Mengapa Wanita Bersuami Selingkuh? Ahli Sebut 8 Alasannya
Faktanya saat ini tak hanya pria doyan selingkuh. Banyak kasus wanita berstatus istri menjalin hubungan terlarang diam-diam dengan pria idaman lain...
TRIBUNBATAM.id - Buaya darat, hidung belang, playboy dan masih banyak sebutan lain disebatkan pada sosok laki-lagi doyan gonta ganti pasangan atau suka berselingkuh.
Faktanya, banyak pula kasus wanita berstatus istri menjalin hubungan terlarang dengan pria idaman lain (PIL).
Mayoritas perselingkuhan wanita bersuami umumnya karena berbagai faktor, dan paling utama urusan ranjang.
Dengan fakta bahwa ada banyak kasus wanita berselingkuh, membuat kesenjangan gender perselingkuhan menyempit, terutama di kalangan orang lebih muda.
Dengan kata lain saat ini tak bisa serta merta laki-laki digambarkan gender lebih suka berselingkuh dibandingkan dengan wanita.
Beberapa mengaitkan peningkatan perselingkuhan karena adanya peningkatan tanggung jawab, yang membuat kebutuhan dan keinginan perempuan modern semakin meningkat.
Melalui sudut pandang feminis dan kebebasan finansial, perempuan saat ini cenderung diposisikan lebih baik mencari kepuasan emosional maupun seksual yang hilang dalam hubungan mereka.
Baca juga: Cerita Haru Wanita yang Diselingkuhi Kekasihnya, Yang Jadi Pelakor Malah Ibunya Sendiri
Baca juga: Suami Mengamuk Usai Istrinya Dibawa Kabur Pria Lain, Bacok Ayah Selingkuhan Istrinya
Studi dari The Kinsey Institute di Indiana University menemukan, peserta dengan usia rata-rata 31 tahun tidak ada perbedaan gender yang signifikan dalam laporan perselingkuhan (23 persen laki-laki vs 19 persen perempuan).
Survei Sosial Umum (GSS) dari National Opinion Research Center juga menunjukkan, persentase wanita selingkuh meningkat hampir 40 persen dari tahun 1990-2010.
Sementara tingkat perselingkuhan pria tetap stabil di angka 21 persen.
"Kesenjangan bergeser ketika perempuan pergi bekerja, memiliki uang dan pilihan untuk diri mereka sendiri.
Dengan adanya pilihan, orang mencari apa yang disukai," jelas terapis pernikahan dan seks, Angela Skurtu M.Ed, LMFT.
Menurut dia, sekarang para perempuan lebih mengharapkan kebahagiaan, seks yang baik, sahabat, dan mungkin karir yang cemerlang, sama seperti laki-laki.
Baca juga: Jonathan Frizzy Bantah Selingkuh, Ijonk Cekcok dengan Dhena Devanka Sejak Anak Pertama Lahir
Baca juga: Dhena Devanka Ungkap Pola Perselingkuhan Jonathan Frizzy, 2 Kali, Kamis Cari Ribut Lalu Tak Pulang
Ada beberapa alasan mengapa wanita berselingkuh menurut Skurtu, yakni sebagai berikut:
1. Ketidakpuasan dalam hubungan
Hal ini dapat dilihat sebagai tema yang mendasari mayoritas motivasi perselingkuhan.
"Ketidakpuasan adalah awal mulanya," ujar Skurtu.
"Orang-orang yang berselingkuh mengatakan bahwa mereka berada dalam kondisi yang buruk," lanjut dia.
Ketika kesempatan untuk berselingkuh muncul, alih-alih menghentikannya, banyak yang justru melintasi batas.
Kebanyakan orang menjadikan kondisi yang menurutnya buruk sebagai alasan untuk membenarkan perilaku mereka ketika berselingkuh.
Tidak menemukan kepuasan dalam hubungan saat ini dapat memicu seseorang, baik laki-laki maupun perempuan, untuk mencari kepuasan itu di tempat lain.
Beberapa orang bahkan menggunakan perselingkuhan (baik disadari atau tidak) sebagai cara untuk mengakhiri hubungan dengan pasangan.
2. Harga diri
Ketika perempuan memiliki harga diri rendah, hal itu dapat mendorong mereka mencari perhatian dari orang lain.
Baca juga: Video Panas Gisel Dibuat Saat Masih Jadi Istrinya, Gading Marten Pun Pernah Diselingkuhi Pas Pacaran
Baca juga: Mudah Tergoda, Ini 5 Weton Wanita Disebut Suka Berselingkuh Menurut Primbon Jawa
"Ketika ada orang yang menganggap kita menarik dan mulai menunjukkan perhatian yang terasa sangat menyenangkan, kita cenderung terhanyut," kata Skurtu.
Perempuan yang berselingkuh juga mungkin menggunakan perselingkuhan sebagai bukti bahwa mereka menarik dan bernilai.
Ketika satu hubungan asmara terasa hambar, akan ada rasa diabaikan atau tidak berharga, sehingga mereka mengejar minat romantis yang baru dan siklus itu berlanjut.
3. Memenuhi kebutuhan emosional
Sementara penelitian menunjukkan bahwa laki-laki yang selingkuh dimotivasi oleh seks, perempuan yang selingkuh cenderung melakukannya untuk memenuhi kebutuhan emosional.
Dan dalam kasus perselingkuhan emosional, seks sama sekali bukan tujuan.
Apakah perselingkuhan itu bersifat fisik atau emosional, perempuan mungkin berselingkuh karena mereka mendambakan percakapan, empati, rasa hormat, pengabdian, pemujaan, dukungan, atau hubungan lain yang tidak ditemui dalam hubungan mereka saat ini.
Baca juga: 9 Tahun Rumah Tangga sama Bos Katering Kelas Kakap, Ayu Dewi Tak Masalah Jika Regi Datau Selingkuh
Baca juga: Istri Selingkuh Dengan Tetangga, Tes DNA Anak Buka Rahasia Hubungan Terlarang
"Beberapa orang meyakinkan diri mereka bahwa emosional bukanlah perselingkuhan yang nyata. Namun, sebagian besar perselingkuhan seksual dimulai dari emosional," jelasnya.
4. Kemarahan atau pembalasan
Beberapa perempuan memiliki gambaran ideal tentang bagaimana pasangan mereka harus berperilaku.
Ketika pasangan gagal memenuhi harapan dan tidak dapat memenuhi setiap kebutuhan atau keinginan mereka, hal itu dapat menciptakan perpecahan yang memberikan dorongan untuk berselingkuh.
Tak sedikit perempuan yang membenci pasangannya karena alasan lain seperti perselingkuhan pasangannya di masa lalu, dan menggunakan perselingkuhan mereka sendiri sebagai pembalasan.
5. Kurang merasa bahagia
Kita mungkin pernah mendengar istilah serial cheater atau orang yang berselingkuh karena sensasinya.
Mereka biasanya merindukan interaksi yang dipicu oleh endorfin, yang membuat hubungan baru menjadi begitu menarik.
"Saya pikir sebagai masyarakat kita tidak secara jujur membahas betapa membosankannya pekerjaan dan kehidupan keluarga pada waktu-waktu tertentu," terang Skurtu.
Faktanya, sebuah penelitian di situs kencan perselingkuhan AshleyMadison.com, menemukan bahwa 67 persen wanita heteroseksual yang menikah berselingkuh untuk mencari gairah romantis.
Baca juga: Oknum Anggota DPRD Batam Terjerat Dugaan Perselingkuhan, BK Tunggu Hasil Awal Sekretariat
Baca juga: Suami Pukul Istri, Marah Karena Istri Mengancam Hendak Datangi Rumah Selingkuhannya
Seperti laki-laki, banyak perempuan berselingkuh sekedar karena sensasi, bukan ingin meninggalkan suami mereka.
6. Ketidakpuasan seksual
Tidak puas secara seksual yang dialami oleh perempuan bisa juga membuat mereka berselingkuh, walau alasan ini tidak populer.
Faktanya, rata-rata perempuan yang berselingkuh mengakui bahwa mereka tidak lagi mengalami perasaan mendebarkan dan gairah dalam hubungannya, dan merindukan hal itu.
Meski demikian, Skurtu percaya perselingkuhan jenis ini secara historis berpusat pada pria alias lebih banyak dilakukan pria.
"Mungkin ada ekspektasi bahwa pada titik tertentu, seks bukanlah bagian besar dari pernikahan sehingga selingkuh adalah hal yang diperlukan perempuan," tuturnya.
7. Kesepian
Perempuan yang berselingkuh mungkin memiliki pasangan yang bekerja sepanjang hari meninggalkan mereka di rumah bersama anak-anak terus menerus.
Mungkin mereka kehilangan tempat untuk berbagi, bercerita, berkeluh kesah, sehingga mencarinya pada sosok lain.
"Apa pun alasannya, kesepian atau perasaan terisolasi dapat menjadi alasan yang sempurna untuk sebuah perselingkuhan," ungkap Skurtu.
Baca juga: Trik Jitu Bongkar Riwayat Pesan WhatsApp Sudah Dihapus, Bikin Pasangan Berselingkuh Mati Kutu
"Ketika seseorang merasa kesepian dan ada orang lain yang bisa memenuhi kebutuhan yang didambakan, maka perselingkuhan bisa terjadi," tambah dia dikutip dari Kompas.
8. Keterikatan yang tidak aman
Teori keterikatan menunjukkan bahwa masa kanak-kanak dapat memengaruhi bagaimana kita memandang dan berperilaku dalam hubungan kita sebagai orang dewasa.
Cara pengasuhan yang diterima anak akan menentukan gaya keterikatan sebagai orang dewasa, yakni aman, tidak aman/cemas, atau menghindar.
Orang-orang yang mengidentifikasikan diri dengan gaya keterikatan yang tidak aman/cemas dan penghindar lebih cenderung menunjukkan karakteristik yang mengganggu hubungan romantis yang sehat.
Selain itu, mereka lebih cenderung berselingkuh karena mereka mencari kepastian dari pihak ketiga karena mengalami kecemasan pada hubungan dengan pasangan resminya.
"Perasaan pernah sepenuhnya bahagia atau aman dalam diri sendiri ini menjadi alasan mengapa perempuan berselingkuh," imbuhnya.
Baca juga: Blak Blakan Curhatan Shinta Bachir Jadi Selingkuhan Jenderal, Hotman Paris: Apa yang Membuat Tergoda
Baca juga: Hakim Jamaluddin Tewas Ditangan Selingkuhan Istri, Sang Algojo Rela Hanya di Bayar Rp 2 Juta
.
.
.
(*/ TRIBUNBATAM.id)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/10-4-2021-ilustrasi-selingkuh-perselingkuhan-penggerebekan.jpg)