Senin, 11 Mei 2026

WISATA KEPRI

Warga China dan Thailand Percaya Bunga Langka Ini Sebagai Obat, Tumbuh di Kepri

Pesona flora di Kepri menjadi daya tarik wisata tersendiri. Salah satunya bunga langka yang tumbuh di salah satu kabupaten perbatasan ini.

Tayang: | Diperbarui:
TribunBatam.id/Istimewa
BUNGA KELELAWAR HITAM - Bunga kelelawar hitam (Tacca Chantrieri) atau Black Bat Flower yang hidup di Pulau Siantan, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri. 

ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Ragam flora di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepri menarik untuk disimak.

Setelah sebelumnya ditemukan bunga Raflesia di Pulau Siantan, tepatnya di kawasan Batu Tabir, Desa Tarempa Selatan, Kecamatan Siantan, Unit Pelayanan Terpadu (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Unit VI Anamba menemukan tanaman langka yang tumbuh di sana.

Bunga kelelawar hitam atau disebut juga dengan nama black bat flower.

Bunga ini ditemukan oleh satu anggota UPT KPHP, Kevin saat menyurvei titik lokasi bunga raflesia yang ada di Batu Tabir.

"Lokasinya di situ juga dan habitatnya banyak.

Baca juga: Bunga Langka Ini Tumbuh di Kepri, Magnet Baru Destinasi Wisata

Baca juga: Wan Siswandi Ingin Natuna Jadi Wajah Wisata Indonesia di Mata Dunia

Sebetulnya bunga ini sudah lama tumbuh, tapi kebanyakan masyarakat ini tidak tahu ini bunga apa. Jadi pas kami lihat bunga ini unik, kami cari di google ternyata ini bunga kelelawar hitam," ujar Kevin kepada TribunBatam.id.

Tidak semua daerah di Indonesia bisa ditumbuhi oleh bunga black bat flower ini.

Sejauh ini bunga black bat flower hanya tumbuh di Kepulauan Anambas dan daerah Sulawesi.

"Habitatnya di sini cukup banyak. Bunga ini sangat sensitif. Sebab ia akan mekar melihat kondisi cuaca," tutur Kevin.

Apabila curah hujan tinggi, bunga kelelawar hitam ini sulit untuk hidup.

Kendatipun ia hidup tetapi bunga ini tidak bisa mekar.

Sedangkan pada kondisi cuaca panas pun ia juga tidak bisa hidup, terlebih lagi pada musim kemarau.

"Bunga ini hidup kalau kondisi suhu itu lembab," ungkap Kevin.

Hidup bunga ini paling lama hanya 7 hari saja.

Biasanya ia tumbuh di sekitar pohon dan batang-batang menjalar yang ada di hutan.

Spesies bunga ini termasuk bunga langka, temperatur minimum untuk tumbuhnya spesies ini adalah 18 derajat celsius.

Baca juga: Ansar Ahmad Lobi Pusat Buka Pariwisata Kepri

Baca juga: Rahma Ajak Gali Potensi Pariwisata di Kota Tanjungpinang

Tinggi tanaman bunga ini sekitar 80-110 cm.

Batangnya panjang dengan warna merah kecokelatan.

Semakin ke puncak tanaman, warna batang makin menghijau.

Daunnya agak melingkar dan memiliki lipatan khas berwarna hijau tua.

Bentuk bunganya benar-benar mirip kelelawar.

Dilansir Grid.id, walaupun bentuknya terlihat menyeramkan, bunga ini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan manusia.

Sejak dulu, masyarakat Tiongkok dan Thailand sudah memanfaatkan tanaman ini sebagai salah satu obat tradisional.

Tahukah kamu, menurut penelitian yang dipublikasikan oleh Journal of the American Chemical Society pada tahun 2011, kandungan di dalam tanaman ini bisa menangkal penyakit kanker, lo!

Itu sebabnya banyak yang ingin memelihara tanaman ini.

Tetapi hal itu tidak mudah untuk dilakukan.

Baca juga: Tempat Wisata Kepri Ini Punya Mini Zoo, Ramai Pengunjung saat Akhir Pekan

Baca juga: Kadispar Kepri Lirik Mercusuar Pulau Terluar Jadi Destinasi Wisata Baru

Bunga Kelelawar memerlukan perawatan yang khusus. Selain itu, daya tahan tanaman ini juga rendah. Ditambah lagi, benih bunga kelelawar sangat langka.

Ragam destinasi wisata baru di Kepri sebelumnya disampaikan Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) Kepri, Buralimar.

Tidak hanya kemunculan bunga langka yang ditemukan di Anambas, Buralimar sebelumnya melirik sejumlah mercusuar di pulau terluar menjadi destinasi wisata baru.

Seperti diketahui, wilayah Kepri 96 persen berupa lautan terdiri atas 2.408 pulau.

Provinsi tersebut berbatasan langsung dengan wilayah negara Malaysia, Singapura, Kamboja, dan Vietnam.

Pulau terluar paling banyak berbatasan dengan Malaysia, di antaranya Karimun Kecil, Iyu Kecil, Sentut, Tokong Malang Biru, dan Kepala.

Sejumlah pulau terluar ini memiliki mercusuar serta memiliki sejarah pembangunannya.

"Mercusuar akan kami jadikan tujuan destinasi baru yang menampilkan sisi keindahan arealnya serta sisi edukasinya. Sebab terdapat nilai sejarahnya," ujarnya, Rabu (17/11/2021).

Baca juga: Wisata Batam Kampung Tua di Kepri, Khas Suasana Alami Kental Budaya Melayu

Baca juga: Budaya Melayu Jadi Daya Tarik Wisata Kepri, Pemerintah Daerah Meliriknya

Rencana ini pun seakan terang saat kunjungan distrik navigasi ke kantor Pariwisata kepri.

"Dalam pertemuan itu, sudah menawarkan usulan 9 lokasi mercusuar aset distrik navigasi untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata baru di kepri," sebut Buralimar.

Untuk tahap awal (pilot project) akan dimulai untuk survey lokasi mercusuar di Nongsa yang berada di Pulau Putri, Kota Batam.

Sebagai Pilot project di Pulau Putri, Nongsa, Kota Batam, akan membahas aspek legalitas, serta status lahannya.

Jadi bekerja sama dengan Dispar kepri dan didampingi dengan unsur komunitas serta Pemda setempat nantinya.

"Selanjutnya juga melihat lagi potensi pengembangan situs mercusuar, pemahaman dan pengaturan pelaku usaha masyarakat, kelompok eksisting," ucapnya.(TribunBatam.id/Thomm Limahekin/Rahma Tika) (Grid.id)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Wisata Kepri

Sebagian artikel bersumber dari Grid.id dengan judul Bunga Kelelawar, Berbentuk Seram tapi Bermanfaat

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved