Ada Titik Longsor pada Peningkatan Jalan Gajah Mada Tiban Batam, Ini Kata Kontraktor
Kontraktor akui terdapat longsor pada tanah berpasir di lereng bukit, tempat proyek pelebaran Jalan Gajah Mada Batam, tapi tidak bahayakan pengendara
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Beberapa titik longsor kecil tampak di lereng bukit tempat proyek pelebaran Jalan Gajah Mada, Sekupang, Batam, dikerjakan.
Pihak kontraktor proyek, PT Bina Riau Sejahtera mengakui memang terdapat longsor pada tanah berpasir di lereng bukit tersebut.
Mulanya dua titik longsor terjadi sejak dua minggu yang lalu. Kini, menurut pantauan Tribun Batam, terdapat sedikitnya empat titik longsor. Untungnya, tanah longsor tersebut tidak sampai menyentuh area jalan raya.
"Sudah sekitar dua mingguan. Itu karena tanah di bagian atasnya agak lembek, sedangkan bawahnya berbatu-batu," jelas Manajer Proyek dari PT Bina Riau Sejahtera, Sudiman, Selasa (12/10/2021).
Pihaknya mengatakan, longsor tersebut tidak akan membahayakan pengendara yang melintas, karena titiknya cukup jauh dari jalanan, serta pasir yang longsor ditahan oleh bebatuan di bawahnya.
Pihak kontraktor saat ini tengah berupaya memperbaiki lereng bukit yang sempat longsor tersebut.
Sebelumnya, perbaikan longsor belum sempat dilakukan karena kondisi cuaca hujan sehingga medan perbukitan terlalu licin.
Baca juga: BP Batam Tingkatkan Infrastruktur Jalan Depan Southlink, Perkiraan Makan Waktu 8 Bulan
Baca juga: Pelebaran Jalan Gajah Mada Sekupang Diprediksi Selesai November 2021
"Itu sedang kami bentuk lagi saat ini. Kemarin kondisinya hujan terus, jadi licin," tambah Sudiman.
Diperkirakan Rampung November 2021
Sementara itu, pengerjaan Jalan Gajah Mada, Kecamatan Sekupang, Batam sudah mulai dirampungkan.
Diawali sejak April 2021, pelebaran jalan ini ditargetkan dapat selesai dan digunakan November 2021 mendatang.
"Desember, kontrak kami selesai, harapannya bulan November sudah mulai terlihat jalannya jadi lebih lebar dan rapi serta dapat digunakan," ujar Manajer Proyek dari PT Bina Riau Sejahtera, Sudiman, ketika ditemui di baraknya, Selasa (12/10/2021).
Proyek pelebaran jalan ini dikerjakan oleh 30 orang pekerja, dan 15 unit alat berat.
Di bulan keenam ini, kendaraan alat berat sudah mulai berkurang seiring dengan perkembangan proyek yang kini telah rampung sekitar 82 persennya.
Tidak hanya mengerjakan pelebaran jalan, pihak kontraktor juga memperbaiki sistem drainase yang menghubungkan area rawa-rawa samping jalan menuju gorong-gorong di sekitar kawasan Southlinks.
Hal ini guna mencegah meluapnya air rawa akibat hujan yang dapat menyebabkan banjir.
Baca juga: DERETAN Manfaat Proyek Autogate di Pelabuhan Batuampar Batam, Tanpa Tatap Muka Petugas BC
Baca juga: Gandeng BPJamsostek, Pemko Batam Lindungi 6.357 Pegawai Non ASN Pakai Asuransi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1210longsor-di-tanah-perbukitan-batam.jpg)