Breaking News:

WAKIL KETUA DPRD BATAM MENINGGAL

Profil Ruslan Ali Wasyim, Hobi Main Sepak Bola hingga Jadi Wakil Ketua DPRD Batam

Wakil Ketua DPRD Batam Ruslan Ali Wasyim meninggal dunia. Berikut profil Ruslan dari kecil hingga jadi anggota dewan

Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah
Profil Ruslan Ali Wasyim, Hobi Main Sepak Bola hingga Jadi Wakil Ketua DPRD Batam. Foto Wakil Ketua II DPRD Batam, Ruslan Ali Wasyim semasa hidup 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kabar duka datang dari Partai Golkar Batam.

Mantan Ketua DPD II Golkar Batam Ruslan Ali Wasyim (52) meninggal dunia.

Pria yang juga Wakil Ketua DPRD Batam itu tutup usia Selasa (19/10/2021) malam di RSBP Batam karena sakit jantung.

Meninggalnya Ruslan Ali Wasyim meninggalkan duka mendalam bagi orang-orang dekatnya. Termasuk rekan-rekannya di DPRD Batam dan Partai Golkar.

Diketahui, di kancah politik di Batam nama Ruslan cukup dikenal masyarakat.

Ia sudah tiga periode menjadi wakil rakyat di DPRD Batam.

Karier politiknya dimulai dari nol. Mulai dari partisan, menjadi anggota hingga menjadi ketua Partai Golkar Batam.

Baca juga: Ruslan Ali Wasyim Meninggal Dunia, Ketua DPRD Batam: Kami Merasa Kehilangan

Baca juga: Sosok Ruslan Ali Wasyim di Mata Wakil Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Kepri


Di DPRD Batam pun begitu. Ia mulai sebagai anggota, terakhir ia menjabat Wakil Ketua II DPRD Batam.

Dari usianya muda, pria kelahiran 7 Juli 1969 itu sudah menjadi sosok yang mandiri dan terbiasa bekerja keras.

Pasalnya sejak kecil Ruslan sudah jauh dari orangtuanya. Saat masih duduk di Sekolah Dasar, Ruslan tak lagi tinggal bersama orang tua.

Maklum saja, saat itu sekira tahun 1975, sekolah dasar baru ada di kawasan Sekupang. Sementara keluarga Ruslan tinggal di kawasan Batu Besar, Nongsa.

Saat SD, ia tinggal bersama sang paman dan jarang pulang ke Batu Besar lantaran transportasi dan komunikasi saat itu masih sulit.

Setelah tamat SD, pada tahun 1982, Ruslan bersekolah di SMP Tanjung Uban.

Saat sekolah SMP 1 Tanjunguban itu lah Ruslan juga mengenal kehidupan keras di pasar.

Masuk STM

Setelah tamat SMP, Ruslan kemudian melanjutkan jenjang pendidikan ke jenjang SMA. Pilihannya SMA 1 Tanjungpinang di tahun 1985.

Namun orang tuanya meminta Ruslan pindah sekolah ke SMK 1 Batam, yang saat itu jadi SMK pertama dibuka.

Namun tak lama setelah itu, Ruslan pindah ke SMA Kartini Batam. Akhirnya tahun 1988 Ruslan tamat di SMA Kartini.

Setelah tamat SMA, banyak teman-teman Ruslan memilih merantau ke Jakarta, Jogja dan lainnya, namun tidak dengan Ruslan. Ia memilih bekerja di Batam demi adik-adiknya yang masih butuh biaya sekolah.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved