BATAM TERKINI

Jelang Akhir Tahun 2021, BP Batam Bakal Kebut Sejumlah Proyek Fisiknya

Kepala BP Batam yang juga Wako Batam Muhammad Rudi bilang, sejumlah proyek fisik akan diselesaikan hingga awal Desember 2021 mendatang. Apa saja?

Editor: Dewi Haryati
Ist
Jelang Akhir Tahun 2021, BP Batam Bakal Kebut Sejumlah Proyek Fisiknya. Foto Muhammad Rudi, Kepala BP Batam 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pekerjaan proyek fisik baik BP Batam dan Pemko Batam akan dikebut menjelang akhir tahun 2021.

Kepala BP Batam yang juga Wali Kota Batam, Muhammad Rudi mengaku, pekerjaan akan diselesaikan hingga awal Desember 2021 mendatang.

"Awal Desember segera diselesaikan sesuai anggarannya," kata Rudi, Sabtu (30/10/2021).

Diketahui, pembangunan Batam sangat pesat sejak tahun 1980. Selama 50 tahun mengabdi, BP Batam didukung penuh oleh sinergitas koordinasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Riau, dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

"Infrastruktur menjadi salah satu fokus utama BP Batam dalam mendorong peran logistik dan meningkatkan konektivitas serta pertumbuhan ekonomi di Batam," ujar Rudi.

Pada kesempatan itu, Rudi menjelaskan ragam pembangunan yang didorong BP Batam sepanjang tahun 2021.

Di antaranya, BP Batam mendesak pembangunan serta pengembangan Pelabuhan Batu Ampar dengan langkah strategis seperti kerja sama dengan Shipping Line dan mitra strategis.

Baca juga: Kepala BP Batam Bakal Bertemu Investor Arab, Tindaklanjut Rencana Investasi Rp 7 M

Baca juga: Kepala BP Batam Bakal Ambil Alih Lelang SPAM Setelah Syahril Japarin Tersangka Korupsi

Tidak hanya infrastruktur, BP Batam juga telah berhasil mengembangkan Batam Logistic Ecosystem (BLE) yang merupakan bagian dari National Logistic Ecosystem (NLE) dalam mengelola Auto Gate System di Pelabuhan Batu Ampar dan terintegrasi dengan TPS Online milik Bea Cukai.

Di bidang kedirgantaraan, BP Batam telah bekerja sama dengan Konsorsium PT Angkasa Pura I (Persero) - Incheon International Airport Corporation - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk untuk renovasi, pembangunan, pengelolaan dan pemeliharaan infrastruktur sisi darat Bandara Internasional Hang Nadim Batam.

"Pengembangan bandara ini sebagai langkah awal dibukanya jalur penerbangan internasional dengan tujuan Umrah untuk pertama kalinya," ujar Rudi.

Selanjutnya, dari sisi infrastruktur air, BP Batam menandatangani perjanjian kerja sama dengan beberapa perusahaan, seperti Sunseap Group dan PT Toba Bara Energi, terkait Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Selain itu, Batam juga telah memiliki dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang telah disahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, yaitu KEK Batam Aero Technic (BAT) dan KEK Nongsa Digital Park (NDP) serta menyusun pengajuan KEK Internasional Sekupang dalam waktu dekat ini.

Dari segi infrastruktur jalan, BP Batam sedang membangun 5 lajur jalan RE Martadinata, Jalan Pelabuhan Batu Ampar, Jalan Simpang Kabil, dan mengembangkan Jalan Gajah Mada menjadi 5 lajur, menata jalan Kawasan Batam Center, serta membangun Bundaran di Punggur, Bandara dan Tembesi. Di samping itu, ada pula pembangunan Jalan Hang Jebat 5 lajur dan Jalan Lingkar Tanjung Pinggir.

Kemudian, BP Batam juga terlibat dalam Rencana Induk Pengembangan KPBPB berdasarkan arah kebijakan dan skenario pengembangan kawasan BBK tahun 2020 - 2045 oleh Presiden RI. Kawasan BBK dijadikan Hub Logistik Internasional untuk mendukung pengembangan industri, perdagangan, maritim dan pariwisata yang terpadu dan berdaya saing.

"Dari sisi regulasi, Pemerintah Pusat telah melimpahkan kewenangan kepada BP Batam melalui PP 41 Tahun 2021 untuk menerbitkan 69 jenis perizinan dari 8 sektor usaha. BP Batam juga telah meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) lima kali berturut-turut," tambah Rudi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved