Ibu Muda di Klaten Tewas Diracun, Sempat Minum Air Dingin di Kulkas, Ini Kata Polisi
HDS, ibu muda di Desa Taji, Kalten diduga jadi korban pembunuhan. Ia tewas setelah minum air di kulkas.Belakangan diketahui air itu sudah diberi racun
KLATEN, TRIBUNBATAM.id - Seorang ibu muda di Desa Taji, Kecamatan Juwiring, Kabupaten Klaten berinisial HDS (28) tewas setelah meminum air di dalam kulkasnya, Senin (1/11/2021).
Suami korban, Sigit Nugroho (35) melihat langsung kejadian itu.
Dilansir dari TribunSolo.com, Sigit mengatakan, sebelum meninggal dunia, istrinya sempat menenggak air dalam botol yang tersimpan dalam lemari es.
"Awalnya istri saya minum air mineral yang tersimpan dalam lemari es, setelah minum, istri saya merasakan air itu pahit," kata Sigit.
Saat itu, Sigit sedang memperbaiki plafon rumah.
Selang beberapa menit, korban ditemukan tergeletak.
"Melihat istri saya sempoyongan dan langsung saya tangkap, belum dibawa-dibawa ke rumah sakit sudah meninggal," kata Sigit.
Baca juga: Polisi Tetapkan Pria Diduga ODGJ Tersangka Pembunuhan Ibu Kandung
Baca juga: Pembunuhan Sadis, Seorang Pria Dihabisi dan Tubuhnya Dimutilasi di Depan Istri Korban
Atas kejanggalan itu, dia mencoba menenggak minuman tersebut.
Untungnya, air tersebut tidak sampai tertelan dan langsung mengeluarkan paksa.
"Saat minum air itu, saya respon muntah, lidah saya rasannya pahit, mulut saya jadi keras," ujar Sigit.
"Atas kejadian tersebut, kami melaporkan ke polisi agar diusut tuntas," ujarnya.
Belakangan diketahui, ternyata air yang diminum HDS sudah diberi racun.
Sigit menuding pelakunya adalah Sbn. Pria itu disebut-sebut masih memiliki hubungan keluarga dengannya.
Lebih lanjut, Sigit meminta pihak kepolisian untuk menghukum pelaku pembunuhan seadil-adilnya.
"Kami sangat kehilangan istri saya, kami berharap pelaku bisa dihukum seberat-beratnya," kata dia.
Menurut Sigit apa yang dilakukan pelaku sudah merupakan pembunuhan berencana.
Dia menilai pelaku telah merencanakan membunuh keluarganya
"Kalau bisa, pelaku diganjar hukuman mati," tegasnya.
Selain meninggalkan Suami, korban juga meninggalkan 3 anaknya yang berusia masih muda.
Bahkan, anak ketiganya masih berusia bayi di bawah 3 tahun.
Benar Diracun
Kasatreskrim Polres Klaten, AKP Guruh Bagus Eddy Suryana mengkonfirmasi kabar tersebut.
Ia membenarkan korban diduga dibunuh, dengan cara diracun.
"Jadi menurut laporan keluarga, korban ini sekitar pukul 10.00 meminum minuman yang ada di kulkasnya. Setelah itu mual-mual dan kemudian terbujur kaku," kata dia.
Guruh menjelaskan, ada indikasi korban meninggal akibat diracun.
Polisi yang mendapat laporan sekitar pukul 11.00 WIB kemarin, langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku.
Akhirnya, pada hari Selasa (2/11/2021) tersangka dapat diamankan oleh tim di wilayah Wonogiri.
Tersangka adalah tetangga korban yang rumahnya bersebelahan.
Ada dugaan tersangka masih ada hubungan kerabat dengan korban, saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman.
Muncul pula kabar di sekitar warga, bila racun yang digunakan adalah apotas, atau racun ikan.
Pelaku Sering Hina Korban
Pelaku pembunuhan HDS diduga kuat Sbn yang rumahnya bersebelahan dengan rumah korban.
Menurut saudara korban, Eko Susanto (32), pelaku sering menghina korban dengan bahasa tak pantas, sehingga suami tak terima.
Pelaku menurut dia, sering memaki korban dengan kata-kata yang jorok.
"Pelaku menghina korban dengan kata 'lonte', suaminya tak terima," kata Eko, kepada TribunSolo.com, Selasa (2/11/2021).
Eko mengatakan pelaku memiliki sifat yang tidak bisa dimengerti.
"Orangnya, songong, kadang saya kurang paham sama dilakukan pelaku yang kadang di luar batas," ujar Eko.
Dia menambahkan, pelaku berprofesi sebagai sopir truk dump, terlebih selama ini hubungan pelaku dengan istri pelaku sudah tak harmonis.
"Pelaku dan istri saat ini sudah pisah ranjang," kata dia.
Sementara itu, Camat Juwiring Joko Herlambang mengatakan kasus ini berawal dari tidak harmonisnya antar keluarga.
Ia mengungkapkan kasus ini merupakan hal yang sadis dan terencanakan.
"Kalau ada masalah bisa dilakukan secara kekeluargaan, jangan timbul dendam kemudian hari," ucap dia.
Herlambang mengatakan peristiwa ini bisa menjadi pembelajaraan bagi semua masyarakat terkait pentingnya penyelesaian secara kekeluargaan.
Ia berharap tidak kasus ini tidak terjadi kembali.
"Kami turut berbelasungkawa atas kasus yang terjadi dan, semoga ini tidak kembali terjadi di kemudian hari," harapnya. (tribunSolo.com/Mardon Widiyanto)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Inilah Sosok Pembunuh Ibu Muda di Klaten Pakai Racun : Sering Hina Korban, Sehari-hari Sopir Truk
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-mayat_20161227_131147.jpg)