Kamis, 7 Mei 2026

HUMAN INTEREST

KISAH Atan, Nelayan Batam yang Berhasil Bangun Tempat Wisata di Pulau Mubut Darat

Atan, seorang nelayan di Batam berhasil menyulap pulau Mubut Darat yang dulunya hanya pulau sepi menjadi destinasi wisata baru. Simak perjuangannya.

Tayang:
TRIBUNBATAM.id/HENING SEKAR UTAMI
Sosok Atan, nelayan yang merintis pendirian tempat wisata Pulau Mubut Darat. 

Cukup banyaknya orang dari kota yang penasaran terhadap Pulau Mubut Darat itu lah yang mengilhami Atan untuk menjadikan pulau ini sebagai tempat wisata.

"Awalnya kami cuma berusaha menjamu pendatang seadanya saja. Tapi akhirnya saya lihat di sini ada potensi, jadinya terus kami kembangkan menjadi tempat wisata," ujar Atan.

Ketika pertama kali dibuka, fasilitas di tempat wisata Pulau Mubut Darat masih jauh dari kata layak.

Belum terdapat bangunan-bangunan pondok atau pun gazebo yang bisa digunakan wisatawan untuk berteduh.

Sepanjang bibir pantai pulau ini hanya terdapat ribuan pohon-pohon kelapa.

Ketika hujan, Atan dan penduduk sekitar yang mengelola pulau ini, hanya dapat menyediakan gelaran tikar dan terpal sebagai tempat wisatawan mengaso.

Pernah juga suatu kali, karena jumlah wisatawan cukup banyak, alhasil rumah milik Atan pun dipergunakan untuk menampung para wisatawan tersebut, sementara ia dan keluarganya mencari tempat berteduh lain.

"Dulu di sini memang sama sekali tak ada apa-apa. Bahkan air bersih pun tidak ada," kenang Atan.

Ibaratnya, ingin membuat secangkir kopi pun tidak bisa karena ketersediaan air bersih sangat minim di Pulau Mubut Darat kala itu.

Untuk memenuhi persediaan, penduduk pulau biasanya membeli air dari pulau lain di sekitar Mubut, atau dari Batam.

Jika ada kunjungan wisatawan, Atan akan meminta karyawannya untuk menjemput air dari Batam dengan menggunakan perahu.

Diketahui jarak antara Pulau Mubut Darat dengan Pulau Galang, Batam, hanya berjarak 15 menit.

Namun, mengangkut bergalon-galon air ternyata tidak bisa dilakukan sekali jalan, terlebih jika permintaan air sangat banyak.

Pernah suatu kali, karyawan Atan mengangkut 500 galon air dalam sehari, bolak-balik menggunakan perahu dari Mubut Darat ke Sembulang.

"Sampai nangis karyawan saya, 500 galon air itu tidak sedikit, dan mereka harus mengangkut dari Batam ke Mubut berkali-kali," ujar Atan.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved