Sabtu, 2 Mei 2026

WISATA KEPRI

Batam Punya Pabrik Batu Bata Tertua, Milik Raja Ali Kelana dan Pengusaha Singapura

Pabrik batu bata tertua di Batam ini sebelumnya menjadi atensi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Batam.

Tayang:
TribunBatam.id/Istimewa
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam menelusuri cerobong asap pabrik batu bata Batam Brick Works yang berlokasi di Tanjung Uncang, depan PT Viking Engineering Kecamatan Batuaji, Selasa (9/3/2021). 

Serta komplek Makam Temenggung Abdul Jamal di Kecamatan Bulang.

Batu bata ini memiliki merek dagang BATAM yang ditulis dengan huruf kapital di bagian atas atau sampingnya.

Baca juga: Ansar Ahmad Lobi Pusat Buka Pariwisata Kepri

Baca juga: Rahma Ajak Gali Potensi Pariwisata di Kota Tanjungpinang

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam menelusuri cerobong asap pabrik batu bata Batam Brick Works yang berlokasi di Tanjung Uncang, depan PT Viking Engineering Kecamatan Batuaji, Selasa (9/3/2021).
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam menelusuri cerobong asap pabrik batu bata Batam Brick Works yang berlokasi di Tanjung Uncang, depan PT Viking Engineering Kecamatan Batuaji, Selasa (9/3/2021). (TribunBatam.id/Istimewa)

Di tangan Raja Ali Kelana Batam Brick Works bersinar dan mampu memproduksi 30.000 batu bata yang keras (hard burnt brick) per hari.

Kepala Disbudpar Batam, Ardiwinata menyampaikan survei dan rencana memindahkan cerobong asap pabrik batu bata Batam Brick Works ke Musuem Raja Ali Haji sebagai upaya Pemerintah Kota atau Pemko Batam untuk melindungi salah satu cagar budaya di Kota Batam.

"Kami akan terus menambah koleksi Museum Raja Ali Haji," terangnya.

Museum Raja Ali Haji sudah didaftarkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama 475 museum lainnya di Indonesia.

Isi dari museum ini menampilkan sejarah peradaban Batam mulai dari Batam sejak zaman Kerajaan Riau Lingga, Belanda.

Kemudian Temenggung Abdul Jamal, Jepang, masa Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kepri.

Lalu Otorita Pertama, era BJ Habibie, Kota Administratif, masuk Sejarah Astaka, Khazanah Melayu, dan infrastruktur atau era Batam sekarang.

Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kepri Buralimar sebelumnya mengapresiasi langkah nyata seluruh elemen dalam memajukan sektor pariwisata di Kepri.

Menurutnya, perlu langkah nyata dalam membangkitkan kembali geliat pariwisata yang menurun akibat pandemi covid-19.

Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat berkenaan dengan rencana travel bubble.

Baca juga: PESONA Vihara Dharma Sasana Tanjungpinang, Destinasi Wisata Religi Sejak Abad 17

Baca juga: Melihat Wisata Kepri Pantai Pongkar di Karimun

Buralimar menyebutkan, bila rencana pembukaan awal berhasil, maka akan diperluas ke kawasan wisata lainnya di Kepri.

Ia juga memastikan bahwa dua kawasan wisata yang akan dibuka tersebut dengan tingkat penyebaran Covid 19 rendah dan sudah menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Selain protokol kesehatan, penanganan covid-19 pada sejumlah daerah juga menunjukkan hasil yang baik. Kami optimistis pariwisata Kepri kembali bangkit," sebutnya.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved