CORONA KEPRI
52.370 Warga Tanjung Pinang Belum Terima Suntik Vaksin Corona Dosis Dua
Puluhan ribu warga Tanjungpinang belum mendapat suntik vaksin covid-19 dosis dua. Berikut capaian vaksinasi corona di ibu kota Kepri ini.
TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Sebanyak 52.370 warga Tanjungpinang, Provinsi Kepri diketahui belum mendapat suntik vaksin corona dosis dua.
Dari total angka tersebut, mayoritas yang belum menerima suntik vaksin covid-19 dosis dua merupakan usia 18 tahun ke atas.
Data yang disampaikan Pemko Tanjungpinang menyebutkan, jika total warga ibu kota Kepri yang menjadi sasaran untuk mendapat vaksin corona sebanyak 178.030 orang.
Jumlah warga ini terbagi untuk umur 18 tahun ke atas sebanyak 154.242 orang.
Serta usia 12 sampai 17 tahun sebanyak 23.788 orang.
Baca juga: Kapan Vaksin Corona Anak Bawah 12 Tahun? Berikut Penjelasan Kadinkes Bintan
Baca juga: Covid-19 Varian AY.4.2 Gentayangan di Inggris, Apa Itu dan Benarkah Sudah Masuk Indonesia?
Dari total sasaran tersebut, jumlah warga yang telah menerima vaksin corona dosis pertama usia 18 tahun ke atas sebanyak 131.987 orang.
Kemudian untuk dosis dua sebanyak 107.510 orang.
Ini artinya masih ada 46.732 warga usia 18 tahun ke atas yang belum mendapat suntik vaksin dua.
Adapun jumlah usia 12-17 tahun yang telah mendapat suntik vaksin dosis pertama sebanyak 21.064 orang.
Kemudian untuk dosis dua pada usia ini sebanyak 18.150.
Dengan demikian, terdapat 5.638 anak usia 12-17 tahun yang belum mendapat suntik vaksin corona dosis dua.
Meski demikian Pemko Tanjungpinang mengklaim capaian vaksinasi corona semakin meningkat.
Koordinator vaksinasi Tanjungpinang, Riono mengungkapkan, capaian vaksinasi sasaran usia 18 Tahun ke atas dosis pertama sudah mencapai 85,57 persen atau bertambah 116 orang.
Baca juga: Capaian Vaksinasi Corona Anambas Dosis 2 Pelajar Baru 53,6 Persen
Baca juga: LAYANAN Pasien Covid-19 di Asrama Haji Batam Mulai Di-Nonaktifkan
Sementara itu, untuk dosis kedua sasaran 18 tahun ke atas sudah sekitar 69,70 persen.
Atau bertambah sebanyak 306 orang.
Ia menjelaskan untuk capaian vaksinasi sasaran usia pelajar atau 12 hingga 17 tahun dosis pertama sudah mencapai 88,54 persen, bertambah sebanyak 34 orang.
Untuk dosis kedua sudah mencapai 76,29 persen bertambah sebanyak 54 orang.
"Sedangkan untuk capaian dosis 3 bagi tenaga kesehatan (Nakes), tidak mengalami perubahan dan masih stagnan di 2.154 sasaran atau sekitar 75,73 persen bertambah sebanyak 16 orang," ungkapnya, Sabtu (30/10/2021).
Pihaknya kembali mengimbau masyarakat Tanjungpinang untuk segera melaksanakan vaksinasi bagi yang belum melakukan dan belum lengkas dosis 2.
"Syarat melakukan vaksinasi itu sangat mudah, cukup datang ke lokasi vaksinasi dengan membawa KTP.
Setiap hari proses vaksinasi juga masih terus dilakukan baik di puskesmas maupun fasilitas kesehatan atau tempat yang telah ditentukan.
Semoga dengan percepatan vaksinasi mampu meningkatkan kekebalan komunal atau kelompok," ujarnya.
Covid-19 Varian Baru Masuk Singapura
Juru bicara (jubir) satgas covid-19 Kepri, Tjetjep Yudiana sebelumnya meminta warga untuk tidak khawatir covid-19 varian baru.
Baca juga: Tanjung Pinang Tersisa 9 Kasus Aktif Corona, Nihil Kasus Baru Kematian Akibat Covid-19
Baca juga: 14 Lokasi Vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Karimun, Peserta Siapkan KTP dan KK
Ia menegaskan jika covid-19 varian AY.4.2 turunan varian Delta belum masuk ke Kepri.
Singapura sebelumnya melaporkan kasus pertama covid-19 varian AY.4.2, Kamis (28/10/2021) malam.
Kasus pertama ini merupakan kasus impor pada Selasa (26/10/2021).
"Sampai saat ini belum ada masuk ke daerah kita.
Termasuk varian M.U juga belum. Tentunya kita berdoa jangan sampai ada," ujarnya, Jumat (29/10/2021).
Tjetjep tak mengelak jika covid-19 varian baru Delta dan Alpha sudah masuk ke Kepri berdasarkan laporan yang diterima.
Untuk Delta terdapat 3 kasus, sementara terdapat 7 kasus varian Alpha.
Varian ini ditemukan dari PMI dan orang yang pulang dari luar negeri," ucapnya.
Tjetjep Yudiana mengungkap sejumlah langkah untuk mengantisipasi masuknya varian baru ini AY.4.2.
Salah satunya penerapan protokol kesehatan (prokes).
Lalu vaksinasi juga menjadi hal yang lebih penting.
Baca juga: Cara Gubernur Kepri Kejar Capaian Target Vaksinasi Corona Khusus Lansia
Baca juga: Kota Tanjungpinang Kembali Nihil Kasus Baru Covid-19
Seperti vaksin jenis AstraZeneca yang menurut jurnal lebih bisa mempunyai kekebalan tubuh terhadap varian Delta.
Tapi bukan berarti jenis vaksin yang lain tidak mampu ya," jawabnya.
Selain itu, langkah yang terus masih dilakukan yakni dengan melalukan pengiriman sampel temuan kasus kepada pusat melalui BPTKL-PP Kelas I Batam agar mengetahui jenis varian apa yang terpapar.
"Itu masih terus dan wajib dilakukan.
Agar kita di Kepri tahu secepatnya, jenis varian yang masuk terhadap orang yang sudah dinyatakan terkonfirmasi Covid-19," ujarnya.
VARIAN Baru Covid-19 di Singapura
Kementerian Kesehatan Singapura melaporkan kasus pertama Covid-19 varian AY.4.2, Kamis (28/10/2021) malam.
Kasus pertama Covid-19 Varian AY.4.2 merupakan kasus impor pada Selasa (26/10/2021).
Seperti diketahui, Covid-19 Varian AY.4.2 merupakan turunan varian Delta.
Varian baru Covid-19 kini sedang meledak di Inggris.
Kementerian Kesehatan mengatakan tidak ada bukti penyebaran ke masyarakat dari kasus tersebut.
Baca juga: Puluhan Ribu Warga Tanjung Pinang Belum Terima Vaksin Corona Dosis 2
Baca juga: Singapura Diamuk Corona, Kasus Harian Covid-19 Tembus 5.324
"Sementara efeknya masih dipelajari, AY.4.2 saat ini diperkirakan serupa dengan subvarian Delta lainnya dalam hal penularan dan tingkat keparahan penyakit," tambahnya seperti dilansir straitstimes.
Subvarian diklasifikasikan oleh Organisasi Kesehatan Dunia sebagai varian yang menarik, tetapi bukan varian yang menjadi perhatian.
BBC melaporkan bahwa menurut para ahli, tes terhadap Varian AY.4.2 sedang berlangsung.
Namun laporan sementara tidak ada indikasi bahwa Varian AY.4.2 lebih menular atau lebih berbahaya daripada Delta.
Lebih dari 6 persen dari semua kasus Varian AY.4.2 sejauh ini telah dilaporkan di Inggris.
Data dari database pelaporan virus GISAID juga menunjukkan bahwa kasus subvarian telah dilaporkan di Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan sebagian Eropa Barat.
Newsweek melaporkan bahwa Australia dan Jepang masing-masing hanya melihat satu kasus pada 19 Oktober.(TribunBatam.id/Muhammad Ilham/Endra Kaputra)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Corona Kepri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/vaksinasi-corona-lanjutan-untuk-pelajar-di-tanjungpinang.jpg)