Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri Optimis Perekonomian Domestik Akan Membaik
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri Musni Hardi K Atmadja optimis kinerja perekonomian domestik akan membaik. Ini pertimbangannya
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kinerja perekonomian domestik diperkirakan kembali membaik secara bertahap.
Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya mobilitas masyarakat, sejalan pelonggaran mobilitas yang tercermin dari berbagai indikator dini seperti transaksi pembayaran dan indeks ekspektasi konsumen yang meningkat.
Di Kepri sendiri, meski pada triwulan III 2021 sempat mengalami perlambatan, namun 72,69 persen ekonomi Kepri didukung oleh industri pengolahan, konstruksi dan kegiatan pariwisata dan menyerap TK sebanyak 67,40 persen.
"Perekonomian Kepri pada Q3 2021 ditopang oleh investasi dan net ekspor yang tumbuh membaik serta investasi swasta yang terjaga untuk meningkatkan kapasitas produksi"
"Sedangkan pelambatan ekonomi didorong oleh konsumsi rumah tangga dan pemerintah yang mengalami kontraksi sebagai dampak dari kebijakan PPKM terutama pada awal triwulan III," kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri Musni Hardi K. Atmadja saat kegiatan Insurance Day 2021, Sabtu (20/11/2021).
Ia menyebutkan, investasi yang masih tumbuh positif didorong oleh ekspektasi pelaku terhadap perekonomian ke depan.
Kinerja investasi yang meningkat tercermin dari impor barang modal dan pertumbuhan konsumsi semen yang mengalami kenaikan.
Baca juga: AAUI Cabang Batam Gelar Penutupan Insurance Day 2021, Ini yang Dibahas
Baca juga: AAUI Cabang Batam Gelar Insurance Day 2021, Pembukaan Diwarnai Pelepasan Balon
Net ekspor juga mengalami pertumbuhan sejalan dengan meningkatnya harga komoditas dunia.
Sementara itu, adanya pembatasan mobilitas menyebabkan konsumsi rumah tangga dan pemerintah masih tertahan.
Sejalan dengan investasi yang meningkat, kinerja LU Industri Pengolahan dan Konstruksi tumbuh positif. LU Industri Pengolahan yang memiliki kontribusi terbesar di Kepri masih tumbuh positif walaupun melambat.
Sementara aktivitas konstruksi yang kembali menggeliat mendorong kinerja LU konstruksi tetap tumbuh tinggi.
Selain itu, kinerja LU perdagangan juga mengalami perbaikan sejalan dengan aktivitas perdagangan antar daerah dan antar negara yang menguat.
"Meski begitu, perlambatan LU industri pengolahan disebabkan oleh permintaan ekspor yang melambat. Ekspor non migas tumbuh melambat sejalan dengan penurunan permintaan komoditas produk industri Kepri sebagaimana tercermin dari IIP Singapura sebagai salah satu negara mitra dagang utama. LU transportasi dan penyediaan akomodasi, makanan serta minuman kembali terkontraksi sebagai dampak PPKM," jelasnya.
Perkembangan kinerja LU industri pengolahan menurut kategori usaha, secara umum, kinerja positif pada LU industri pengolahan ditopang oleh subsektor industri barang dari logam, komputer, barang elektronik, optik dan peralatan listrik yang mana memberikan andil pertumbuhan tertinggi dibandingkan sub-sektor lainnya.
Terkait inflasi pada tahun 2021, dinyatakan masih terkendali dan menjadi daya tarik bagi investor.
Realisasi inflasi pada tahun 2021 masih terkendali pada sasaran yang ditetapkan, meski meningkat dibandingkan tahun lalu. Dimana, inflasi yang terkendali dapat mendorong pertumbuhan ekonomi melalui jalur konsumsi dan peningkatan investasi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2011insurance-day-2021.jpg)