Jumat, 17 April 2026

BATAM TERKINI

SELAMA Seminggu Sudah 3 Kali Banjir Parah, Warga Kabil Minta Pemko Batam Buat Parit

Selama sepekan terakhir, wilayah pemukiman RT 3 RW 21, Kelurahan Kabil, Nongsa, Batam sudah 3 kali mengalami banjir parah akibat luapan air.

Penulis: ronnye lodo laleng |
TRIBUNBATAM.id/Ronnye Lodo Laleng
Selama sepekan terakhir, wilayah pemukiman RT 3 RW 21, Kelurahan Kabil, Nongsa, Batam sudah 3 kali mengalami banjir parah akibat luapan air. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Belakangan ini curah hujan di Kota Batam mulai tinggi. Akibatnya beberapa tempat di Kota Batam mengalami kebanjiran yang cukup parah.

Salah satu tempat yang menjadi langganan banjir tersebut yakni pemukiman RT 3 RW 21, Kelurahan Kabil, Kecamatan Nongsa, Batam, Kepri.

Tokoh pemuda RW 21, Kornelis Boli Balawanga saat dihubungi TRIBUNBATAM.id mengatakan bahwa banjir di wilayah RW 21 ini sudah hampir 5 tahun ini menghantui masyarakat di lingkungan RW 21.

"Kejadian ini sudah sangat lama, dan baru-baru ini sudah 3 kali banjir yang cukup tinggi menggenangi kawasan RW 21 ini," ujar Kornelis, Minggu, (7/11/2021).

Dijelaskannya, selama ini memang sudah banjir namun tidak begitu parah, namun sudah 3 kali ini makin parah dan sangat merugikan masyarakat setempat.

Kornelis mengaku untuk banjir besar pertama terjadi pada 2, 4 dan 7 November 2021.

Baca juga: Cegah Covid-19 Gelombang 3, Warga Tanjungpinang Diminta Batasi Perjalanan Akhir Tahun

Baca juga: Gubernur Ansar Ahmad Ajak Keluarga Besar Bawean Ikut Bangun Kepri

Dikatakannya, terkait dengan kejadian ini, pihaknya sudah melaporkan ke Pemerintah Kota Batam dan sejauh ini hanya sebatas bantuan seperti sembako saja yang disalurkan untuk masyarakat setempat.

Ia menceritakan bahwa masyarakat yang berdomisili di kawasan RT 3, RW 21 kurang lebih di huni oleh 50 hingga 80 Kepala Keluarga.

"Seperti yang saya tahu bahwa ini ada dua persoalan besar yang pertama secara geografis pemukiman warga RT 03 letaknya di dataran rendah, sehingga banjir dari arah RW 21 bagian bukit semuanya larinya ke wilayah RT 3," ungkapnya.

Tidak hanya itu banjir dari RW 16 dan 18 juga airnya ngalir ke pojok RT 3 tersebut.

Persoalan kedua yakni, 5 tahun belakangan ini ada sebuah PT yang beraktivitas di wilayah tersebut, seperti mendirikan Ruko dan Apartemen sehingga drainase tertutup, sehingga terjadinya luapan air di wilayah perusahaan tersebut.

"Memang PT tersebut sudah memberikan respon, seperti membuat parit atau drainase namun drainase tersebut masih sangat kecil sehingga tidak menampung debit air dari berbagai arah tersebut," kata Kornelis.

Ia berharap agar Pemerintah Kota Batam suka tidak suka harus membuka jalan besar aspal dan di gali drainase yang dalam sehingga bisa menampung air dari beberapa wilayah itu.

"Akibat kejadian ini, puluhan masyarakat setempat mengalami kerugian seperti kerusakan perabot rumah tangga. Kita tidak mau sampai terjadi korban jiwa baru di berikan solusinya. Pemerintah Kota Batam harus cepat mencari solusi agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan di wilayah RT 3 RW 21 tersebut," harapnya.

Mengingat saat ini, secara psikologis warga setempat juga mengalami kondisi stress karena hanya sibuk menyelamatkan barang-barang mereka saja ketika turun hujan dan banjir.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved