TANJUNGPINANG TERKINI
Dekat Singapura Malaysia, Tanjung Pinang Diminta Waspada Penyakit Hewan
Wali kota Tanjungpinang menilai penting seminar yang membahas deteksi dini penyakit hewan, terlebih dekat dengan Singapura - Malaysia.
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Letak Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), khususnya Tanjungpinang yang dekat dengan sejumlah Negara seperti Singapura, Malaysia dan Vietnam perlu diwaspadai.
Provinsi ini terletak pada jalur lalu lintas transportasi laut dan udara yang strategis dan terpadat, sehingga cukup rawan terhadap kemungkinan masuk dan tersebarnya penyakit dari luar ke Indonesia.
Deteksi dini terungkap saat seminar hasil pemantauan daerah sebar Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) regional Sumatra yang dihadiri serta dibuka oleh Walikota Tanjungpinang, Rahma.
Seminar yang berlokasi di ruang pertemuan salah satu hotel di ibu kota Provinsi Kepri ini bertujuan untuk mengetahui potensi daerah sebar dan mengamati situasi HPHK di regional Sumatra.
Sehingga diharapkan dapat memberikan keyakinan media pembawa yang dilalulintaskan tidak berpotensi membawa penyakit.
Baca juga: Walikota Batam Ingatkan Bahaya Penyakit Hewan dan Tumbuhan dari Luar Negeri
Baca juga: Pamer Mantel Bulu Binatang Asli Berharga Milyaran, Syahrini Dikritik Komunitas Pecinta Hewan
Untuk mendukung program pembebasan penyakit hewan di suatu wilayah dan untuk mempertahankan status bebas penyakit suatu wilayah.
Rahma pun menyatakan, penyakit hewan ini cukup istimewa dan perlu mendapat perhatian yang lebih, karena sebagian besar dapat menular ke manusia atau disebut zoonosis.
"Tahun depan, mungkin Karantina Tanjungpinang dapat melakukan pemantauan jembrana.
Meski bukan zoonosis namun penyakit ini terbukti menimbulkan kerugian ekonomi.
Untuk itu, diharapkan pengujian PCR terhadap jembrana dapat dilakukan oleh tempat tujuan ternak yaitu Karantina Pertanian.
Agar lebih memberikan keyakinan jaminan kesehatan sapi bali dari penyakit jembrana," sebutnya, Jumat (15/10/2021).
Sementara Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Karantina Pertanian, Wisnu Wasisa Putra mengatakan.
Selain melakukan fungsi perlindungan dan jaminan kesehatan juga mendukung gerakan tiga kali lipat ekspor (Gratieks) yang dicanangkan oleh Kementerian Pertanian.
"Dengan adanya pemantauan daerah sebar HPHK, diharapkan dapat memperoleh informasi mengenai status HPHK di suatu negara atau area.
Baca juga: Tak Cuma Susu Hewani, Susu Nabati Almond Juga Punya Khasiat Tinggi
Baca juga: Panitia Masjid Agung Batam Berjumlah 61 Orang, Potong 11 Ekor Hewan Kurban
Sehingga dapat digunakan sebagai bahan untuk pengambilan kebijakan untuk mencegah masuk, keluar dan tersebarnya HPHK," Ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/wali-kota-tanjungpinang-hadiri-seminar-pemantauan-daerah-sebar-hama.jpg)