CORONA KEPRI
KASUS Covid-19 Turun, Kepri Siap Terima Wisatawan Mancanegara
Kepri siap menyambut wisatawan mancanegara dengan menyiapkan destinasi wisata Nongsa dan Lagoi dan membuka penerbangan dan pelabuhan internasional.
TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar mengapresiasi penanganan vaksinasi dan penerapan CHSE yang baik dari hotel, restoran, FKPD serta asosiasi yang melaksanakan vaksin dan pembagian masker.
Ia menyatakan, guna menyambut kedatangan wisatawan mancanegara pihaknya telah mempersiapkan destinasi wisata Nongsa dan Lagoi.
"Asosiasi sudah semangat dengan mendengar kabar penyebaran Covid-19 di Kepri sudah sangat jauh menurun. Kita juga sudah berbincang dengan beberapa asosiasi, bahwa kita siap menyambut kedatangan wisatawan baik lokal terlebih lagi mancanegara," kata Buralimar kepada TRIBUNBATAM.id, Minggu (10/10/2021)
Di sisi lain, agar jumlah wisatawan yang masuk ke Kepri lebih banyak, Buralimar berharap agar Pelaku Perjalanan Dalam Negeri atau PPDN ke Kepri cukup menggunakan antigen.
Pasalnya, menurut Buralimar penggunaan rapid test Antigen jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan rapid test PCR.
"Selain itu, jika syarat PPDN ke Kepri menggunakan Rapid Test PCR itu akan menghambat kedatangan orang dari provinsi lain, sehingga orang masuk untuk berwisata itu kurang," katanya.
Baca juga: DEMI Bisa Mandi dan Minum, Warga Air Asuk Harus Beli Air Seharga Rp 25.000
Baca juga: 12 Kecamatan di Lingga Nol Kasus Covid-19, Tersisa Satu Pasien di Kecamatan Singkep
Salah satu kesiapan dalam menyambut kedatangan wisatawan mancanegara, lanjut Buralimar, pihak asosiasi telah membuat paket promo yang menarik baik di Batam maupun di Kabupaten dan Kota yang ada di Kepri.
"Insyaallah Bandara Hang Nadim dibuka lagi untuk penerbangan Internasional, selain itu juga ada tiga pelabuhan ferry untuk perjalanan Internasional yang dibuka, yaitu Pelabuhan Batam Center, Pelabuhan Nongsa Pura dan Pelabuhan Bandar Bintan Telani (BBT) di Lagoi," kata Buralimar.
Saat borders dibuka baik penerbangan maupun ferry, Kadispar Kepri mengatakan, untuk lebih siap dari penerapan kesehatan, CHSE, vaksin.
"Kita harus lebih siap, semua pelaku pariwisata harus vaksin, ini dilakukan agar kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan dan juga pengelola," ujarnya.
Ia juga meminta agar, persiapan masing-masing dari asosiasi harus lebih matang dari pada sebelum pandemi.
"Jadi kita harus membuat paket itu prima, pelayanan prima. Kalau dulu mungkin setengah-setengah kalau sekarang harus full, karena sektor pariwisata ini memberikan kontribusi sangat besar kepada Sektor-sektor lainnya," jelasnya.
Ia juga menyebutkan bahwa, pihak asosiasi juga telah melakukan komunikasi terkait rencana kedatangan wisatawan singapura.
Salah satu permintaan dari wisatawan mancanegara seperti Singapura adalah tidak menerapkan karantina, pasalnya, karantina membuat mogok orang untuk bepergian.
"Yang penting dijaga itu tracing, kita sudah punya Aplikasi Peduli Lindungi. Kalau ada terkonfirmasi, selama 2 hari yang lalu akan ketahuan dia kemana, dengan siapa bertemu dan jarak 3 meter, sehingga proses tracing bisa lebih cepat dan tepat. Begitu lah kesiapan dari kita," imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kadispar-kepri-soal-rapid-tes-antigen.jpg)