Kamis, 28 Mei 2026

KEPRI TERKINI

Gubernur Kepri Ingatkan Pelaku Industri Kelola Limbah dengan Baik

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, bahaya yang ditimbulkan limbah tidak timbul seketika. Karena itu perlu upaya untuk cegah potensi bahayanya

Tayang:
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/istimewa
Gubernur Kepri, Ansar Ahmad saat menghadiri acara Penutupan Pembangunan Sistem Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Terpadu yang diselenggarakan oleh Loola Resort di Kampung Karya Jl. Bumi Indah RT15 RW05 Toapaya Asri, Kabupaten Bintan, Senin (8/11/2021) 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Pengelolaan limbah yang baik sangat diperlukan untuk mencegah potensi bahaya yang ditimbulkan.

Hal ini disampaikan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad saat menghadiri acara Penutupan Pembangunan Sistem Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Terpadu yang diselenggarakan oleh Loola Resort di Kampung Karya Jalan Bumi Indah RT 15 RW 05 Toapaya Asri, Kabupaten Bintan, Senin (8/11/2021).

Diketahui, limbah merupakan sisa proses dalam industri, baik dari perusahaan maupun rumah tangga. Jika tidak dikelola dengan baik, akan mengganggu kesehatan dan kebersihan lingkungan.

"Pengelolaan yang baik dan berkepanjangan diperlukan agar tidak menjadi penyebab masalah lingkungan. Apalagi limbah-limbah yang berbentuk cair yang sulit diuraikan oleh bakteri," kata Ansar.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri pada dasarnya sangat mendukung program untuk kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Hal ini adalah salah satu amanah dalam pertemuan Sustainable Development Goals (SDGs). Dimana para pemimpin-pemimpin dunia selalu membahas keikutsertaan masyarakat dalam proses perumusan tujuan dan target kesejahteraan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Ansar mengatakan, bahaya yang disebabkan limbah tidak timbul seketika, akan tetapi bisa timbul dalam waktu yang panjang dan tidak jarang menimbulkan dampak fatal seperti kematian.

Baca juga: Cuaca Ibu Kota Kepri Hari Ini, Tanjungpinang dan Wilayah Lainnya Berpotensi Hujan

Baca juga: Jasa Raharja Cabang Kepri Sosialisasi Keringanan Pajak Kendaraan Hingga Bebas Biaya Balik Nama

Lebih lanjut, Gubernur Kepri itu meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi bersama Pemerintah Kabupaten Bintan untuk mempelajari sistem sanitasi penanganan limbah yang lebih efektif.

"Ke depan Pemprov Kepri akan mempelajari sistem ini, kalau memang ini efektif, kita juga akan mengembangkannya di berbagai wilayah yang resistensi limbahnya sangat besar," ujar Gubernur.

Ansar juga menceritakan pengalamannya sewaktu menjabat Bupati Bintan. Saat itu Pemkab Bintan mendapatkan penghargaan khusus dari Kementerian Kesehatan RI karena telah berhasil melakukan program Open Defecation Free (ODF).

"Dulu sewaktu saya menjadi Bupati Bintan, saya sempat dijuluki Bupati Jamban, karena lebih dari 2000 jamban yang Pemkab Bintan bangun. Karena kala itu masih banyaknya masyarakat membuang limbah di luar rumah, dengan tidak adanya wc," ceritanya.

Di samping itu, Ansar berharap sistem pengelolaan sanitasi tersebut dapat juga dikembangkan di kabupaten dan kota lainnya yang ada di Kepri.

"Semoga percontohan ini, juga dapat memberikan contoh penanganan limbah kepada daerah lainnya. Karena limbah tidak boleh dipandang enteng," harapnya.

Terakhir, menurut Ansar sistem pengelolaan unit ini dibuat bersama-sama masyarakat, agar ke depan masyarakat akan sadar pentingnya pengelolaan limbah yang baik.

"Kita lakukan program pemicu, agar masyarakat terdorong dengan pemanfaatannya. Karena hari ini kita di Kepri tak usah bicara jauh-jauh tentang kehebatan pariwisata dan industri. Kalau urusan-urusan wc saja belum terselesaikan," tutupnya.

Sementara itu, Sekdakab Bintan Adi Prihantara berterima kasih kepada Loola Eco Eventure yang telah peduli kepada masyarakat Bintan. Pembangunan sistem pengelolaan sanitasi diharapkan bermanfaat.

"Tentu ini menjadi tugas masyarakat semua untuk menjaga yang telah dibangun dan tahu menggunakannya serta tahu merawatnya," ucapnya.

Adi menambahkan Pemkab Bintan juga menginginkan gerakan membangun kampung yang disebut program Gerbang Kampung.

"Jadi diawali dari sistem pengelolaan sanitasi yang baik, maka kita harapkan kampung kita menjadi baik," tambah Adi Prihantara.

(Tribunbatam.id/endrakaputra)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Kepri

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved