Daftar Tokoh Jenius Ciptakan Karya dan Temuan Hebat Saat Wabah Penyakit
Lebih banyak aktivitas di dalam rumah atau ruangan karena menghindari wabah atau sedang isolasi, tak serta merta membuat beberapa orang minim kreasi
TRIBUNBATAM.id - Lebih banyak aktivitas di dalam rumah atau ruangan karena menghindari wabah atau sedang isolasi, tak serta merta membuat beberapa orang minim kreasi.
Mereka bahkan berhasil menciptakan dan menganalisa temuan-temuan yang membuat mereka dianggap jenius.
Isolasi tak membuat pemikiran mereka diam, bahkan makin liar.
Mereka justru menghasilkan karya dan temuan yang hingga kini dikenal seluruh dunia.
Dikutip dari berbagi sumbar, berikut adalah 8 tokoh jenius yang berhasil menghasilkan karya atau menemukan sesuatu dalam bidang ilmu pengetahuan saat isolasi:
1. Victor Hugo
Pernah mendengar tentang Les Misérables?
Buku tebal itu karya penulis Perancis Victor Hugo.
Pada tahun 1851, Hugo sangat kecewa dengan keadaan di Perancis.
Dia adalah kritikus vokal Napoleon III dan mengasingkan diri untuk menghindari hukuman.
Pengasingannya membawanya dari Belgia ke pulau Jersey di Selat Inggris hingga ke Pulau Guernsey di dekatnya.
Baca juga: 7 Kebiasaan Aneh Orang Jenius yang Jarang Disadari, Apakah Kamu Termasuk?
Baca juga: 5 Shio Dijuluki Sosok Paling Jenius, Punya Kemampuan Otak Mengesankan
Secara keseluruhan, dia menghabiskan hampir 20 tahun dari negara asalnya dan membuat banyak tulisan.
Selain tiga buku puisi, dia membuat sebagian besar Les Misérables yang sudah dimulainya bertahun-tahun sebelumnya.
Tetapi selama pengasingannya, dia menggarapnya hingga selesai.
Sementara jauh dan kecewa dengan Perancis, dia menulis salah satu karya sastra Perancis.
2. Simone de Beauvoir
Suara feminisme Perancis abad ke-20 ini kehilangan pekerjaan mengajarnya selama pendudukan Nazi di Paris, Perancis.
De Beauvoir membantu Perlawanan Perancis di dalam kota dan menghasilkan beberapa karya sastra.
Mungkin yang paling menonjol dan relevan adalah satu-satunya permainannya, Les Bouches inutiles (suara yang tidak berguna).
Ditulis pada tahun 1945, permainan ini berlangsung selama pengepungan abad ke-14 tetapi jelas terinspirasi oleh rezim Nazi.
Judulnya mengacu pada cara orang yang bertanggung jawab menulis sebagai 'tidak berguna.'
Atau bahkan mengorbankan, orang-orang terpinggirkan, seperti orang tua, wanita, dan anak-anak, selama masa pengepungan untuk menyelamatkan kehidupan pria muda yang sehat.
Baca juga: Anda Ingin Bayi Jenius Saat Lahir? Cobalah Konsumsi 7 Makanan ini Saat Hamil
Baca juga: Tes Kepribadian: Arahkan Mata ke Tengah Gambar! Warna Dominan Kamu Lihat Akan Ungkap Sisi Jeniusmu!
3. Isaac Newton
Salah satu klaim paling banyak di internet saat ini adalah Sir Isaac Newton berada dalam isolasi, ketika menemukan teori terkenalnya tentang gravitasi.
Pada 1665, ketika Newton menjadi mahasiswa di Cambridge, London, Inggris, terjadi epidemi besar wabah pes.
Newton ke Woolsthorpe Manor, satu jam perjalanan, dan menghabiskan waktu 18 bulan di sana.
Lantas, dia melakukan beberapa penelitian serius.
Teorinya tentang gravitasi baru temuan permulaannya saja.
Dia juga menulis beberapa makalah tentang kalkulus.
Namun, ada yang meragukan apakah pencerahan gravitasinya dipicu oleh sebutir apel yang jatuh di kepalanya?
Kisah sebutir apel itu kerap dianggap sebagai salah satu momen terkenal dalam sejarah yang tidak benar-benar terjadi.
Baca juga: Usai Dianiaya hingga Gegar Otak, Seorang Pria Berubah Jadi Jenius, Profesor Filsafat Kaget
4. Giovanni Boccaccio
Giovanni Boccaccio layak mendapatkan pengakuan karena menghasilkan karya selama Wabah — The Black Death.
Wabah itu menghancurkan dan melanda rumah Boccaccio di Florence pada tahun 1348 yang membunuh ayah dan ibu tirinya.
Sumber-sumber menyebutkan beragam versi, apakah dia sendiri meninggalkan kota untuk mengisolasi.
Pada tahun-tahun setelah wabah dia menghasilkan karya paling terkenal, novel berjudul The Decameron, tentang 10 orang muda melarikan diri saat wabah di Florence 1348.
Boccaccio bahkan membagi novel dengan mencatat setiap hari tentang karakternya selama karantina.
5. William Shakespeare
William Shakespeare mengalami banyak periode wabah penyakit selama hidupnya.
Tidak ada bukti bahwa lelaki itu pernah mengalami masa karantina.
Tetapi sepanjang masa-masa paling produktifnya, Kota London, Inggris, ditutup karena wabah penyakit pes.
Baca juga: Virus Corona Pulang ke China, Media Pemerintah Sebut Wabah Covid-19 Terparah Sejak Muncul di Wuhan
Baca juga: Pekanbaru Zona Merah? 44 Kelurahan Sudah Terpapar Wabah Corona, Wali Kota Tak Ingin Seperti India
Bahkan teater, menurut Guardian, ditutup secara massal selama dekade paling produktif Shakespeare sebagai penulis drama tahun 1603-1613.
Shakespeare menulis beberapa puisi, termasuk Venus and Adonis, selama penutupan teater.
Penampilan pertama King Lear, pada akhir 1606, tentu saja terjadi setelah wabah London pada musim panas itu berlalu.
6. Frida Kahlo
Seniman Meksiko terkenal ini berulang-ulang mengalami kemalangan serius.
Pada usia enam tahun, dia mengalami polio yang harus istirahat panjang di rumah.
Sekitar 12 tahun kemudian, Kahlo yang mahasiswa, mengalami kecelakaan.
Bus yang ditumpanginya bertabrakan dengan trem.
Dia menderita cedera serius akibat kecelakaan itu, termasuk tulang belakang dan tulang panggul retak.
Setelah dirawat di rumah sakit, di hanya berbaring saja di tempat tidurnya.
Tetapi para sejarawan berspekulasi bahwa masa penyembuhan inilah yang sepenuhnya memperkuat kecintaannya pada seni (bahkan sampai belajar ilmu kedokteran).
Dia melukis potret diri pertamanya saat dalam pemulihan.
Menurut biography.com, dia menggunakan cermin di atas tempat tidurnya untuk referensi saat melukis wajahnya.
Baca juga: Bicara Sendiri Kadang Dianggap Gila, 7 Kebiasaan Aneh Ini Ciri-ciri Orang Ber-IQ Tinggi
Baca juga: 4 Rutinitas Ini Mampu Meningkatkan IQ dan Kecerdasan Anak, Apa Saja?
7. Salvator Rosa
Lukisan 1656 "Human Frailty," tidak terlalu halus.
Lukisan ini adalah karya Salvator Rosa.
Dia baru saja kehilangan anaknya dalam wabah 1656 yang melanda Napoli.
Dua saudara Rosa juga meninggal dalam wabah (dimulai oleh patogen yang sama dengan Wabah Hitam).
Salvator Rosa menghasilkan lukisan suram ini, bayi yang baru lahir (perwakilan putranya) menandatangani hidupnya ke Kematian bersayap.
Tidak pasti apakah dia benar-benar dalam karantina, tetapi dia jelas berada di tengah-tengah wabah yang menghancurkan.
8. Edvard Munch
Karya lukisan The Scream merupakan buatan Edvard Munch.
Edvard Munch pernah mengalami masa wabah influenza pada tahun 1918.
Tetapi, The Scream bukan produk wabah influenza. The Scream dilukisnya pada tahun 1893.
Munch memang melukis karya berjudul Self Portrait with the Spanish flu saat dirinya sakit-sakitan.
Baca juga: 4 Rutinitas Ini Mampu Meningkatkan IQ dan Kecerdasan Anak, Apa Saja?
Baca juga: 6 Zodiak Pemilik Kecerdasan di Atas Rata-rata, Unggul di Banyak Hal dan Punya IQ Tinggi
Tidak seperti kebanyakan orang, Munch tidak meninggal dunia gara-gara flu.
Dia bisa bertahan hidup hingga 25 tahun kemudian setelah wajah Flu Spanyol dan terus menghasilkan karya seni.
.
.
.
(TRIBUNBATAM.id/Widi Wahyuning Tyas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-wabah-blackdeath-yang-melanda-london.jpg)