TIPS

3 Cara Mengatasi Kecanduan Game pada Anak, Orangtua Wajib Tegas

Ada berbagai cara yang bisa dilakukan oleh para orang tua untuk menghentikann kecanduan anak terhadap game agar tidak semakin parah.

Pixabay/JESHOOTS-com
ilustrasi bermain game 

TRIBUNBATAM.id - Banyak anak yang kecanduan gadget semenjak pandemi Covid-19.

Hal ini dipicu aktivitas yang lebih banyak dilakukan secara online, termasuk belajar mengajar.

Anak-anak lebih sering menggunakan gadget karena dibatasi untuk keluar rumah.  

Lantaran terlalu bosan terkurung di dalam rumah pada akhirnya mereka kecanduan bermain game.

Tentu saja hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja.

Pasalnya ketika anak sudah terlanjur kecanduan game, mereka akan menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bermain dan akan mudah stres ketika tidak bisa memainkannya.

Meski sudah candu, namun masih ada berbagai cara yang bisa dilakukan oleh para orang tua untuk menghentikannya sebelum kecanduan anak terhadap game semakin parah.

Baca juga: Jangan Ucapkan ke Anak, 7 Kalimat Ini Bikin Buah Hati Bingung dan Sakit Hati

Baca juga: TIPS Mengatasi Sindrom Mata Lelah pada Anak Akibat Sering Menggunakan HP atau Komputer

Di antara banyaknya cara yang beredar, inilah beberapa di antaranya yang patut Anda praktikkan demi membantu anak keluar dari jerat game.

1. Tentukan waktu

Game akan melatih anak-anak untuk mengharapkan kepuasan dan hasil instan.

Semakin sering anak memainkannya, maka semakin sering pula mereka berharap hidup bisa memberikan sesuatu yang mereka inginkan dengan mudah.

Dan, satu-satunya cara untuk melawan kondisi tersebut adalah membatasi frekuensi bermain game anak.

Batasilah waktu bagi anak untuk bisa bermain game setiap harinya.

Entah itu setengah jam per hari atau setiap akhir pekan, menjaga batasan akan membantu anak memahami apa yang diperlukan untuk menetapkan batasan pada diri mereka sendiri.

Mintalah anak untuk mengatur timer sesuai perjanjian sebelum bermain game.

Ketika timer berbunyi, maka ingatkan mereka untuk segera menghentikan permainannya saat itu juga.

Jika anak tidak mengatur timer atau tidak berhenti bermain game saat timer berbunyi, maka berikan mereka konsekuensi.

2. Tetapkan syarat

Ketika cara pertama berjalan dengan baik dan membuahkan hasil, sebaiknya Anda juga mencoba cara kedua ini.

Terbilang efektif untuk mengurangi durasi waktu bermain game, cara ini akan meniadakan beberapa kepuasan instan pada anak karena mereka harus menyelesaikan suatu tugas / pekerjaan terlebih dahulu. K

atakanlah kepada anak bahwa syarat untuk mereka bisa bermain game adalah mengerjakan pekerjaan sekolah dan tugas yang memang harus mereka selesaikan terlebih dahulu.

Baca juga: JANGAN PANIK, Simak Tips Jitu Atasi Mimisan dengan Tepat dan Aman Menurut Dokter

Baca juga: Cara Mengurus Kartu BPJS Kesehatan yang Hilang Secara Online dan Offline

Anda juga dapat memperbolehkan anak untuk bermain game asalkan mereka berperilaku baik entah itu kepada Anda, anggota keluarga lain, atau bahkan tetangga.

Dengan begini, tidak hanya kebiasaan bermain game anak yang akan berkurang, melainkan anak juga akan termotivasi untuk menjadi rajin dan berperilaku baik.

3. Sita gadget mereka

Menyita gadget yang biasa anak gunakan untuk bermain game bisa Anda lakukan dengan 2 cara.

Pertama, ambilah gadget anak sebagai konsekuensi dari kesalahan mereka yang tidak mau patuh dengan batasan yang telah Anda tetapkan.

Ketika anak tidak mengatur timer atau tidak mau berhenti bermain game saat timer berbunyi, Anda bisa menghukum anak untuk tidak bermain game selama seharian.

Apabila anak berbohong atau berperilaku tidak baik, Anda bisa menetapkan waktu hukuman yang lama bagi anak untuk tidak bisa bermain game setidaknya 1 minggu atau lebih.

Baca juga: 5 Cara Alami Atasi Rambut Beruban pada Usia Muda, Pakai 4 Bahan Dapur Ini

Baca juga: Tips Menyimpan Makanan Jadi agar Tahan Lama, Praktis untuk yang Bekerja dari Rumah

Kedua, Anda bisa menyita gadget anak secara permanen jikalau mereka benar-benar tidak bisa mematuhi Anda atau menjadi sosok yang cenderung anti-sosial akibat terlalu banyak bermain game.

Selain faktor kesehatan fisik maupun mental, cara kedua ini juga lebih baik untuk Anda lakukan supaya anak bisa memiliki masa kecil yang beragam dengan dikelilingi keluarga dan teman-teman mereka di dunia nyata.

Itulah 3 cara yang bisa Anda praktikkan untuk menghentikan kecanduan anak terhadap game.

Jika tidak efektif, mungkin hal itu terjadi karena Anda tidak melakukannya secara konsisten.

Jadi, pastikan Anda selalu sabar dan tidak mudah menyerah ketika mencoba tiga cara di atas ya.

Anda juga bisa mempertimbangkan untuk meminta bantuan profesional apabila kecanduan game pada anak Anda benar-benar tidak bisa dihentikan.

(*)

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved