WAKIL KETUA DPRD BATAM MENINGGAL
Profil Ruslan Ali Wasyim, Hobi Main Sepak Bola hingga Jadi Wakil Ketua DPRD Batam
Wakil Ketua DPRD Batam Ruslan Ali Wasyim meninggal dunia. Berikut profil Ruslan dari kecil hingga jadi anggota dewan
“Zaman dulu yang penting main. Tak seperti sekarang, yang aksesnya sudah luas,” katanya lagi.
Sebagai pemain tarkam, beberapa tim pernah dibelanya. Salah satu tim paling berkesan baginya adalah PS. Batubesar.
Sebab, di tim ini, Ruslan pernah berkesempatan menjelajahi berbagai pulau hanya untuk bermain sepak bola. Mulai dari Pulau Sambu, Pulau Air Raja hingga Tanjunguban.
Pada masa itu, akses transportasi laut masih menjadi primadona di Batam maupun Provinsi Kepri.
“Saya mulai aktif main itu umur 16 tahun. Biasanya cuma dikasih uang jajan sama manager sekira Rp 20 ribu sampai Rp 25 ribu. Zaman itu, nominal segitu sudah besar. Soal bayaran tak terlalu ambil pusing,” tambah dia.
Berpostur tinggi besar, Ruslan selalu dipercaya untuk mengawal barisan pertahanan oleh pelatihnya dulu. Sebab, keberadaannya membuat penjaga gawang merasa nyaman.
Tidak hanya dari segi fisik saja, kemampuan Ruslan untuk mengambil tendangan bebas (freekick) pun menjadi nilai tambah baginya untuk terus bermain sebagai pemain reguler di tim.
Untuk mempertahankan staminanya, Ruslan muda tak segan-segan untuk melakukan latihan fisik secara mandiri. Seperti berlari dengan mengikatkan ban di kakinya hingga berbagai latihan keras lainnya.
Menurutnya, model latihan itu hanya mengandalkan ‘bakat alam’.
“Postur saya besar, jadi pelatih minta saya jadi stopper. Kalau duel sama lawan, saya menang terus. Apalagi kalau duel udara,” paparnya sembari tertawa mengingat masa mudanya dulu.
Pemain Timnas Indonesia seperti Marzuki Nyak Mad, Heri Kiswanto, dan Aji Santoso adalah sosok yang menginspirasinya untuk terus bermain sepak bola. Selain ketiga pemain Timnas itu, Ruslan juga mengidolakan pemain-pemain di Benua Eropa seperti Franco Baresi, Paolo Maldini, Juergen Kohler, Lothar Matthaus, dan Marco Van Basten.
Selama bermain sebagai pemain tarkam, kedua orang tuanya menjadi sosok yang paling mendukung. Ayahnya, Ali Wasyim, sampai pernah menghadiahi sepatu merek Adidas Lapalata.
Padahal, harga sepatu tersebut cukup mahal di masa itu.
Sedangkan almarhumah ibunya, walau kerap marah akibat Ruslan tak pernah kenal waktu saat main sepak bola, namun dia menjadi pendukung paling keras untuk memberinya semangat selama bermain di stadion.
“Saya ingat betul, almarhumah ibu itu pernah menyembunyikan sepatu saya kalau lagi musim kompetisi. Ibu itu penonton paling setia. Kalau saya main, dia yang berteriak paling keras,” ujar Ruslan lirih.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/dprd-batam-soal-pengelola-air-bersih-batam.jpg)