Jumat, 8 Mei 2026

Kegiatan Impor Batam Naik 15 Persen, Didorong Hasil Industri Manufaktur

Impor Batam dari Januari hingga September 2021 dengan nilai terbesar berasal dari negara Tiongkok yakni mencapai USD2.154,52 juta

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
ISTIMEWA
Kegiatan Impor Batam Naik 15 Persen, Didorong Hasil Industri Manufaktur. Foto ilustrasi: Kapal angkutan barang sedang bersandar di Pelabuhan Batu Ampar Batam. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Nilai impor Kota Batam pada September 2021 diketahui mencapai USD986,53 juta.

Angka ini mengalami kenaikan yang disebabkan kenaikan impor nonmigas sebesar 15,10 persen.

Kenaikan impor nonmigas ini sendiri, dikarenakan komoditi impor terbesar yaitu hasil industri manufaktur dengan nilai impor sebesar USD964,40 juta dan dengan peranannya 97,76 persen.

Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, nilai impor mengalami peningkatan sebesar 24,86 persen.

Kenaikan nilai impor Januari hingga September 2021 dibandingkan periode yang sama tahun lalu, disebabkan oleh naiknya impor kumulatif hasil industri senilai USD1.581,84 juta, atau 24,86 persen.

Golongan barang impor nonmigas (HS 2 digit) utama Batam yang memiliki nilai impor terbesar selama September 2021 adalah mesin atau peralatan listrik HS 85, yaitu sebesar USD455,14 juta, dengan peran sebesar 46,51 persen dari total impor nonmigas.

Golongan barang impor nonmigas Kota Batam berikutnya yang mempunyai peran cukup besar adalah golongan barang mesin-mesin atau pesawat mekanik (HS 84) dengan nilai USD137,03 juta dengan peranannya sebesar 12,82 persen, plastik dan barang dari plastik (HS 39) dengan nilai USD73,97 atau 7,70 persen.

Baca juga: Wakil Menteri Keuangan RI Datangi Kantor BC Batam, Tatap Muka dengan Pelaku Usaha

Baca juga: Korban Kebakaran di Perumahan Bunga Raya Batam Pilih Mengungsi ke Rumah Kerabat

Kemudian benda-benda dari besi dan baja (HS 73) dengan nilai USD104,80 juta 6,52 persen, besi dan baja (HS 72) dengan nilai USD26,51 juta 3,91 persen, Kokoa atau coklat (HS 18) dengan nilai USD16,33 1,91 persen, Perangkat Optik (HS 90) dengan nilai USD20,30 1,84 persen), Kapal laut (HS 89) dengan nilai USD6,84 1,81 persen, Alumunium (HS 76) dengan nilai USD13,96 juta 1,61 persen dan minyak atsiri, Kosmetik wangi-wangian (HS 33) dengan nilai USD9,08 juta 1,50 persen.

Impor Batam terbesar pada September 2021 berasal dari Tiongkok mencapai nilai USD243,20 juta.

Nilai ini mengalami kenaikan sebesar 11,69 persen dibanding nilai impor bulan sebelumnya.

Sementara itu, impor dari Tiongkok pada September 2021 mengalami kenaikan dibanding keadaan September 2020, yaitu sebesar 27,61 persen.

Selain Tiongkok, negara-negara pemasok barang impor lainnya ke Batam pada September 2021 antara lain Singapura dengan nilai impor sebesar USD220,30 juta, Malaysia sebesar USD51,39 juta, Taiwan sebesar USD51,27 juta.

Kemudian Jepang sebesar USD44,12 juta, Filipina sebesar USD43,41 juta, Thailand sebesar USD29,90 juta, Jerman sebesar USD29,31 juta, Amerika Serikat sebesar USD27,48 juta dan Korea Selatan sebesar USD15,36 juta.

Impor Batam selama bulan Januari hingga September 2021 dengan nilai terbesar dari negara Tiongkok yaitu mencapai USD2.154,52 juta, dengan peranan sebesar 27,12 persen.

Impor dari Tiongkok pada Januari hingga September 2021 mengalami kenaikan dibanding keadaan Januari hingga September 2020, yaitu sebesar 128,24 persen.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved