Breaking News:

BATAM TERKINI

KASUS Dugaan Korupsi Oknum ASN BKIPM Batam Masuk Tahap Pembacaan Tuntutan

Wildan diciduk dalam operasi tangkap tangan (OTT) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri 21 Mei 2021 lalu sekira pukul 12.45 WIB.

mexicoinstitute
Kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) oleh oknum ASN Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM-KHP) Kota Batam, Wildan (36), sudah masuk ke meja hijau. Ilustrasi sidang 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kasus dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) oleh oknum ASN Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM-KHP) Kota Batam, Wildan (36), sudah masuk ke meja hijau.

Hal ini ditegaskan oleh Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Batam, Wahyu Octaviandi.

"Sudah masuk tahap pembacaan tuntutan," ujar Wahyu saat ditemui TRIBUNBATAM.id, Rabu (13/10/2021).

Di mana, pembacaan tuntutan akan dilakukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Senin tanggal 25 Oktober.

Sementara, agenda sidang pemeriksaan saksi ahli dan terdakwa sudah digelar Senin (11/10/2021) lalu.

Wildan sendiri diciduk dalam operasi tangkap tangan (OTT) Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Kepri 21 Mei 2021 lalu sekira pukul 12.45 WIB.

Diketahui, ia ditangkap saat berada di salah satu warung kopi, Morning Bakery KBC Batam Center. 

Baca juga: Gubernur Kepri Minta Agar Singapura Izinkan Warganya Masuk Kepri

Baca juga: CARA Gampang Menggunakan Aplikasi PeduliLindungi Agar Tidak Antre saat Masuk Mal

Dalam perkara ini, Wildan diduga menerima sejumlah uang untuk mengurus berkas dokumen pengiriman hasil tangkapan perikanan ke Singapura melalui Pelabuhan Sagulung.

Bahkan, dalam surat dakwaan milik Wildan tertera nama sebuah perusahaan berlokasi di Mall Pasar Botania 2, PT Berkat Samudera Sukses.

Akan tetapi, belum dijelaskan secara rinci hubungan antara PT Berkat Samudera Sukses dengan Wildan serta hubungannya dalam perkara ini.

Wildan sendiri dianggap melanggar ketentuan Pasal  35 ayat (2) Undang-undang Nomor 46 Tahun 2009 tentang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima pembayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi diri sendiri.

Sebelumnya diberitakan, berkas perkara kasus ini telah dilimpahkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Kepri ke Kejaksaan Negeri Batam beberapa waktu lalu.

"Tahap dua sudah, tinggal tunggu sidang," ujar Kasi Intelijen Kejaksaan Negeri Batam, Wahyu Octaviandi, belum lama ini. (TRIBUNBATAM.id/Ichwan Nurfadillah)

*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Batam

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved