Breaking News:

Usai 2 Jam Beraksi, Pembobol Minimarket di Batam Dibekuk Polisi, Bawa Kabur Uang Rp 17 Juta

Namun belum sempat uang tersebut dihabiskan, dua pelaku langsung diciduk Unit Reskrim Polsek Bengkong, di bawah komando Kanit Reskrimnya, Ipda Rio Ard

Editor: Eko Setiawan
Istimewa
Namun belum sempat uang tersebut dihabiskan, dua pelaku langsung diciduk Unit Reskrim Polsek Bengkong, di bawah komando Kanit Reskrimnya, Ipda Rio Ardian. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Minimarket Halimah yang ada di kawasan Bengkong dibobol maling.

Terakhir diketahui, pelaku pembobolan adalah seorang karyawan dan mantan karyawan minimarket yang sudah bekerjasama.

Kedau pelaku diketahui berinisial AN dan MR, mereka merencanakan pembobolan minimarket untuk melakukan pencurian.

Setidakya alam aksi tersebut, uang tunai sekitar Rp 17 juta berhasil mereka bawa kabur.

Namun belum sempat uang tersebut dihabiskan, dua pelaku langsung diciduk Unit Reskrim Polsek Bengkong, di bawah komando Kanit Reskrimnya, Ipda Rio Ardian.

Kapolsek Bengkong, AKP Bob Erizal, saat ekspose mengatakan, kejadian pembobolan brangkas itu dilakukan pelaku pada Sabtu (23/10/2021) malam, sekitar pukul 21.30 WIB.

Sementara kejadian baru diketahui pada Minggu (24/10/2021) pagi, dan langsung dilaporkan ke Polsek Bengkong sekitar pukul 09.30 WIB.

"Berdasaekan laporan tersebut, Unit Reskrim langsung menidaklanjuti dan mengecek rekaman CCTv, sehingga diketahui kejadian itu Sabtu malam," ungkap Bob, didampingi Kasi Humas Polresta Barelang, Iptu Tigor Dabariba dan Kanit Reskrim Polsek Bengkong, Ipda Rio Ardian, Rabu (27/10/2021).

Tidak membutuhkan waktu lama, hanya dalam waktu 2 jam setelah laporan diterima, pihaknya langsung mengamankan AN, yang juga berada di supermarket.

"AN merupakan karyawan supermarket tersebut. Ia diamankan di lokasi dalam waktu 2 jam setelah laporan diterima. Dari tangannya diamankan uang Rp 4,5 juta, yang merupakan hasil curian," jelas Bob.

Kemudian dilakukan pengembangan, sehingga MR turut diringkus di kosannya kawasan Bengkong Kolam. Dari tangannya disita uang Rp 8,9 juta. Sehingga total uang yang berhasil disita sebanyak Rp 13,4 juta.

"Terungkapnya kasus ini berdasarkan rekaman CCTv yang ada di lokasi. Ada beberapa kamera bagian luar yang tidak dimatikan, sehingga pelaku masih terlihat saat berada di luar supermarket," terang Bob.

Kedua pelaku memiliki peran berbeda. AN, bertugas memasukkan MR ke dalam supermarket dan menyembunyikannya. Kemudian saat setelah para karyawan lainnya pulang, barulah MR beraksi membobol brangkas yang ada di dalam supermarket.

Sementara AN, berpura-pura juga ikut keluar. Namun tugas sebenarnya ialah memantau situasi di luar supermarket, sembari menunggu MR selesai membongkar brangkas.

"MR membongkar brangkas menggunakan pisau dan obeng. Karena semua karyawan sudah pulang, sehingga MR leluasa beraksi. Karena ia mantan karyawan di sana, juga mengetahui letak brangkas dan CCTv," ujar Bob.

Setelah berhasil membongkar brangkas, MR menghubungi AN agar bersiap-siap pergi begitu dirinya keluar dari dalam supermarket.

"Kerugian sekitar Rp 17 juta, dan baru dipergunakan pelaku sekitar Rp 2 juta lebih. Yang paling banyak dapat bagian adalah MR, karena dia yang membongkar brangkas," papar Bob.

Kedua pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan dab ditahan di Mapolsek Bengkong. Mereka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

"Pelaku diancaman hukuman penjara paling lama 9 tahun," pungkas Bob.(koe)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved