Dipercaya Banyak Generasi, Mitos atau Fakta Mandi Malam Sebabkan Paru-paru Basah?

Belum ada bukti penelitian ilmiah menyebutkan mandi malam menyebabkan paru-paru basah. Ungkapan itu adalah mitos yang berkembang di setiap generasi...

Kompas.com
Foto ilustrasi mandi malam - Dipercaya Banyak Generasi, Mitos atau Fakta Mandi Malam Sebabkan Paru-paru Basah? 

TRIBUNBATAM.id - Apakah Anda yang termasuk memercayai mandi malam menyebabkan paru-paru basah?

Paru-paru basah bisa dibilang masalah kesehatan yang sangat umum terjadi di banyak orang.

Diperkirakan ada 1 juta kasus paru-paru basah setiap tahunnya, yang diidap semua kalangan usia, mulai anak-anak hingga dewasa.

Namun sampai sekarang masih ada mitos tentang penyebab paru-paru basah.

Mitos yang berkembang di kalangan masyarakat adalah mengenai aktivitas mandi malam hari 

Padahal aktivitas mandi malam hanya dapat membuat rematik kumat dan bukan penyebab paru-paru basah.

Hal itu karena mandi malam dengan air dingin bisa memicu terjadinya perubahan tekanan udara.

Ibaratkan jaringan yang ada di sekitar sendi seperti balon besar yang berisi sendi.

Baca juga: Disebabkan oleh Infeksi hingga Timbunan Cairan, Apa Saja Gejala Paru-paru Basah?

Baca juga: Gejala Mirip Covid 19, Kenali Penyakit Pneumonia Atau Paru-paru Basah

Ketika terkena guyuran air, itu akan menekan tubuh hingga jaringan di sekitar sendi semakin membesar.

Kondisi inilah yang kemudian dapat menyebabkan beban sendi bertambah hingga menimbulkan rasa nyeri.

Seperti penjelasan dr. Handrawan Nadesul dalam bukunya Resep Mudah Tetap Sehat yang diterbitkan pada 2009, terdapat puluhan penyebab yang bermuara pada keluhan rematik.

Dari puluhan penyebab tersebut, mandi malam tidak termasuk di antaranya.

Ia mengungkapkan, mulanya, semua keluhan pada sendi disebut rematik.

Namun sekarang dikembangkan, penyakit atau gangguan pada otot, tulang dan saraf pun juga tergolong rematik atau sering juga disebut sebagai encok.

Gejala umum rematik di antaranya, bisa nyeri, kaku di sendi, sampai tidak bisa melakukan aktivitas fisik normal.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved