HARI BATIK NASIONAL
Batik Diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia, Ini Asal-usul dan Fakta Unik Batik Indonesia
Batik, yang merupakan salah satu warisan budaya Indonesia sudah dikenal secara mendunia. Lalu bagaimana sejarah dan asal-usul batik?
TRIBUNBATAM.id - Hari ini, Sabtu 2 Oktober 2021, merupakan Hari Batik Nasional.
Masyarakat Indonesia patut bangga. Batik, yang merupakan salah satu warisan budaya Indonesia sudah dikenal secara mendunia.
Banyak pesohor dunia yang mengenakan batik mula dari Paris Hilton, Jessica Alba hingga penyanyi populer Korea V BTS, bukan kah itu membanggakan?
Bahkan, lembaga dunia UNESCO pun mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia.
Lantas apa yang membuat UNESCO mengakui batik dengan predikat tersebut?
Dilansir dari kompas.com, Wakil Ketua Yayasan Lasem Heritage Yulia Ayu menuturkan, setidaknya ada tiga kriteria di balik penetapan UNESCO terhadap batik.
Menurutnya, kriteria pertama yang berhasil dipenuhi dan membuat batik Indonesia diakui oleh UNESCO adalah ilmu membatik.
“Ilmunya diturunkan dari generasi ke generasi. Dari pemilihan canting, cara mencanting, desainnya, motifnya, hingga cara pewarnaannya,” kata Yulia.
Kedua, batik Indonesia juga digunakan sebagai bagian dari kehidupan manusia, khususnya di Pulau Jawa.
“Sejak lahir, batik digunakan untuk menggendong bayi. Lalu dalam proses khitanan, pernikahan, hingga untuk menutup jenazah orang yang sudah meninggal,” tutur Yulia.
Baca juga: Kumpulan Ucapan Hari Batik Nasional 2021 untuk Status Medsos Facebook, Instagram , WA, dan Twitter
Baca juga: DERETAN 10 Motif Batik Khas Batam, Kasih Bersambut hingga Bunga Hutan
Ketiga, batik juga kerap digunakan oleh masyarakat Indonesia dalam kegiatan sehari-hari sejak dulu hingga saat ini seperti pakaian.
Batik Indonesia, baik yang berfungsi sebagai pakaian sehari-hari, pakaian mode, atau yang lainnya bahkan juga digunakan oleh masyarakat di sejumlah negara termasuk Myanmar, Singapura, Malaysia, dan Afrika.
Lalu seperti apa sejarah batik sebenanya?
Batik pertama kali diperkenalkan ke dunia oleh Presiden ke-2 Soeharto saat menghadiri konfrensi PBB.
Soeharto sering memberikan batik sebagai cinderamata untuk tamu-tamu negara pada pertengahan tahun 1980-an.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/paris-hilton-dan-syahrini-berbaju-batik.jpg)