Breaking News:

Kantor Perwakilan BI Kepri Serahkan Bantuan ke Pelaku Pariwisata Terdampak Pandemi

Kantor Perwakilan BI Kepri menyerahkan bantuan paket bahan pokok untuk pelaku pariwisata pada Minggu (10/10)

tribunbatam.id/istimewa
Kegiatan penyerahan bantuan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepulauan Riau kepada pelaku pariwisata 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menyerahkan bantuan paket bahan pokok untuk pelaku pariwisata pada Minggu (10/10/2021) lalu.

Kepala Kantor Perwakilan BI Kepri, Musni Hardi Kasuma Atmaja di sela penyerahan bantuan mengatakan, Bank Indonesia merupakan lembaga negara yang memiliki satu tujuan yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.

Untuk mencapai tujuan tersebut, pihaknya melaksanakan tugas dalam 3 pilar. Yakni menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

Dalam mendukung tugas tersebut, Bank Indonesia juga turut melaksanakan berbagai kegiatan sosial kepada masyarakat yang disebut dengan Program Sosial Bank Indonesia atau PSBI Dedikasi untuk negeri.

“Bentuk kegiatan PSBI yang kami lakukan terdiri dari 3 yaitu peningkatan Kapasitas Ekonomi dan UMKM, peningkatan SDM Unggul dan Pemahaman Publik, dan Program Kepedulian Sosial. Secara khusus kegiatan kita saat ini berkaitan dengan PSBI kepedulian sosial,” jelasnya

Ia menambahkan, sejak pademi Covid-19 masuk ke Indonesia khususnya Kepri, perekonomian banyak mengalami tekanan.

Dimana pertumbuhan ekonomi Kepri pada keseluruhan tahun 2020 menjadi negatif (-3,80% yoy) atau menurun jauh, dibandingkan tahun 2019 yang positif 4,86 persen.

Baca juga: Jadwal dan Harga Tiket Pesawat dari Batam, Terbang 13 Oktober 2021, ke Jakarta Ada 17 Trip

Baca juga: Wali Kota Rudi Minta Penerbangan Umrah Langsung Dari Batam

Penurunan terjadi pada hampir semua sektor ekonomi termasuk sektor yang berkaitan dengan pariwisata yaitu penyediaan akomodasi dan makan minum, transportasi, dan jasa perusahaan merupakan yang terdalam penurunannya hingga mencapai negatif 40 persen (yoy). Kontraksi di sektor sektor tersebut terus berlanjut hingga triwulan I 2021.

“Namun kita bersyukur pada triwulan II 2021 ini, pertumbuhan ekonomi sudah positif sebesar 6,90 persen seiring dengan pelonggaran pembatasan kegiatan masyarakat dan menguatnya imunitas-bersama sejalan dengan realisasi vaksinasi yang terus meningkat,” tegasnya lagi.

Peningkatan pada 3 bulan terakhir ini, tentunya belum serta merta dapat mengimbangi tekanan yang dirasakan selama 1 tahun sebelumnya.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved