Selasa, 28 April 2026

LINGGA TERKINI

Nama Bupati Lingga dan Ajudan Dicatut Penipu, Ini Kata Kabag Prokopim Widi Satoto

Plt Kabag Prokopim, Widi Satoto imbau warga dan pengusaha agar tak mudah tertipu dengan oknum catut nama Bupati Linga dan ajudan

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Nama Bupati Lingga dan Ajudan Dicatut Penipu, Ini Kata Kabag Prokopim Widi Satoto. Foto Plt Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Lingga, Widi Satoto 

Sebelumnya diberitakan, aksi penipuan mengatasnamanya ajudan dan juga Bupati Lingga berhasil memperdayai pengusaha dan membuat Bupati Lingga, Muhammad Nizar gerah.

Saat menjalankan modus tersebut, penipu mencatut nama ajudan Bupati bahkan berani memalsukan suara Bupati untuk meyakinkan korban.

Kejadian itu bermula saat beberapa waktu terakhir ada telepon yang masuk ke sejumlah pengusaha.

Pria itu dikabarkan mengaku bernama Deden, sebagai ajudan Bupati Lingga.

Muhammad Nizar menerangkan, kabar ini pertama ia dapatkan dari laporan Tenaga Ahli Bidang Promosi dan Investasi Daerah, Ady Indra Pawennari.

Kata Nizar, Ady menerima aduan salah satu pengusaha yang menjadi korban.

Saat menelepon penipu meminta uang ke targetnya dengan modus seolah saat itu Bupati sedang ada urusan mendadak ke Jakarta dan butuh uang operasional.

Untuk meyakinkan korbannya, penipu ini lalu menyerahkan telepon tersebut ke komplotannya, seseorang yang seolah adalah Bupati Lingga.

Korban pun mengobrol langsung dengan penipu baru 'bupati gadungan'.

Baca juga: Pemkab Lingga Ukir Prestasi, Pusat Setujui 25 Warisan Budaya TakBenda, Berikut Daftarnya

Baca juga: RUANG Inap Covid-19 Kosong Pasien, Ketua IDI Lingga: Kami Tetap Siap Hadapi Corona Gelombang Baru

"Padahal, pada saat kejadian itu, saya sedang di Jakarta dan tidak didampingi ajudan," terang Nizar.

Ternyata, dari modus ini sudah ada seorang pengusaha yang menjadi korban.

Bahkan menurut Nizar, dari laporan yang diterimanya, korban tersebut sudah dua kali transfer sejumlah uang yang diminta.

"Memang tidak disebutkan nama pengusahanya, untuk menjaga. Infonya sudah dua kali transfer. Berhasil pertama, kemudian ditransfer lagi yang kedua. Makanya kita gerah dengan penipuan ini," ungkap Nizar kepada media.

Ia melanjutkan, korban lalu menemui tenaga ahli bupati, Ady Indra Pawennary untuk memastikan ajudan dan Bupati yang menelponnya beberapa waktu lalu.

Setelah disimak melalui telepon, ternyata suaranya berbeda.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved