan Dikubur Lalu Mobil Ditenggelamkan

Zainuddin yang sempat hilang, ditemukan dalam kondisi mengenaskan. Dia ternyata dibunuh pekerjanya dengan cara sadis karena pelaku mengincar uangnya.

Penulis: Beres Lumbantobing |
TRIBUNBATAM.id/BERES LUMBANTOBING
Dua tersangka pembunuhan sadis dihadirkan di ruang utama Ditreskrimum Polda Kepri.  

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Zainuddin yang sempat menghilang telah ditemukan dalam kondisi yang mengenaskan.

Pria tersebut ternyata menjadi korban pembunuhan dengan cara yang cukup sadis.

Sebelum meninggal, korban jadi korban penipuan lalu dicekik dan dikubur.

Sementara mobilnya dibuang ke danau biru di Kabupaten Bintan.

“Iya, untuk membunuh korban upaya pelaku cukup sadis. Korban dicekik pakai tali, lalu mayatnya dikubur dan mobilnya ditenggelamkan ke danau biru Bintan,” ungkap Direktur Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Pol Jefri Ronald Parulian Siagian saat konferensi pers di ruang utama Ditkrimum Polda Kepri, Nongsa, Rabu (29/9/2021).

Didampingi Kabid Humas Polda Kepri dan Kapolres Tanjungpinang, Dirkrimum Kombes Pol Jefri menyebutkan korban dihabisi secara sadis oleh dua tersangka secara bersamaan di dalam mobil. 

“Tersangkanya dua orang, Zulkifli dan Ariansyah. Korban dieksekusi di dalam mobil hingga tewas,” ujarnya. 

Peristiwa itu bermula saat korban dan tersangka akan berangkat ke Kabupaten Bintan untuk melihat barang bekas atau besi tua yang akan dibeli.

“Korban ini, kan pengusaha besi tua. Sementara pelaku Zulkifli merupakan anggota atau pekerjanya. Ia bekerja sudah cukup lama dengan korban. Namun ada rasa sakit hati yang dirasakannya hingga mendorongnya merencanakan pembunuhan kepada si bos besi tua,” kata Kombes Pol Jefri.

Baca juga: BREAKING NEWS - 2 Pelaku Pembunuhan Sadis di Bintan Dibekuk Polda Kepri

Baca juga: Realisasi PMA 2020 di Batam Mencapai 643 Juta Dolar Amerika

Dorongan untuk membunuh korban pun didukung situasi kondisi saat itu.

Pelaku, Zulkifli mengetahui bahwa korban, si bosnya baru saja dapat duit dari hasil penjualan besi tua.

Saat itu pula ia membicarakan kepada Zainuddin bahwa ada barang yang akan dijual di kabupaten Bintan, Zulkifli pun mengajak Zainuddin untuk melihat barang tersebut. 

Namun sebelum berangkat ke Bintan melihat  barang itu, Zulkifli sempat pulang ke rumah untuk mengajak rekannya Ariansya.

Saat itu pulalah kedua pelaku ini merencanakan untuk melancarkan aksinya.

Tak lama kedua pelaku pun bertemu dan berangkat ke Bintan bersama Zainuddin.

Mereka menggunakan satu mobil Avanza Veloz berwarna putih milik korban. 

Sebelum sampai di lokasi, kedua pelaku ini pun melancarkan aksinya.

Tepat di Jalan Nusantara KM 20 Kijang korban pun dihabis secara bersamaan oleh dua pelaku.

Setelah dipastikan tak bernyawa korban pun dibawa ke arah batu 58 Bintan.

Tepat di bawah tower sutet atau tidak jauh dari klenteng korban pun dikubur di lokasi itu. 

Usai mengubur korban, kemudian tersangka membawa mobil korban ke Danau Biru Bintan. Di sana mobil tersebut ditenggelamkan dua pelaku ini. 

Dari dalam mobil kedua pelaku pun berhasil membawa yang korban sebanyak Rp 200 juta dari dalam dasbor mobil. 

Tak hanya uang Rp 200 juta, uang yang berada di pakaian korban sebesar Rp 9 juta juga diambil pelaku.

Bahkan selain itu, hasil penyidikan ada tambahan uang sebesar 60 juta juga berhasil diambil korban dari kartu rekening korban.

Kata dia penangkapan dua pelaku dilakukan setelah melakukan perburuan panjang hingga ke Indra Giri Hilir dan Indra Giri Hulu Riau.

Pelaku berhasil diringkus dari tempat persembunyiannya pada 23 September 2021. 

Peristiwa pembunuhan terjadi pada 5 September lalu. Kejadian terkuak pada 8 September 2021. (TRIBUNBATAM.id/Beres Lumbantobing)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved