Lestarikan Permainan Tradisional, Museum Linggam Cahaya Lingga Gelar Lomba Kasti

Museum Linggam Cahaya Lingga bangkitkan kembali permainan tradisional dengan menggelar berbagai lomba. Satu di antaranya lomba kasti

Penulis: Febriyuanda | Editor: Dewi Haryati
Tribunbatam.id/Febriyuanda
Pelajar SD di Kecamatan Lingga ikut lomba kasti yang digelar Dinas Kebudayaan Lingga melalui Museum Linggam Cahaya, Jumat (5/11/2021) 

LINGGA, TRIBUNBATAM.id - Di era kemajuan teknologi saat ini, permainan kasti sebagai permainan tradisional mulai jarang dimainkan oleh kalangan anak-anak.

Namun Dinas Kebudayaan Kabupaten Lingga melalui Museum Linggam Cahaya membangkitkan kembali permainan kasti dengan menggelar lomba.

Setidaknya ada puluhan pelajar dari kalangan perempuan tingkat SD di Kecamatan Lingga, antusias mengikuti permainan ini, Jumat (5/11/2021) pagi.

Dari pantauan TribunBatam.id, tampak keriuhan pemain dan penonton saat permainan ini dimulai.

Bahkan, guru pembina dan orang tua siswa tampak memberikan dukungan dari luar lapangan untuk mengarahkan permainan anaknya agar bisa bermain baik.

Setidaknya satu tim terdiri dari 8 orang yang mengikuti permainan itu, dengan waktu 2x25 menit.

Panitia dari Museum Linggam Cahaya, Lazuardy mengatakan, lebih kurang ada 14 SD yang mengikuti pertandingan itu.

Baca juga: Ingatkan Masa Kecil, Permainan Tradisional Ini Diperlombakan di Lingga

Baca juga: HUT ke-18 Lingga, Museum Linggam Cahaya Gelar Lomba Permainan Tradisional, Termasuk Gasing

"Untuk hari ini ada 4 sekolah yang bertanding. Setiap pertandingan diikuti 2 sekolah yang bermain," kata Lazuardy saat diwawancarai TribunBatam.id.

Lazuardy mengakui, bahwa permainan ini sudah sangat jarang dimainkan anak-anak.

Bahkan ia menyampaikan, beberapa anak ada yang tidak memahami permainan ini.

Bagi masyarakat setempat, Lazuardy menyebut permainan ini lebih dikenal dengan nama PON.

"Semua kalangan boleh memainkan permainan ini, baik itu perempuan maupun laki-laki. Namun untuk ini kami khususkan untuk perempuan, karena untuk laki-laki telah disiapkan permainan gasing," tuturnya.

Permainan kasti ini akan dilombakan dalam kurun waktu 5 hari hingga mencapai final.

Sementara itu, ada 12 kategori perlombaan yang diadakan Museum Linggam Cahaya.

Di antaranya Alih Aksara, mewarnai, PON (kasti), Selambung, Terompah Tempurung, Gasing Lingga, Gurindam, menggambar, Awang dan Dayang, Miniatur Rumah Tradisional Melayu Kepri, dan perlombaan essay.

(TribunBatam.id/Febriyuanda)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Lingga

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved