Breaking News:

TANJUNGPINANG TERKINI

Dekat Singapura Malaysia, Tanjung Pinang Diminta Waspada Penyakit Hewan

Wali kota Tanjungpinang menilai penting seminar yang membahas deteksi dini penyakit hewan, terlebih dekat dengan Singapura - Malaysia.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Endra Kaputra
Walikota Tanjungpinang, Rahma menghadiri dan membuka kegiatan seminar hasil pemantauan daerah sebar Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) regional Sumatra yang dilaksanakan di ruang pertemuan salah satu hotel, Jumat (15/10/2021). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Letak Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), khususnya Tanjungpinang yang dekat dengan sejumlah Negara seperti Singapura, Malaysia dan Vietnam perlu diwaspadai.

Provinsi ini terletak pada jalur lalu lintas transportasi laut dan udara yang strategis dan terpadat, sehingga cukup rawan terhadap kemungkinan masuk dan tersebarnya penyakit dari luar ke Indonesia.

Deteksi dini terungkap saat seminar hasil pemantauan daerah sebar Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) regional Sumatra yang dihadiri serta dibuka oleh Walikota Tanjungpinang, Rahma.

Seminar yang berlokasi di ruang pertemuan salah satu hotel di ibu kota Provinsi Kepri ini bertujuan untuk mengetahui potensi daerah sebar dan mengamati situasi HPHK di regional Sumatra.

Sehingga diharapkan dapat memberikan keyakinan media pembawa yang dilalulintaskan tidak berpotensi membawa penyakit.

Baca juga: Walikota Batam Ingatkan Bahaya Penyakit Hewan dan Tumbuhan dari Luar Negeri

Baca juga: Pamer Mantel Bulu Binatang Asli Berharga Milyaran, Syahrini Dikritik Komunitas Pecinta Hewan

Untuk mendukung program pembebasan penyakit hewan di suatu wilayah dan untuk mempertahankan status bebas penyakit suatu wilayah.

Rahma pun menyatakan, penyakit hewan ini cukup istimewa dan perlu mendapat perhatian yang lebih, karena sebagian besar dapat menular ke manusia atau disebut zoonosis.

"Tahun depan, mungkin Karantina Tanjungpinang dapat melakukan pemantauan jembrana.

Meski bukan zoonosis namun penyakit ini terbukti menimbulkan kerugian ekonomi.

Untuk itu, diharapkan pengujian PCR terhadap jembrana dapat dilakukan oleh tempat tujuan ternak yaitu Karantina Pertanian.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved