APLIKASI
Cara Mencegah Aksi Penipuan Modus Investasi Online di Telegram
Modus penipuan investasi online bodong belakangan ini mulai marak di aplikasi perpesanan Telegram. Penipuan investasi secara online ini biasanya
Bukti transfer palsu
Masyarakat umumnya akan lebih percaya jika testimoni disertai bukti transfer keberhasilan investasi dilampirkan.
Maka dari itu, grup Telegram tersebut biasanya menggunakan kesempatan ini untuk mengelabui masyarakat.
Masyarakat harus memperhatikan secara seksama bukti transfer yang dilampirkan.
Jika ada ketidaksesuaian format pada bukti transfer dibandingkan dengan aslinya, kemungkinan itu adalah bukti transfer palsu.
Tidak boleh bertanya di grup
Sebuah grup lazimnya melakukan sesi tanya jawab untuk mengedukasi anggotanya, terlebih sebuah grup investasi yang memerlukan banyak pengetahuan.
Pada grup penipuan ini, pertanyaan hanya akan dilayani melalui admin secara personal.
Baca juga: Pengacara Kondang HOTMAN PARIS HUTAPEA Bicara Investasi Bodong: Saya Rugi Miliaran
Baca juga: Korban Sudah Diperiksa, Begini Kelanjutan Kasus Investasi Bodong di Batam
Apabila kita bertanya di grup, pasti akan didiamkan atau bahkan dikeluarkan dari grup tersebut.
Bot
Grup penipuan di Telegram memiliki banyak anggota, namun lebih dari 100 orang di grup tersebut merupakan robot.
Penipu menjalanankan aksinya dengan sebuah sistem yang mampu mengendalikan lebih dari 100 akun secara bersamaan.
Transfer ke rekening pribadi
Umumnya saat Anda akan melakukan sebuah investasi, badan usaha tersebut akan memberikan nomor rekening badan yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau lembaga keuangan negara.
Namun, grup Telegram tersebut akan memberikan nomor rekening pribadi kepada calon investor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/telegram-messengerist_20170716_085104.jpg)