Breaking News:

KEPRI TERKINI

388 Pekerja Migran Indonesia Bermasalah Akan Dipulangkan Dari Malaysia

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengikuti rakor penanganan kepulangan Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMIB) dari Malaysia secara virtual, Senin (1/11)

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad mengikuti rapat koordinasi (rakor) penanganan kepulangan Warga Negara Indonesia (WNI) atau Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMIB) dari Malaysia secara virtual, Senin (2/11/2021). 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad mengikuti rapat koordinasi (rakor) penanganan kepulangan Warga Negara Indonesia (WNI) atau Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMIB) dari Malaysia secara virtual, Senin (1/11/2021).

Rakor ini diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI dalam rangka persiapan pemulangan WNI yang merupakan PMIB kelompok rentan (perempuan, anak, bayi, sakit, lansia).

PMIB yang dipulangkan dari luar negeri berjumlah 388 orang. Terdiri dari 366 orang deportan dan 22 WNI shelter.

Diketahui dari hasil pemeriksaan tes PCR ke PMIB tersebut, didapati 25 orang positif Covid-19.

Rinciannya dari pintu keluar Ajil Terengganu 20 orang, Kemanyan 1 orang, Belantik 1 orang dan Tanah Merah 2 orang. Selain itu terdapat 6 orang anak-anak dari shelter yang perlu penanganan lanjutan oleh Direktorat Rehabilitas Sosial Anak Kemenaos RI.

Kepulangan para PMIB ini akan menggunakan penerbangan sewa Lion Air JT 3283 pada pukul 19.30 WIB.

Dalam rakor tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kemenko PMK Femmy Eka Kartika Putri meminta, dalam kepulangan PMIB ini agar tidak menyertakan penumpang lain selain WNI.

Baca juga: Gubernur Ansar Berharap Budaya Pantun Jadi Konsumsi Keseharian Masyarakat Kepri

Baca juga: Kepri - Singapura Perkuat Kerjasama di Bidang Pendidikan Teknik

"Kepada semua yang terlibat dalam kepulangan WNI kita ini tolong pastikan tidak ada penumpang WNA yang ikut dalam penerbangan ini," pinta Deputi IV Kemenko PMK itu.

Selain itu, Deputi IV Kemenko ini juga menjelaskan, dalam rakor pada 18 Oktober lalu, Pemerintah Malaysia meminta percepatan proses deportasi PMIB. Karena depo-depo di Malaysia (semenajung) telah melebihi kapasitas dan perpanjangan masa penahanan akan menimbulkan masalah kemanusiaan.

"Kita (RI) dan Malaysia sepakat pemulangan sebanyak 431 orang WNI pada tanggal 1 November melalui Bandara Internasional Soetta dengan menggunakan pesawat charter sebanyak 390 orang yang telah terverifikasi dan yang disampaikan oleh Kemenlu RI data by name by address 412 WNI," jelas Femmy.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved