Kamis, 23 April 2026

22 Kali Gempa Susulan Guncang Salatiga dan Sekitarnya: Warga Jangan Panik

Kepala Stasiun Geofisika mengungkap rentetan gempa yang muncul di Salatiga dan sekitarnya, Sabtu (23/10/2021).

ist
Ilustrasi gempa bumi di Salatiga dan sekitarnya hingga gempa susulan sebanyak 22 kali, Sabtu (23/10/2021). 

JATENG, TRIBUNBATAM.id - Kota Salatiga dan sekitarnya diguncang gempa, Sabtu (23/10/2021).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat telah terjadi 22 gempa susulan di daerah yang berada di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) itu.

"Gempa ke-22 pukul 17.15 WIB Mag. 3,5," tulis Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono di akun Twitter pribadinya seperti dikutip Kompas.com, Sabtu (23/10/2021).

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Gunawan Mangunkusumo Ambarawa Hasty Wulandari mengatakan, semua pasien rawat inap yang berjumlah 96 orang dipindah ke lantai 1.

"Kecuali pasien isolasi covid dan perinatologi bayi, karena terkait instalasi," jelasnya.

Hasty juga menyampaikan ada beberapa keretakan dinding rumah sakit sehingga dilakukan langkah antisipasi.

Antisipasi tersebut yakni mengosongkan area parkir depan mushola dan memindahkan ke gedung parkir baru untuk ruang perawatan.

Baca juga: Buronan Korupsi Bantuan Dana Gempa Bantul 2007 Ditangkap di Bandung

Baca juga: Gempa M 8,1 di Alaska Picu Peringatan Tsunami, Warga Diminta Naik ke Bukit

"Mengintensifkan komunikasi dengan BPBD terkait tenda dan persiapan evakuasi pasien infeksius ke ruang intermediate, serta persiapan evakuasi pasien ke depan mushola," jelas Hasty.

Selain itu, jika pasien stabil dan sehat dipulangkan untuk mengurangi jumlah pasien yang dievakuasi dan menjaga keselamatan mereka.

"Kami juga mengumpulkan alkes dan tiang infus," kata Hasty.

Kepala Stasiun Geofisika Banjarnegara, Setyoajie Prayogie mengatakan, rentetan gempa yang muncul di Salatiga disebabkan pergerakan sesar Merapi Merbabu dan kondisinya saat ini sangat aktif.

"Masyarakat kami imbau tetap tenang, tidak perlu panik.

Karena ini sifatnya gempa dangkal dan lokal," jelas Setyoajie Prayogie.

Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Semarang Heru Subroto meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta tetap berhati-hati saat beraktivitas.

"Kami terus memonitoring termasuk jika ada laporan kerusakan, petugas akan langsung melakukan pendataan" jelasnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved