La Nina Diprediksi Terjang Indonesia, Apa Itu dan Harus Bagaimana?
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena alam La Nina akan terjadi pada bulan November 2021 hingga bulan Februari 2022
TRIBUNBATAM.id - Ada banyak fenomena alam dan beberapa di antaranya berpotensi membahayakan jiwa.
Salah satu fenomena alam yang kerap terjadi di Indonesia adalah fenomena La Nina.
La Nina terbentuk saat angin passat (trade wind) mencapai titik lebih jauh ke Pasifik.
Akibatnya, perairan Indonesia lebih hangat dari biasanya.
Adapun Samudera Pasifik bagian tengah lebih dingin dari biasanya dan termoklin lebih dangkal di timur.
Dalam kondisi ini, air laut lebih dingin dari level bawah naik ke permukaan sebagai penguatan upwelling.
Sebagai informasi, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi, La Nina terjadi pada November 2021 hingga Februari 2022.
Baca juga: Sebabkan Cuaca Dingin hingga Minus 0,5 Derajat Celcius, Apa Itu Fenomena La Nina? BMKG Prediksi
Baca juga: Waspadai La Nina hingga 24 Oktober, Daftar Daerah Potensi Hujan Lebat
La Nina merupakan anomali sistem global cukup sering terjadi dengan periode ulang dua sampai tujuh tahun.
Dampak utama dari fenomena La Nina ke cuaca atau iklim di Indonesia, yakni timbulnya peningkatan curah hujan.
Akan tetapi, kondisi topografi di Indonesia yang berbeda-beda membuat dampak La Nina tidak seragam.
Berdasarkan kajian ilmiah dari histori kejadian-keadian sebelumnya, dampak La Nina berupa peningkatan curah hujan terjadi terutama di bagian tengah dan timur wilayah Indonesia.
Untuk itu, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap dampak ikutan dari curah hujan tinggi yaitu bencana hidrometeorologis seperti banjir dan longsor.
Beberapa hal yang dapat dilakukan masyarakat misalnya, dengan melakukan pengelolaan tata air terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Di antaranya dengan penyiapan kapasitas sungai dan kanal untuk antisipasi debit air yang berlebih.
La Nina sebenarnya telah muncul di Indonesia pada Oktober tahun 2020 lalu.
Fenomena ini menyebabkan curah hujan meningkat dan cuaca lebih dingin dari biasanya.
Otoritas terkait mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dan bersiap menghadapi fenomena.
Baca juga: Wilayah Kepri Berstatus Waspada Badai La Nina, Ini Pesan Walikota Tanjungpinang ke Warganya
Baca juga: BMKG Batam Ingatkan Dampak Fenomena La Nina, Curah Hujan Meningkat, Tetap Waspada
Meski tidak semua daerah di Indonesia akan terdampak La Nina, tapi masyarakat tetap harus waspada.
Pada kondisi berat, fenomena ini bisa memicu berbagai bencana alam seperti banjir bandang dan longsor.
Untuk itu perlu antisipasi La Nina dengan beberapa tips berikut ini:
Perbaiki saluran air
Saluran air yang mengalir dari hulu ke hilir harus berfungsi maksimal.
Dengan demikian, air yang tertampung dari hujan tidak meluap.
Selain itu, perbaiki jalan air di sungai dan pastikan tidak ada sampah yang menumpuk di sana.
Sebab, sampah yang menumpuk di sungai bisa membuat aliran air meluap dan menyebabkan banjir.
Persiapkan daerah penampung air
Waduk buatan bisa menampung air hujan dan mengolahnya menjadi sumber daya listrik.
Jika curah hujan naik akibat La Nina, pastikan volume air waduk tidak terlalu tinggi.
Dengan demikian, waduk bisa menampung air hujan yang turun lebih sering.
Bila volume air terlalu banyak, maka air tampungan dari hujan itu bisa meluap dan menyebabkan banjir.
Baca juga: BADAI La Nina Akan Terjang Indonesia Mulai November, Ini Pesan BMKG untuk Warga Batam
Baca juga: BADAI La Nina Diprediksi Berakhir Februari 2021, Pemko Mulai Urai 28 Titik Banjir di Batam
Tidak melakukan pembangunan di wilayah rawan longsor
Tanah di dataran tinggi biasanya rawan longsor.
Sebaiknya tidak melakukan pembangunan yang berlebihan di wilayah tersebut.
Sebab, beban bangunan yang terlalu berat bisa menyebabkan tanah tidak kuat dan pada akhirnya longsor.
Curah hujan yang tinggi akibat La Nina bisa meningkatkan risiko tanah longsor di wilayah rawan.
Perkuat bangunan rumah
Pastikan bangunan rumah kuat dan aman untuk menghadapi tingginya curah hujan dan angin.
Bila masih menggunakan konstruksi lama seperti kayu, tidak ada salahnya untuk merenovasinya agar lebih kuat.
Baca juga: Waspadai Badai La Nina yang Diprediksi Berakhir Februari 2022, Begini Cara Mengantisipasinya
Hal ini dimaksudkan agar bangunan rumah tetap kuat dan kokoh meski diterjang cuaca buruk.
Apabila ada bagian yang rumah seperti genteng yang bocor, jangan tunda untuk perbaiki.
Selalu sedia payung dan jas hujan
Apabila harus beraktivitas di luar rumah, pastikan untuk membawa payung maupun jas hujan.
Sebab, cuaca akan sulit diprediksi dan curah hujan akan semakin tinggi.
Tidak ada salahnya untuk berjaga-jaga agar Anda tidak kehujanan.
Baca juga: Fenomena Alam Gerhana Matahari Cincin 21 Juni 2020, Waktu Puncak di Kepri Selama 1 Jam 6 Menit
Baca juga: Fenomena Alam! Pohon Mangga Udang Usia 50 Tahun Milik PNS Binjai Keluarkan Asap
.
.
.
(TRIBUNBATAM.id/ Widi Wahyuning Tyas)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/banjir-di-china-rabu-2172021-karena-curah-hujan-sangat-lebat.jpg)