BATAM TERKINI
Curhat Warga Kaveling di Batam Langganan Banjir: Tiap Tahun Begitu
Banjir kerap mengintai warga Batam yang tinggal di kawasan kaveling Kabil, Kecamatan Nongsa.
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Hujan deras yang kerap terjadi di Batam menyebabkan banjir di beberapa titik wilayah Kota Batam, salah satunya lahan Kaveling Danau Indah di kawasan Kabil, Nongsa, Batam.
Beberapa petak rumah di atas lahan kaveling tersebut rutin menjadi bulan-bulanan banjir di Batam sejak bertahun-tahun lalu.
Air banjir itu mengalir dari parit besar yang memanjang di sekeliling lahan kavling.
Parit tersebut membatasi antara lahan kaveling warga dengan area ruko yang dibangun oleh perusahaan.
Sunarni menjadi salah seorang warga yang rumahnya berada persis di ujung perumahan yang berdekatan dengan parit besar itu.
Baca juga: Wakil Walikota Batam Ungkap Penyebab Banjir di Kawasan Nongsa, Selalu Jadi Langganan
Baca juga: Waspada Banjir, Camat Singkep Pesisir Minta Pemda Normalisasi 3 Titik Rawan
Ia sudah tinggal puluhan tahun tinggal di rumah itu.
Ketika tidak hujan, genangan air cukup dalam menyerupai kolam.
Debit air bertambah drastis hingga meluap saat hujan menggenangi rumah warga.
"Setiap hujan deras pasti banjir, tiap tahun begitu. Kalau musim hujan seperti sekarang ini, seminggu bisa dua kali kami kena banjir," ungkap Sunarni kepada TribunBatam.id, Senin (8/11/2021).
Keluarganya bahkan harus meninggikan letak segala perabotan di rumahnya.
Seperti kasur, buffet televisi, meja dan kursi.
Pernah suatu kali, banjir datang pukul 01:00 WIB dini hari ketika Sunarni dan keluarga tengah terlelap.
Alhasil, waktu istirahatnya harus dibagi dengan upaya evakuasi barang-barang dari banjir bandang.
Terakhir kali, banjir melanda perumahan tersebut kemarin malam, Minggu (7/11/2021).
Baca juga: SELAMA Seminggu Sudah 3 Kali Banjir Parah, Warga Kabil Minta Pemko Batam Buat Parit
Baca juga: Pemko Batam Siagakan 15 Alat Berat, Klaim Titik Banjir Menurun, Berikut Lokasinya
Untungnya hujan tidak cukup deras sehingga air hanya meninggi semata kaki.
Banjir itu membuat dokumen-dokumen penting milik Sunarni rusak karena basah.
"Ini ijazah ke empat anak saya, semuanya sudah terendam air," ujar Sunarni ketika menunjukkan kondisi ijazah anaknya yang telah hancur.
Bertahun-tahun menjadi korban banjir, Sunarni berharap pemerintah dapat memberikan solusi konkret kepada warga yang terdampak.
Menurutnya, beberapa kali pihak camat, wali kota, dan anggota DPRD datang kepadanya.
Namun banjir tetap datang dan tak kunjung surut.
"Kami mengharapkan solusi dari pemerintah," tambah Sunarni.
KATA Pakar Tata Kota
Fenomena banjir di Batam turut menarik perhatian Pakar Tata Kota, Supriyanto.
Ia berkomentar, kebanyakan titik banjir di Batam disebabkan oleh pengaruh pembukaan lahan yang mengakibatkan area tangkapan air ikut terbuka.
Baca juga: Yayasan Faiz Al Baqaroh Batam Serahkan 200 Paket Sembako bagi Warga Terdampak Covid-19 dan Banjir
Baca juga: BADAI La Nina Diprediksi Berakhir Februari 2022, Pemko Mulai Urai 28 Titik Banjir di Batam
Dengan terbukanya area tangkapan air, maka debit air yang bertambah karena hujan dapat mengalir ke daerah-daerah sekelilingnya.
Untuk mencegah hal itu, perlu dibangun saluran sementara tempat air dapat mengalir ke saluran kota atau saluran drainase lainnya yang lebih besar.
"Pembukaan lahan dapat membuat air mengali ke mana-mana, termasuk ke permukiman warga. Maka ketika lahan baru dibuka, perlu dibuat juga saluran sementara," jelas Supriyanto ketika dihubungi, Senin (8/11/2021).
Ia pun mengimbau para perusahaan pengembang untuk turut memperhatikan hal ini ketika membangun usahanya.
Biasanya, antisipasi saluran air ini juga tercantum dalam proposal desain yang diajukan dalam tahap perizinan.
Pemerintah Daerah, sebagai pemberi izin, juga mengemban peran penting dalam hal pengawasan dan pengendalian pembangunan yang dikerjakan.
Diharapkan pemerintah dapat memberikan pengawasan, teguran dan bahkan sanksi kepada perusahaan pengembang yang tidak mematuhi desain tata ruang yang telah ditetapkan.
"Sanksi itu juga bisa berupa kompensasi terhadap warga yang selama ini terdampak," ujar Supriyanto.
Baca juga: Penanganan Banjir di Ibu Kota Kepri, Pemko Tanjungpinang Bangun Kolam Retensi
Baca juga: Hujan Sesaat di Tanjungpinang, Perumahan Taman Harapan Indah Terendam Banjir
Selain itu, Supriyanto menyoroti sistem drainase di Batam yang belum saling terkoneksi satu sama lain.
Padahal, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, selalu memberi perhatian dalam pengerjaan dan pelebaran drainase di beberapa titik Kota Batam, namun pengerjaan itu dapat menjadi percuma jika tidak saling terhubung menjadi suatu sistem yang utuh.
Ia mencontohkan, banjir yang baru-baru ini terjadi di ruas jalan menuju Pelabuhan Punggur, Kabil adalah salah satu contoh ketidaksinkronan pembangunan drainase dengan kondisi jalan.
Kondisi Jalan Pattimura, Kabil, Nongsa, yang berbentuk cekungan membuat genangan air dengan mudah terbentuk.
"Solusinya adalah, jalan yang berbentuk cekungan itu ditinggikan, kemudian saluran drainasenya diperbesar dan diarahkan langsung ke laut," tambah Supriyanto.(TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita Tentang Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/warga-kaveling-danau-indah-kabil-nongsa-langganan-banjir.jpg)