PEKERJA KAPAL DI BATAM JATUH KE LAUT
Heboh Kabar Kecelakaan Kerja PT ASL Shipyard Tanjunguncang Batam, Sekuriti: Tak Benar
Polsek Batuaji masih mencari satu orang yang dilaporkan terjatuh dari kapal setinggi 10 meter. Informasi mengerucut ke PT ASL Shipyard Tanjunguncang.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Perusahaan galangan di Tanjunguncang Batam, PT ASL Shipyard jadi sorotan.
Itu setelah beredar kabar jika ada insiden hilangnya satu orang setelah terjatuh dari kapal ketinggian 10 meter.
Kejadian yang dialami Hubertus Dewa alias Deni (28) tersebut terjadi Selasa (2/11/2021) sekria pukul 20.00 WIB.
Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Ipda Budi Santoso yang dikonfirmasi mengenai hal ini, masih mencari keberadaan warga Perumahan Citra Indomas II itu.
"Masih dalam pencarian, perkembangan akan kami kabari selanjutnya," ungkap Budi, Rabu (3/11/2021).
Baca juga: KRONOLOGI Kebakaran 9 Motor di Parkiran PT ASL Tanjunguncang, Api dari Jok Motor hingga Ada Ledakan
Baca juga: Kejadian Populer Batam: Dari Motor Terbakar di PT ASL hingga Kedatangan Presiden Jokowi ke Kepri
Sementara sekuriti PT ASL Shipyard menegaskan jika tidak ada kecelakaan kerja (lakakerja) di area perusahaan.
Ia bahkan meminta awak media yang sedang meliput untuk tidak mengambil gambar area perusahaan.
"Tidak ada di sini kecelakaan karyawan. Informasinya tidak benar itu," kata sekuriti yang berjaga di depan pintu masuk perusahaan.
LAKA KERJA PT ASL Tanjunguncang
Insiden lakakerja sebelumnya terjadi di PT ASL Tanjunguncang Batam.
Penyidik Polsek Batuaji saat itu sudah mendatangi tempat kejadian, termasuk meminta keterangan sejumlah saksi.
Laka Kerja Di Batam itu, sebelumnya terjadi Selasa (16/3/2021) sekira pukul 10.30 WIB.
Dari keterangan sejumlah saksi yang dihimpun sementara, sebelum kejadian, korban Petrik Natanael Sitompul sedang berada di atas dek Kapal Lady Vik untuk pengerjaan cleaning.
Setelah pengerjaan cleaning selesai, korban naik ke atas deck kapal dan membuka tali ikatan kabel panel.
Nahas, tali ikatan panel tersebut melorot ke luar kapal dan menyeret tubuh korban.
Korban akhirnya jatuh ke dock kapal yang tingginya kurang lebih 25 meter.
"Saat ini lokasi sudah kita pasang garis polisi," ucap Kompol Jun Chaidir, Selasa (16/3/2021).
Korban saat ini sudah diserahkan kepada pihak keluarga.
Baca juga: Apes Nasib Rio, Sepeda Motor Terbakar di PT ASL, Selesai Kredit, Helm Baru Beli
Baca juga: DPRD Batam Datangi PT ASL Shipyard Tanjunguncang, Sebut Laka Kerja Bukan Pertama
Ibunda Petrik Natanael Sitompul terlihat lunglai tak jauh dari kamar jenazah RSUD Embung Fatimah.
Sesekali ia menyebut dadanya sesak, sulit untuk bernapas.
Ia sama sekali tak mengira, anaknya yang berumur 20 tahun mengalami kecelakaan kerja di PT ASL Shipyard Tanjunguncang.
Ia masih ingat betul saat pagi menyediakan bekal untuk anaknya itu sebelum pergi kerja di pagi hari.
Laka Kerja Di Batam dialami Petrik Natanael Sitompul yang jatuh dari ketinggian 25 meter.
"Ah,,,sesak kali kurasa. Tadi pagi saya masih buatkan teh manisnya," ucapnya lirih, Selasa (16/3/2021).
Tangisannya makin terdengar nyaring saat mendengar jika kaki anaknya patah.
"Kakimu katanya patah ya anak. Tidak mungkin kakimu patah nak. Sakit kalilah kau rasa anak ku," ujarnya.
Sambil terbata-bata, ibunda Petrik juga menceritakan cita-cita anaknya yang mau kuliah, tapi ingin bekerja terlebih dahulu.
Dia juga mengungkapkan sudah meminta kepada suaminya agar anaknya dipindahhkan jangan kerja di galangan kapal.
Baca juga: Disnaker Kepri Selidiki Laka Kerja di PT ASL Shipyard Tanjunguncang, Sebut ada Kelalaian
Baca juga: HARI INI, Korban Kecelakaan Kerja di PT ASL Tanjung Uncang Dimakamkan, Sang Ibu Terus Menangis
Ibunda Petrik mengatakan jika anaknya berperilaku sangat baik.
Setiap hari, ia meluangkan waktu untuk mengurus Sang Ibu, termasuk mengurutnya.
Petrik Natanael Sitompul merupakan anak laki-laki satunya.
"Baik kali anakku ini. Setiap hari hanya dia yang mau mengurut saya.
Tidak ada lagi anakku laki-laki hanya dia anakku.
Dari kemarin sudah kubilang sama bapakmu agar dipindahkan dari sana," katanya.
Petrik Natanael Sitompul diketahui belum genap setahun bekerja di lokasi PT ASL Shipyard Tanjunguncang.
Di sana, ia diketahui merupakan karyawan subkon PT Elang Jaya.(TribunBatam.id/Ian Sitanggang)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pt-asl-shipyard-tanjunguncang-batam.jpg)